Mawar de Jongh Perankan Psikopat dalam Film Terbaru, Banyak Adegan Sadis & Menantang

Aktris cantik Mawar de Jongh baru-baru ini membagikan pengalamannya saat melakukan syuting film terbarunya yang berjudul Para Betina Pengikut Iblis. Film bergenre horor-slasher ini diproduksi oleh Falcon Black Pictures dan disutradarai oleh Rako Prijanto. Selain Mawar de Jongh, Hanggini, Sara Fajira, Adipati Dolken, dan Hans de Kraker juga turut membintangi film ini.

Advertisement

Saking banyaknya adegan sadis dan bersimbah darah dalam film ini, Para Betina Pengikut Iblis lolos sensor untuk umur 21 tahun ke atas. Mawar de Jongh sendiri mengakui kalau film ini adalah film tersadis yang pernah ia bintangi.

ADVERTISEMENT

Harus melakukan banyak adegan sadis, Mawar de Jongh butuh persiapan fisik dan mental

mawar de jongh para betina pengikut iblis

Mawar de Jongh bersama Hanggini dan Sara Fajira| Credit: Instagram @mawar_eva

Para Betina Pengikut Iblis punya plot utama tentang tiga perempuan yang menyerahkan diri menjadi budak iblis demi balas dendam dan mendapatkan kenikmatan duniawi. Mawar de Jongh memerankan karakter Sumi, salah satu dari tiga karakter perempuan pengikut iblis. Sedangkan dua lainnya diperankan oleh Hanggini sebagai Sari dan Sara Fajira sebagai Asih.

Untuk memerankan karakter Sumi, Mawar harus melakukan adegan-adegan sadis seperti memotong leher dan mengoyak isi perut manusia hingga adegan membuat gulai dari daging manusia. Adegan slasher seperti ini memang banyak mengisi film Para Betina Pengikut Iblis. 

Advertisement

Mawar juga menceritakan salah satu adegan terberat adalah ketika Sumi harus membunuh ayahnya sendiri.

“Saya diharuskan dapat menciptakan kebencian sekaligus rasa cinta. Saya juga tidak menduga harus memerankan adegan membunuh ayah sendiri,” papar Mawar.

Advertisement

Selain persiapan mental untuk melakukan adegan menantang itu, Mawar pun ditantang secara fisik. Mawar bercerita ia sampai harus minum obat tenggorokan karena banyaknya adegan pertengkaran dengan karakter ayahnya Karto.

Mostly scene itu berantem, membutuhkan suara dan tenaga yang banyak,” ungkap Mawar.

ADVERTISEMENT

Lolos sensor untuk umur 21 ke atas, sang sutradara menjelaskan banyak pesan positif yang bisa diambil dari film ini

Film horor slasher ini sudah lolos sensor kategori 21+ karena banyak mengandung adegan kekerasan, kekejaman, dan pertumpahan darah. Oleh karena itu, film ini hanya boleh ditonton oleh usia 21 tahun ke atas.

Sang sutradara Rako Prijanto menuturkan bahwa meskipun banyak adegan sadis, ia memastikan bahwa film ini banyak mengandung pesan positif yang bisa diambil.

“Menurut kami ini sudah sesuai. Namun film ini bukan hanya menghadirkan ketegangan, tapi juga ada pesan positif yang ingin disampaikan,” kata Rako dikutip dari Tempo saat jumpa pers pada Minggu, (12/2).

Sedangkan bagi Mawar de Jongh, karakter Sumi mengajarkan bagaimana pentingnya bisa membuat keputusan sendiri, tidak mudah terhasut, dan tahu mana yang baik atau buruk. Ia berulang kali membaca script untuk dapat mendalami karakter Sumi sepenuhnya.

Itu sekilas tentang cerita Mawar de Jongh dan film terbarunya Para Betina Pengikut Iblis. Film ini akan mulai tayang di bioskop tanggal 16 Februari 2023.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Introvert

Editor

Learn to love everything there is about life, love to learn a bit more every passing day

CLOSE