Viral Potongan Chat Ayah dan Anak yang Bikin Mberebes Mili. Hargai Orang Selagi Masih Ada Waktu!

Menghargai Orangtua

Nggak ada yang bisa mengalahkan kasih sayang orangtua kepada anaknya. Sekurang ajar apa pun anak, orangtua tetap akan khawatir jika terjadi apa-apa pada anaknya. Semandiri apa pun anak, orangtua tetap bakal memanjakan anaknya saat dia pulang ke rumah. Begitulah kasih sayang orangtua nggak ada batasnya.

Advertisement

Apalagi jika konteksnya anak perempuan, orangtua pasti lebih rewel—terutama ayah. Maka jangan heran, apalagi KZL, kalau ayahmu bolak-balik menelepon untuk sekadar menanyakan kabar; karena dia khawatir denganmu. Sama seperti kisah ayah dan anak yang viral karena sebuah utas ini. Percakapan chat ayah dan anak yang berujung haru.

Sebuah twit viral tentang percakapan ayah dan anak yang bikin mberebes mili. Siap-siap ambil tisu!

Perhatian ayah. via twitter.com

Sebuah twit dari @pagancemetery yang mengisahkan hubungannya dengan ayah. Kisah tentang kehilangan sosok ayah yang tergambar pada percakapan chat. Potongan pertama berisi ajakan ayah kepada Jelita (nama panggilan) untuk berangkat bareng ke sebuah tempat agar bisa makan pecel ayam setelah selesai acara.

Sedangkan potongan kedua, Jelita menanyakan keberadaan ayahnya. Beberapa pertanyaannya nggak dibalas ayahnya. Dalam utasnya Jelita menjelaskan bahwa ayahnya telah tiada. Dia merasa menyesal telah bersikap menyebalkan membalas chat ayahnya. Bahkan di akhir pesan tertanggal 5 Mei 2018, ayahnya mengajaknya jalan-jalan dia pun nggak membalas. Dan pesan “Jel nggak ada kabar papa jalan dulu ya” menjadi pesan terakhir ayahnya.

Advertisement

Terbawa suasana, warganet lain juga bertukar cerita pengalamannya ditinggal oleh sang ayah. Tisu mana tisu?! :”(

Cerita kehilangan serupa. via twitter.com

Curhatan Jelita dalam sebuah utas itu meraup banyak atensi dari warganet. Dan rupanya nggak cuma dia yang mengalami kejadian yang sama, kehilangankehilangan yang serupa. Beberapa warganet membagikan kisahnya di kolom komentar.

Ada yang menyesal, nggak mengangkat telepon dari ayahnya saat sedang salat Subuh. Padahal saat itu dia masih bangun dan sedang mengerjakan tugas. Telepon itu menjadi kesempatan terakhir mendengar suara ayahnya. Ada lagi yang masih punya kesempatan mengenang sindiran dari ayahnya, sebelum akhirnya sang ayah berpulang ke Sang Pencipta.

Kisah kehilangan ini menggambarkan betapa kasih sayang ayah dan penyesalan. Sebuah pelajaran menghargai orang yang masih hidup
Advertisement

Twit @pagancemetery membawa hikmah kepada kita semua bahwa hargailah orang yang mencintaimu selagi masih punya waktu. Terlebih ayah sendiri yang telah banyak berjasa pada hidup kita selama ini. Kita mungkin sebal karena ayah bawel menanyakan kabar terus, menyuruh bersih-bersih rumah, atau sibuk mengajak jalan kita, percayalah semua itu semata karena dia sayang kita.

Sebelum menyesal, hargai nasihat, permintaan, atau usaha ayah kepada kita. Lakukan sebagai wujud balas budi atas jasa dan kasihnya selama ini.

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

Editor

Senois.

CLOSE