10 Kata-Kata Merendah untuk Meroket Ala Jawa Plus Artinya. Mau Nyombong, tapi Sarkas Dulu, Cuy!

merendah untuk meroket

Sambat belakangan ini memang jadi sebuah aktivitas menyenangkan. Siapa juga yang nggak senang ketika pelampiasan emosi dimaklumi sebagai sebuah upaya melepas stres? Sambat ini kemudian bermetamorfosa menjadi ungkapan sarkas, kocak, bin asyik untuk diikuti.

Advertisement

Terbaru, bocah-bocah di Twitter bikin ungkapan sarkas di mana mereka merendah untuk meroket, menyombongkan diri dengan bahasa Jawa. Meski sering dalam kalimatnya mengandung pilu dan sarkasme level bangke banget anjir, kalimat ini sungguh menular dan bikin yang lain ingin juga mengucapkannya. Simak uraian Hipwee Hiburan berikut biar pageview kami nambah, lha edan po ben kowe terhibur?

1. Ironi kuliah di universitas swasta, iyalah karena kaya raya!

Sengaja mau jadi donatur kampus kok. via twitter.com

2. Mana ada kisahnya remidi karena kebodohan, remidi itu cuma sepelelah, ya~

Itu komputernya dipecat ajalah dari sekolah via twitter.com

Advertisement

3. Sobat ambyar who?

Padahal dalam hati berkaca-kaca nih. via twitter.com

4. Sebuah kejujuran yang patut diapresiasi dan tolong mention guru BK-nya di sekolah, ya!

Ninu ninu ninu~ via twitter.com

5. Sudah muak dengan puji-pujian rekan mahasiswa karena ngerjain tugasnya niat banget

Aku hanyalah anak yang malas, tapi jenius. via twitter.com

Advertisement

6. Anak kampus negri akhirnya menunjukkan batang hidungnya

Ah, aku cuma beruntung kok. Ahahaha. Tampol aja! via twitter.com

7. Termakan iklan orang pintar

Kamu pintar, tapi nggak bejo, kan? via twitter.com

8. Kepadamu mahasiswa kura-kura (kuliah rapat-kuliah rapat) dengarkan jeritan hati ini

Kaum nolepkah anda? via twitter.com

9. Bagi para pria yang kudekati, kelen nggak usah GR, ya!

Ngerjain tugas mendoakanmu di setiap sujudku sih maksudnya. via twitter.com

10. Tim yang nggak mau disalahkan karena sering update status galau

Mari kita iyakan bersama-sama aja. via twitter.com

Kalimat-kalimat di atas bakal lebih mantap kalau diucapkan pakai emosi dan pakai logat Jawa fasih. Penekanannya itu lo, terasa sampai sumsum tulang! Nggak ada yang bisa menggantikan rasanya melampiaskan sambat dan keresahan dari dalam lubuk hati. Memangnya sambat biar apa sih? Ya, biar keren ajalah, gila aja karena hati rapuh! 🙂

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Sonyaruri---

Editor

Senois.

CLOSE