Meski Berhijab, Cewek Ini Tetap Bisa Jadi Cosplayer. Kreatif Banget!

Di beberapa kesempatan, terkadang perbedaan justru bukan jadi pemersatu, malah menjadi pembeda antara yang satu dengan yang lain. Nggak jarang, perbedaan ini kerap kali disandingkan dengan latar belakang agama. Adanya anggapan-anggapan atau judging terhadap agama tertentu berdampak pada perbedaan perlakuan terhadap si pemeluk agamanya.

Advertisement

Misalnya saja, di negara tertentu ada larangan penggunaan burqa bagi pemeluk agama Islam. Atau mungkin di beberapa perusahaan, ada larangan karyawati menggunakan hijab. Hal ini tentu saja bertentangan dengan kepercayaan yang mereka anut. Akhirnya, mereka hanya punya dua pilihan: mengikuti peraturan atau keluar dari sana.

Namun nggak semua hal harus berakhir seperti itu. Apalagi jika berkaitan dengan sebuah kegemaran atau hobi. Kamu tetap bisa melakukan apa yang kamu suka, tanpa harus menjadikan kepercayaanmu sebagai halangan.

Gadis asal Malaysia ini nggak menjadikan hijab sebagai halangan untuk tetap berkarya sebagai cosplayer

Cosplayer berhijab. via www.instagram.com

Beberapa waktu belakangan, nama seorang gadis asal Perlis, Malaysia, menjadi perbincangan banyak orang, khususnya pencinta karakter anime. Miisa, yang saat ini masih berusia 21 tahun berhasil menarik perhatian publik, terutama warga Jepang dengan kostum cosplay yang ia gunakan. Apa yang membuatnya punya nilai lebih dari cosplayer kebanyakan? Tentu saja dirinya yang tetap mengenakan hijab, apapun karakter anime yang sedang ia tirukan.

Advertisement

Alih-alih mewarnai rambut, Misa justru mengkreasikan hijabnya sesuai karakter yang ia pilih

Jadi Naruto juga bisa! via www.instagram.com

Kalau kamu juga termasuk penggemar anime, tentu kamu sadar bahwasanya salah satu ciri-ciri karakter anime adalah warna rambutnya yang beragam. Mulai dari warna normal seperti hitam, cokelat, putih, hingga warna-warna terang seperti pink, biru, kuning, dan lainnya. Jika cosplayer biasa akan ikut mewarnai rambutnya, Miisa justru berkreasi dengan kerudung yang ia pakai. Selain menyesuaikan warna kerudung dengan rambut karakter anime yang ditiru, ia juga mengkreasikan bentuk kerudungnya dengan bentuk rambut karakter anime tersebut. Sehingga seolah-olah kerudung yang ia pakai adalah bagian dari rambut si karakter anime. Karakter yang pernah dan berhasil ia tiru antara lain, Naruto, Sailor Moon, Ayame Yomogawa, Runa, dan masih banyak lagi.

Tentu saja apa yang dilakukan oleh Miisa ini adalah bukti kalau apapun latar kepercayaanmu, nggak akan menghalangi untuk tetap berkarya seperti yang kamu suka

Mau jadi apa lagi? Bisa! via www.instagram.com

Setelah aktif mengunggah foto-foto cosplaynya sejak Mei 2016 lalu dalam akun Instagram dan Facebook-nya, Miisa yang mendapuk dirinya sebagai Malaysian Hijab Cosplayer (MHC), kini populer di mana-mana. Berbagai media pun mulai membahas keunikan cosplayer yang satu ini. Nggak cuma itu, Miisa juga membuktikan kalau apapun latar belakang agamamu, nggak akan menghalangimu untuk berkreasi atau melakukan hal-hal yang kamu suka. Seperti halnya Miisa yang mencintai cosplay, ia nggak harus melepas hijabnya jika pengen berpartisipasi dalam berbagai acara cosplayer ini. Yang dibutuhkan hanyalah sedikit kreativitas dan rasa percaya diri. Sebuah pelajaran yang menarik, bukan?

Bagaimana nih, Guys, tertarik untuk mencoba karakter-karakter yang ada di anime favorit kamu? Mungkin Miisa bisa jadi salah satu inspirasi, terutama bagi kamu yang berhijab. Untuk terlihat keren seperti ini nggak harus buka hijab, kan? Banyak cara untuk menjadi apa yang kamu mau, tanpa perlu menjadikan apapun sebagai halangan!

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Advertisement
loading...
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Pemerhati Tanda-Tanda Sesederhana Titik Dua Tutup Kurung

12 Comments

  1. Erica Tjahjadi berkata:

    Bosen main game online yang gitu-gitu aja sist or gan , tapi kalau hadiahnya uang jutan rupiah kenapa tidak ??
    kunjungi www(dot)dewa168(dot)com

  2. sekedar mengingatkan yang namanya cosplay itu:
    Pengertian cosplay sendiri dijelaskan pada buku Hara-Shibu-Bara: Tokyo Street Fashion Paradise karya Hesti Nurhayati. Ia menjelaskan bahwa cosplay adalah seni bermain meniru karakter (mimicry) melalui kostum – ketimbang gaya fesyen – dimana para cosplayer (sebutan untuk orang yang melakukan cosplay) berusaha mewujudkan karakter yang ingin disimulasikan ke dalam tiga dimensi melalui kostum dan dadanan yang mereka kreasikan sedemikian rupa, sehingga karakter tersebut nampak “nyata” baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain yang melihatnya.

    Kalau saya sendiri berpendapat bahwa kata nampak “nyata” diatas ini bukan berarti sebagai cosplayer berhijab harus bercosplay menggunakan hijab sebagai rambut palsunya. Mungkin akan lebih baik tetap menggunakan hijab tapi juga tetap menggunakan wig. Oleh karena bagaimanapun tekstur wig atau rambut palsu berbeda kain (yang digunakan sbg hijab) dimana keduanya dikreasikan sesuai dengan rambut dari karakter yang dicosplaykan. Kecuali kalau memang dari awal cosplyer hijab ini memilih karakter yang memang tertutup dan juga berhijab, itu tidak dipermasalahkan. Atau hal yang diatas bisa juga dikategorikan sebagai fanart cosplay.
    Memang ada istilah cosplay is fun. Fun bukan berarti merusak karakter yang diperankan juga disini terutama dari segi kostum dan dandanan yang seenaknya. Kenapa saya mengatakan hal ini, karena cosplayer tidak berdiri sendiri. Ia juga memperlihatkan kostum dan dandanan dimata umum. Jangan sampai apa yang dibuat dengan susah payah sebagai cosplayer, hancur hanya gara-gara sekumpulan orang yang tidak suka dengan cosplay ini.

    Cosplay is fun. Namum pilihlah karakter yang bijaksana sehingga tidak merugikan diri sendiri dan orang lain 🙂
    Salam kreativitas

CLOSE