Inget dong zaman SMA dulu ada sistem penjurusan yang bikin kamu cukup deg-degan karena bisa menjadi tolok ukur masa depan? Nah, penjurusan masuk IPA dan IPS ini di setiap SMA berbeda-beda sistemnya. Bahkan, ada juga sekolah yang mengadakan kelas Bahasa, buat para murid yang lebih minat pada bidang linguistik dan sastra. Mayoritas sistem penjurusannya dilihat dari nilai rapor, yaitu nilai rapor tertinggi dari setiap kelas dikumpulkan dan dimasukkan ke kelas IPA. Untuk kelas IPS sih kedapatan sisanya. Aduh, kamu…

Nggak heran anak IPS seringkali dianggap sebagai anak buangan. Makanya seringkali orang menilai IPS itu identik dengan anak bandel, bermasalah, dan nggak mikirin pelajaran. Padahal, banyak juga lho yang memang ingin masuk kelas IPS bukan karena nilainya nggak mencukupi.

Mereka nggak memandang kalau ternyata anak IPS juga berprestasi. Selain itu, banyak juga lulusan kelas IPS memiliki masa depan cerah, tak kalah dengan jebolan IPA. Nah, kira-kira apa aja sih yang dimiliki anak IPS tapi belum tentu dipunya anak IPA? Hipwee udah tuliskan di sini nih. Sumbang pendapatmu ya!

1. IPS itu ilmu sehari-hari. Jadi anak IPS berarti harus peka dan berhenti cuek sama lingkunganmu lagi

pandai bergaul dan peka terhadap lingkungan sekitar, salah satunya kepada teman-teman via majalahouch.com

Belajarnya juga ilmu sosial, pasti selalu digunakan dan diterapkan setiap hari. Jadi, kepekaanmu terhadap lingkungan sekitar udah nggak perlu diragukan lagi. Misalnya pada pelajaran Ekonomi dan Akuntansi, kamu bisa belajar mengatur uang jajan, atau dari pelajaran Sosiologi, kamu terbiasa memerhatikan permasalahan di masyarakat, bahkan mampu membayangkan solusinya. Itu dua di antaranya, mungkin kamu punya contoh lainnya?

2. IPS bukan ilmu pasti. Perubahannya cepat dan dinamis, artinya anak IPS harus pandai beradaptasi

Advertisement

kalau lagi nongrong gini, sering banget ngbrolin berbagai hal lho via majalahouch.com

Zaman kian berubah dan hal ini membuat berbagai pemikiran-pemikiran di masa lalu bisa dipatahkan oleh pemikiran zaman sekarang. Perubahan ilmu sosial yang cepat dan dinamis ini menyebabkan kamu, sebagai anak IPS, terbiasa beradaptasi. Kamu nggak kaku sama yang namanya perubahan. Kalau kaku, sebagai anak IPS kamu gak bisa berkembang, dong.

3. Pandai beradaptasi, berarti pandai juga bersosialisasi dan komunikasi

yang alim-alim juga banyak dari kelas IPS lho via www.skuad67.com

“Anak IPS tuh macem-macem banget, dari yang religious sampai nggak, yang “bandel” sampai “alim”. Tapi, kamu bisa berteman sama mereka semua”

Predikat yang melekat pada anak IPS biasanya nggak jauh-jauh dari “sering keluar-masuk ruang BP”. Padahal jumlah mereka hanya segelintir. Anak-anak IPS juga sebenarnya macam-macam, termasuk yang rajin, yang kutu buku, yang kritis, si jago debat bahasa Inggris sampai jilbab lebar sampai yang bercelana cingkrang. Itu berarti anak IPS beranekaragam ya, nggak melulu identik dengan “si nomor dua” ;).

4. Anak IPS terkenal dengan tingkat percaya dirinya yang tinggi dan sifat banci tampil

kamu udah terbiasa tampil di depan orang banyak via sekolahtriratna.com

“Setiap kata mengandung makna, dan kamu paham akan hal itu. Kamu pandai memainkan peran dan kata-kata.”

Karena pelajarannya berhubungan langsung dengan masyarakat, kamu pasti mengerti bagaimana cara bersosialisasi dan berkomunikasi yang baik di masyarakat. Kebiasaan yang sudah tertanam itu membuat kepercayaan dirimu tinggi dan nggak malu lagi tampil di depan banyak orang. Bahkan, kepandaianmu dalam menyihir orang-orang ini bisa memengaruhi mereka terhadap suatu keputusan lho. Misalnya saja kamu sibuk mengampanyekan pemilihan ketua OSIS wakil dari IPS. Duh, nggak kebayang seperti apa seru, heboh, dan semaraknya semangat anak-anak IPS. Nggak hanya itu, dalam kegiatan seni kamu juga nggak kalah dari yang lain. Terkadang, malahan penampilanmu yang ditunggu-tunggu oleh warga sekolah.

5. Kemampuan diskusi dan berdebat jadi oke

nggak heran kalau kamu pandai berdiskusi dan berdebat via www.tribunnews.com

Perkembangan zaman yang terjadi membuat ilmu pengetahuan berubah cepat dan dinamis. Hal ini menuntut anak IPS terbiasa mengutarakan pendapatnya yang beragam. Kamu diajarkan untuk nggak menerima begitu aja suatu informasi dan harus berpikir kritis terhadapnya. Makanya, nggak heran kalau dari pendapat tersebut sering menimbulkan perdebatan dan ini semakin membuat kamu semakin kaya ilmu pengetahuan.

6. Kalau anak IPA punya Laboratorium Fisika dan Kimia, anak IPS laboratoriumnya sih dunia dan manusianya

salah satu aksi sosial yang kamu lakukan via smasantamariapekanbaru.com

“Dunia menjadi tempatmu belajar dan mengenal berbagai hal yang lekat dalam kehidupan.”

Kamu memang nggak punya ruangan laboratorium di sekolah, tapi kamu punya dunia yang selalu siap 24 jam non stop untuk dipelajari. Lab-mu ini nggak perlu pintu keluar-masuk dan telah tersedia berbagai hal, semua komplit tanpa ada kekurangan.

Kamu bisa bereksperimen bersama teman-teman dari luar kelas IPS juga lho. Berbeda ‘kan dengan lab IPA yang sebatas hanya mereka aja yang bisa menggunakan? Nggak salah kalau anak IPS itu memang pandai bersosialisasi dan berkomunikasi karena beragamnya hubungan sosial yang terjalin.

7. Dunia kerja saat ini butuh calon pekerja yang mudah bergaul, aktif dan sigap pada perubahan sosial. Tenang, masa depanmu aman!

aktif berorganisasi, salah satunya ikut OSIS via www.sman7-slo.sch.id

“Organisasi itu penting di dunia kerja nanti. Gak ada salahnya dari SMA aktif ikutan.”

“Iya sih. Soalnya organisasi itu juga memberikan banyak hal, lagi pula secara gak sadar kita jadi pandai bergaul dan mengerti untuk menyikapi perubahan yang terjadi lho.”

Dunia kerja adalah dunia sebenarnya, kamu jadi tahu seluk-beluk kehidupan itu seperti apa. Oleh karenanya, orang-orang yang pandai bergaul dan aktif sangat dibutuhkan di sini. Hal itu nggak lain karena dunia kerja penuh persaingan, siapa yang lihai melihat situasi dan perubahan, dialah yang akan survive menjalaninya. Mulai sekarang diubah yuk, demi masa depanmu yang lebih cerah!

8. Anggapan sebagai anak buangan toh bisa bikin rendah hati. Kamu boleh cerdas, tapi tetap membumi 🙂

jangan dilihat dari tas kecil nan enteng yang pakai anak IPS, tapi juga kemampuannya ya via www.pidas81.org

“Anak IPS tuh ramah-ramah ya! Nggak pelit sama ilmu dan informasi.”

Karena bersosialisasi adalah bagian yang sangat melekat dalam hidup, kamu pun udah tahu trik berkomunikasi dan menyikapi suatu hal dengan baik. Pandangan sebelah mata tentang anak IPS nggak usah dipikirkan, karena lebih baik mengurusi hal-hal lainnya yang lebih bermanfaat. Bahkan anggapan sebagai anak buangan bisa bikin kamum ingat untuk rendah hati. Gak cukup cuma cerdas, kamu juga harus membumi.

9. Karena sudah belajar tentang fenomena sosial, kamu jadi tahu deh ada banyak banget kekurangan di masyarakat. Kamu pun jadi tergerak untuk memperbaikinya saat sudah lebih dewasa

membantu terhadap sesama dari masih remaja apa salahnya? via sman5magelang.sch.id

Beragam permasalahan muncul di tengah kehidupan masyarakat. Sebagai agen perubahan sosial, kamu tanggap untuk menyelesaikannya dan membawa perubahan ke arah yang lebih baik. Ke depannya, dengan segenap kemampuan dalam bersosialisasi bersama orang-orang sekitar kamu senantiasa tergerak untuk membantu masyarakat melewati masa-masa sulit.

Anak IPS memang seringkali dipandang sebelah mata. Padahal, banyak kelebihan yang menonjol dan ternyata nggak dimiliki anak IPA lho. Setuju?