Makin mudahnya orang-orang untuk melakukan komunikasi dengan perantara ponsel pintar sangat memungkinkan kita untuk berkoordinasi lebih baik lagi dengan orang banyak. Kemudahan ini juga memunculkan suatu fenomena baru yang patut kita seriusi: Grup WhatsApp. Entah kenapa grup WhatsApp selalu indentik dengan karakter orang yang beragam.

Mungkin selama ini kamu selalu menyimpan tanda tanya seperti, “Kenapa sih orang ini nggak pernah muncul di grup?” atau, “Kenapa sih pada suka banget ganti nama grup?”. Bukan hanya sekadar coba-coba, ternyata tindakan itu juga mencerminkan karakter mereka lho. Coba simak dulu uraian Hipwee Hiburan berikut ini nih.

1. Si ekstrovert yang suka cari perhatian. Biasanya mereka adalah admin grup WhatsApp dan suka banget memulai sebuah topik obrolan

Ada grup yang adminnya satu, ada yang satu grup admin semua! via www.hipwee.com

Advertisement

Dalam pertemanan pastilah ada orang yang akhirnya turun tangan untuk memprakarsai sebuah grup. Merekalah ekstrovert yang punya kepedulian tinggi dan bertujuan bikin komunikasi sekelompok orang makin efektif. Bravo banget deh buat si ekstrovert (admin) grup ini. Mereka jugalah yang pada akhirnya dipercaya sebagai orang yang memulai topik atau obrolan di kala grup jadi sesepi kuburan~

2. Ada juga introvert yang cuek, grup disenyapkan. Sekalinya buka cuma untuk menghapus semua pesan~

Grup dibungkam sampai setahun, untung nggak ada pilihan ‘selamanya’! via teknologi.metrotvnews.com

Berkebalikan dari ekstrovert, ada si introvert yang merasa fungsi komunikasi lewat percakapan grup WhatsApp sama sekali nggak diperlukan. Mereka juga merasa nggak mendapat manfaat apa pun. Nah, yang begini ini yang nggak pernah muncul di grup sekalipun ditanyai. Sering kali mereka membungkam notofikasinya dan sekali buka grup hanya menghapus pesan sebelumnya. Hmmm … mungkin dia memang butuh sendiri?

3. Introvert yang toleran. Meski nggak pernah muncul di obrolan, dia jadi penyimak alias silent reader

Sekalinya muncul, kasih meme. via www.hipwee.com

Kalau introvert satu ini masih agak peduli dengan kawan-kawannya dan apa yang terjadi dengan grupnya. Meski hanya terdiam dan menyimak, yang penting dia mantengin. Ini nih karakter introvert yang toleran. Mungkin dia malu dan nggak siap buat bicara sama orang banyak meskipun itu via WhatsApp.

4. Ada juga yang sedikit-sedikit ngambek, lalu keluar dari grup karena bosan. Merekalah kaum berjiwa sensitif layaknya pantat bayi

Waduh, ngambek semua nih? via syidamenulis.blogspot.co.id

Advertisement

Terkadang opini yang tergiring di sebuah grup WhatsApp juga bisa sangat nggak terkendali. Obrolan yang serius juga sering dibawa bercanda dan ditanggapi dengan nggak seharusnya. Mereka yang mudah terganggu dengan hal ini kemudian banyak yang memilih keluar dari grup, baik secara diam-diam maupun terang-terangan.

5. Nah, ini nih yang nyebelin, si kaum yang suka ngikut. Kalau disuruh vote diam saja, disuruh kasih saran malah bilang ‘terserah’

Ujung-ujungnya nggak jadi. via www.hipwee.com

Pernah nggak obrolan dalam grup diawali dari inisiatif satu orang yang ngajak ketemuan? Tujuannya sih biar bisa ngobrol secara langsung dan nongkrong bareng. Awalnya sih semua semangat dan setuju, entah kenapa ketika membicarakan tempat dan waktu untuk bertemu, grup jadi hening. Paling banter jawabannya hanya, “Aku nurut”, “Ngikut aja deh”, “Terserah aja sih”. Ujung-ujungnya nongkrong bareng hanya tinggal wacana deh.

6. Inisiator ketemuan dan bikin acara seru. Kebanyakan dari mereka adalah orang terlanjur bosen yang punya bakat pemimpin

Inisiator yang dicuekin. via www.hipwee.com

Ada beberapa orang yang ketika merasa grup sangat sepi lalu berinisiatif untuk mengadakan acara. Mereka ini inisiator yang pada dasarnya punya jiwa pemimpin. Sialnya seringkali ajakan untuk ketemu dan bikin acara seru berakhir ketika kebanyakan anggota grup punya karakter suka ngikut. Akhirnya si inisiator harus turun tangan buat menentukan jam dan tempatnya sendiri. Semangat, ya!

7. Si humoris adalah mereka yang selalu bikin kekacauan di grup, sekaligus bikin ngakak. Ada-ada saja kelakuannya!

Sebuah percakapan lewat notifikasi. via www.instagram.com

Pernahkah grup pertemanan kalian di WhatsApp justru berisi guyonan dan bercandaan yang bikin perut kalian terkocok? Mulai dari tingkahnya yang suka kirim gif dan ganti-ganti profil grup, pokoknya ada saja kelakuannya yang bikin kamu ngakak. Kalau ada, berarti dialah si humoris yang nggak bisa diam. Bercanda melulu. Tapi tanpanya, grup pasti bakal sepi parah.

Nah, itulah beberapa karakter orang dilihat dari kelakuannya di grup WhatsApp. Kamu termasuk yang mana nih? Kalau bisa sih jadilah inisiator yang sabar menghadapi kelakuan anggota grup, ya! 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya