Sejak beberapa bulan terakhir, teman-teman kita di Sumatra dan Kalimantan kehilangan haknya untuk menghirup udara bersih, gara-gara kabut asap yang menyelimuti rumah mereka.

Berselimut asap

Berselimut asap via jambi-independent.co.id

Warna kekuningan di atas bukan hasil editan Photoshop apalagi filter instagram. Semua murni dari warna pekat asap.

Penyebabnya? Apalagi kalau bukan kebakaran pembakaran hutan serta lahan yang tak terkendali dan tak bertanggung jawab…

Akibatnya, sekolah harus diliburkan, bandara ditutup dan kesehatan pernapasan teman-teman di sana makin memburuk.

Advertisement

Kita juga sudah ‘menghadiahi’ kabut asap tersebut ke negara-negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia.

Asap di Singapura

Asap di Singapura via batampos.co.id

Hari Kemerdekaan Singapura adalah 9 Agustus, sementara Malaysia merayakan kemerdekaannya tiap 31 Agustus. Apa ini kado dari Indonesia?

Kecewa dengan bencana yang tak berkesudahan, pemuda-pemudi Pekanbaru, Riau membuat video keren berjudul ‘Kami Tidak Diam #MelawanAsap‘ untuk mengajak semua orang menyuarakan kepedulian terhadap kabut asap.

“Sudah 18 tahun ini, ada musim tiap tahun namanya musim asap. Untuk tahun ini, tahun yang paling parah asapnya,” ungkap salah satu pembuat video, Andang Wiratmoko kepada BBC Indonesia.

Sementara di Jambi dimulai gerakan #JambiBerasap sebagai bentuk protes sekaligus pengingat antarwarga untuk selalu mengenakan masker.

#jambiberasap #savejambi

A photo posted by Rendy Artha Wicaksono (@rendy_aw) on

Advertisement

Dan tak lupa sedikit komedi untuk menyindir mereka yang (seharusnya) bertanggung jawab.

Karena perundang-undangan sudah tak mempan, mungkin protes bisa disampaikan lewat komedi.

Jika musim penghujan sudah tiba, mungkin asap akan lenyap. Tapi sudah hampir pasti dia akan datang kembali di tahun-tahun berikutnya.

Diselimuti asap

Diselimuti asap via news.okezone.com

Masyarakat yang tinggal di pedalaman Sumatra dan Kalimantan tidak pernah menikmati kemewahan berlangganan koran, TV kabel, atau internet. Bah, langganan listrik & air saja susah! Apa kamu tega melihat mereka ‘langganan’ asap dari tahun ke tahun?

Apakah harus menunggu hingga asap menyelimuti Jakarta, lalu baru mereka akan bertindak tegas?

Sampai sekarang — 26 September 2015 — asap masih tebal di mana-mana. Menunggu pemerintah sepertinya percuma. Apa yang bisa kita lakukan untuk #MelawanAsap di Kalimantan dan Sumatra?

Masih sampai sekarang bro

Masih sampai sekarang bro via en.metrotvnews.com

Situasinya belum berubah juga — teman-teman kita di Kalimantan dan Sumatra masih harus memakai masker hanya untuk keluar rumah. Jarak pandang masih memprihatinkan, kesehatan masih dikompromikan.

Mengingat sudah begitu parahnya kondisi asap ini, sepertinya tak layak kalau kita diam saja. Untungnya ada berbagai inisiatif untuk mengumpulkan donasi secara online — salah satunya dari Kitabisa.com. Kamu bisa membantu dengan menyisihkan sebagian uang jajanmu hari ini. Demi teman-teman kita yang butuh masker, oksigen, sampai tumbuhan penyerap polusi.

Sudahlah, percuma juga hanya marah-marah dan menunggu pemerintah. Saatnya kita berbuat sesuatu, sekecil apapun itu.

Kalimantan dan Sumatra juga Indonesia — mereka berhak menikmati bersihnya udara. Kita yang lebih beruntung, sudah saatnya membuka mata.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya