Lagi asyik kumpul, tapi salah satu temen cewek bawaaanya bete terus. Setiap candaan terasa nggak lucu dan dia langsung marah kalo ada yang bercandain dia. Kalo cuma merengut sih nggak apa-apa, tapi kalo dia langsung marah dan kabur, kita jadi ikut bersalah karena asal bercanda tanpa tahu keadaan hatinya. Temen-temen mulai berspekulasi kalo temen yang bete itu sedang didatangi tamu bulanan atau sedang menstruasi. Mungkin ada benarnya juga karena perempuan yang sedang menstruasi perasaannya jadi lebih sensitif.

Tapi, apa benar menstruasi hanya berkaitan tentang perasaan yang sensitif dan memakai pembalut? Yuk, cek 7 hal ini supaya tahu apa itu menstruasi!

1. Menstruasi merupakan siklus bulanan yang dialami perempuan puber.

tamu bulanan lagi dateng via www.medicaldaily.com

Seorang perempuan yang udah memasuki masa puber pasti akan mengalami menstruasi. Setiap bulan, perempuan yang udah puber mengalami peningkatan hormon estrogen untuk bersiap menghadapi kemungkinan kehamilan. Pada masa itu, dalam siklus menstruasi, sel telur perempuan akan dilepaskan dari ovarium dan menempel di rahim. Dinding rahim akan menebal, makanya beberapa perempuan merasa perut bawahnya tiba-tiba membesar. Kalo sel telur itu nggak bertemu dengan sel sperma laki-laki, sel telur tersebut akan diserap tubuh. Dinding rahim yang menebal akan luruh, dan sel telur yang nggak dibuahi itu akan keluar dari tubuh bersamaan dengan darah. Itulah yang disebut menstruasi.

Umur tiap perempuan mendapat menstruasi pertama kali juga berbeda-beda. Mungkin dulu pas kelas 6 SD sudah ada beberapa teman yang mendapat menstruasi, tapi ada juga teman yang baru pertama kali menstruasi pas udah SMA. Siklus menstruasi tiap perempuan juga berbeda-beda, tapi rata-rata menstruasi bersiklus 28 hari dengan masa menstruasi rata-rata 2–7 hari.

2. Volume darah yang dikeluarkan perempuan yang sedang menstruasi juga bervariasi, lho.

Advertisement

rasanya bisa kayak banjir lokal deh via buzzfeed.com

Pernah penasaran kenapa jenis pembalut berbeda-beda? Ada pembalut dengan ukuran rata-rata, ada juga pembalut yang panjangnya sampai 35 centimeter. Ada pembalut yang menggunakan gel untuk menyerap darah, ada juga pembalut yang menggunakan kapas. Hal itu karena setiap perempuan punya keunikan jumlah volume darah pas menstruasi. Ada yang jumlahnya banyak sampai harus menggunakan pembalut berukuran 35 centimeter, ada juga yang hanya sedikit sehingga nggak perlu memakai pembalut berukuran besar. Rata-rata volume darah saat menstruasi sekitar 40 mililiter. Biasanya, volume darah terbanyak akan terjadi di hari pertama menstruasi dan jumlahnya semakin sedikit sampai menstruasi selesai.

3. PMS sering bikin perempuan jadi ‘monster’, walau mereka juga nggak bisa menjelaskan kenapa mood-nya berantakan.

Rasanya pengen makan orang! via thoughtcatalog.com

PMS atau pre-menstrual syndrome terjadi karena perubahan hormon dalam tubuh perempuan sebelum menstruasi. Kita sering mengaitkan mood perempuan yang berubah tiba-tiba dengan PMS. Memang bener sih, itu salah satu gejala PMS, tapi sebenernya PMS nggak hanya soal mood-swing. Gejala fisik perempuan yang sedang PMS antara lain pusing, merasa lemas atau cepet capek, payudara yang terasa membesar, BAB nggak lancar, nyeri otot, perut bawah kerasa agak kram, jerawatan, timbul bau badan yang kurang sedap, dan kenaikan berat badan karena PMS sering bikin nafsu makan bertambah. Soal mood-swing, perempuan yang lagi PMS bisa merasa cemas berlebihan, mudah nangis, mudah tersinggung alias sensi, dan kurang konsentrasi. Kalo kamu tanya temenmu kenapa mood-nya berantakan, dia juga nggak bisa menjelaskan kenapa. Rasanya semua salah dan cuma mancing amarah aja. Ujung-ujungnya, dia tanya ini tanggal berapa dan memungkasnya dengan alasan lagi PMS.

4. Nyeri menstruasi juga bervariasi pada tiap perempuan. Nggak perlu kaget kalo ada temen yang nggak masuk kuliah karena lagi ‘dapet’.

Rasanya susah jalan via www.naturopathtoronto.ca

Bukan rahasia lagi kalo menstruasi menimbulkan nyeri. Nggak hanya kram perut bagian bawah, otot-otot lain juga bisa ikut tegang dan bikin sakit pinggang, kaki membengkak, bahkan kelamin perempuan juga bisa nyeri. Beberapa orang perempuan bisa merasakan nyeri sampe nggak bisa berjalan dan harus istirahat di rumah, tapi ada juga yang nggak begitu merasakan nyeri. Setiap perempuan punya kadar nyeri menstruasi yang berbeda-beda, bahkan ada yang harus mengonsumsi obat tertentu supaya nggak terlalu kesakitan.

Beberapa cara sederhana bisa dilakukan untuk meredakan nyeri, misalnya mengompres perut yang kram dengan air hangat, memijat lembut bagian yang nyeri, melakukan gerakan peregangan, dan meminum susu hangat. Supaya nyeri menstruasi nggak mengganggu hari penting, rajin berolah raga, tidur cukup, dan mengonsumsi minuman dari kunir asem bisa dilakukan beberapa hari sebelum menstruasi. Tapi, kalau menstruasi terasa sakit terus-menerus, ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter.

5. Terlambat menstruasi = hamil? Belum tentu!

Biasanya aku mens tanggal segini via wikihow.com

“Biasanya aku dapet tanggal 17. Ini udah tanggal 21 kok belom dapet juga ya?”

“Hayolooo… kamu hamil ya?”

“Ngaco! Nggak lah!”

Menstruasi nggak teratur, bahkan berhenti selama sebulan, bisa dialami semua perempuan. Memang, pelan-pelan siklus menstruasi akan mulai teratur pada usia 20-an, tapi ada juga kok yang berumur 30-an dan siklusnya belum teratur. Menstruasi yang terlambat nggak selalu berarti hamil, kecuali terjadi pembuahan alias melakukan hubungan seksual pas masa pembuahan. Kalo memang nggak ngapa-ngapain, terlambat menstruasi bisa dipastikan bukan karena kehamilan.

Menstruasi yang nggak teratur bisa terjadi karena pola hidup yang kurang sehat. Lupa berolah raga, makan nggak teratur dan kurang bergizi, stress, dan kurang beristirahat bisa jadi penyebabnya. Kurang darah atau anemia juga bisa bikin menstruasi berhenti selama beberapa bulan. Makanya girls, jaga pola hidup sehat dan kalo perlu, minum vitamin penambah darah kalo punya penyakit anemia.

6. Walaupun nggak wajib, tapi sebaiknya perempuan punya catatan menstruasi.

Salah satu aplikasi perekam catatan siklus menstruasi via optimus5.com

Catatan menstruasi bukan cuma milik perempuan yang sudah menikah. Kamu yang masih muda juga sebaiknya membuat catatan menstruasi. Catatan itu perlu untuk mengetahui siklus menstruasi sehingga punya antisipasi lebih awal kalau siklus berubah. Dengan catatan itu, bisa diperkirakan juga tanggal berapa terjadi ovulasi dan pada tanggal berapa akan menstruasi di bulan selanjutnya. Punya catatan menstruasi bisa membantu untuk konsultasi ke dokter kalau sedang sakit dan dimintai keterangan dokter mengenai siklus bulananmu. Kalau kamu malas menandai kalender dan menghitung masa ovulasimu secara manual, kamu bisa mengunduh aplikasi yang merekam siklus menstruasimu dan menghitungnya secara otomatis.

7. Seperti siklus hidup yang lain, menstruasi akan benar-benar berhenti suatu hari nanti.

Menopause juga dekat dengan osteoporosis via reflexions.ulg.ac.be

Pepatah yang bilang bahwa tidak ada sesuatu yang abadi juga berlaku untuk siklus menstruasi. Seorang wanita nggak bisa terus-menerus menstruasi. Mendekati usia 50 tahun, rata-rata wanita akan mengalami menopause atau berhentinya siklus menstruasi secara permanen. Menopause terjadi karena indung telur yang berhenti memproduksi hormon estrogen dan progresteron. Secara medis, menopause terjadi kalau selama 12 bulan seorang wanita nggak mengalami menstruasi. Kadang kita mendengar ibu berkata bahwa pabriknya sudah tutup. Itu berarti, ibu atau orang yang ibu maksud sudah memasuki masa menopause. Kalau ibu kita sudah memasuki masa menopause dan mood-nya masih sering berubah seperti orang PMS, itu hal yang wajar karena terjadi perubahan yang cukup signifikan dengan tubuhnya. Ingatkan ibu untuk tetap rajin berolahraga karena wanita yang memasuki masa menopause berisiko terkena osteoporosis.

Ternyata, menstruasi nggak hanya soal tamu bulanan yang bikin sensi kan? Nggak lagi-lagi deh jadi clueless karena teman/pacar/ibu lagi menstruasi!

Artikel di atas ditulis dengan referensi dari alodokter.com/menstruasi dan www.nlm.nih.gov/medlineplus/menopause.html