Momen Paling Kelam dalam Sejarah Penghargaan Piala Oscar. Terbaru Insiden Will Smith

Penghargaan Piala Oscar bisa dibilang merupakan salah satu acara paling bergengsi. Semenjak upacara Academy Award pertama pada 1929, Oscar menjadi salah satu acara tahunan yang paling ditunggu-tunggu bagi para penggiat di dunia film atau hanya sekedar penikmat film.

Advertisement

Dengan umur yang hampir satu abad, Oscar telah mengalami perubahan yang signifikan dalam hal perkembangan industri film atau pun masyarakat sebagai komoditi dalam film tersebut. Namun, tak luput dengan umur yang lama Piala Oscar memiliki momen-momen yang kelam dalam sejarah penyiaran Academy Awards.

Insiden Will Smith menampar Chris Rock di Academy Awards ke-94, merupakan momen yang mengejutkan. Namun itu bukanlah kontoversi pertama dalam sejarah Oscar. Bahkan, upacara ini sering melihatkan adegan-adegan kontoversial dan tak terduga terjadi.

Momen-momen ini menjadi cermin aspek terburuk dari sejarah Hollywood yang kontroversial.

Advertisement

1. Marlon Brando menolak Piala Oscar untuk kategori Aktor Terbaik (1973)

Sacheen Littlefeather

Sacheen Littlefeather | credit The Oscar via www.youtube.com

Salah satu momen tergelap dalam ajang penghargaan Piala Oscar terjadi pada 1973, ketika aktor Malon Brando menolak untuk menerima penghargaan sebagai Aktor Terbaik dalam perannya sebagai Don Vito Corleone di film The Godfather (1972).

Marlon Brando menolak Piala Oscar tersebut sebagai protes atas masalah Hollywood dengan representasi penduduk asli Amerika. Brando mengirim Sacheen Littlefeather, seorang aktivis penduduk asli Amerika untuk menggantikanya. Ketika berpidato, Sacheen Littlefeather banyak mendapatkan cemoohan dan tepuk tangan.

Sesaat setelah pidato itu, Littlefeather melaporkan bahwa aktor John Wayne ditahan oleh penjaga keamana ketika ia berusaha menyerangnya. Bahkan Aktor Clint Eastwood sampai mengejek Brando dan Littlefeather.

Advertisement

2. Insiden interupsi yang menyela David Niven (1974)

David NIVEN

David Niven | credit The Oscar via www.youtube.com

Tamparan Will Smith kepada Chris Rock bisa dibilang merupakan momen mengejutkan penghargaan Piala Oscar pada abad ke-21. Namun, ada momen paling pengejutkan 48 tahun yang lalu saat David Niven memperkenalkan Elizabeth Taylor sebagai pembaca amplop.

Momen ini sontak saja membuat seisi ruangan heboh dan menjadi salah satu momen paling diingat dalam sejarah Piala Oscar. Aktor David Niven yang sedang memperkenalkan aktris Elizabeth Taylor diinturupsi oleh seorang pria tidak mengenakan pakaian yang berlari melintasi panggung.

Pria tersebut merupakan seorang fotografer dan aktivis hak-hak g*y, Robert Opel, yang menujukan tanda perdamaian saat ia berlari melewati Niven.

3. Adrien Brody mencium Halle Berry (2003)

Adrien Brody in The Pianist (2002)

Adrien Brody | credit Focus Features via www.imdb.com

Pada Piala Oscar 2003, Halle Berry menjadi salah satu pembaca amplop untuk kategori Aktor Terbaik. Aktor Adrian Brody menjadi aktor yang mendapatkan penghargaan tersebut karena perannya dalam film The Pianist (2002). Brody yang bersemangat berlari di atas panggung langsung mencium Halle Berry.

Peran Andrien Brody sebagai pemenang Oscar mungkin membuat ia bersemangat dan bahagia, namun keputusan mencium Halle Berry merupakan momen yang sangat mengejutkan.

Dalam wawancara dengan Andy Cohen pada 2017, Halle Bare mengungkapkan bahwa ciuman itu tidak konsensual, keliru dan terjadi begitu saja. Insiden ini telah tercatat dalam sejarah sebagai salah satu momen paling aneh dan mengejutkan dalam sejarah Oscar.

4. Roman Polanski mendapatkan penghargaan setelah melarikan diri dari Amerika Serikat (2003)

Roman Polanski in The Pianist (2002)

Roman Polanski | credit Focus Features via www.imdb.com

Terjadi lagi pada Piala Oscar 2003, bisa dibilang ini momen paling kelam yang terjadi dalam sejarah Oscar. Saat itu Sutradara Roman Polanski mendapatkan penghargaan sebagai Sutradara Terbaik dalam film The Pianist (2002).

Pada 1977, Polanski ditangkap karena terbukti bersalah akibat membius dan memper***a  seorang gadis dibawah umur. Namun, ia belum dijatuhkan hukuman sama sekali, sampai ia melarikan diri ke Paris untuk menghindari hukuman penjara.

Polanski melanjutkan karirnya sebagai sutradara dan karyanya The Pianist masuk dalam nominasi Sutradara Terbaik. Ia pun memenangkannya, walau ia tidak bisa membawa piala tersebut karena tidak bisa kembali ke AS.

5. Kurangnya keragaman ras dan whitewashing di Piala Oscar

Piala Oscar

Piala Oscar | Credit reportdoor via www.reportdoor.com

Kurangnya keragaman dalam Piala Oscar menjadi salah satu isu yang sering diangkat dalam upacara tersebut. Ketika Piala Oscar 2015 dan 2016, tagar #OscarsoWhite dan #WhiteOscar naik di media sosial.

Gerakan pemboikotan Oscar terjadi pada 2015 yang dipimpin oleh Jada Pinket-Smith dan Spike Lee serta pembawa acara saat itu, Chris Rock, mengkeritisi mengenai kurangnya keberagaman ras dalam Oscar.

6. Pemenang Film Terbaik yang salah diumumkan (2017)

Insiden Piala Oscar 2017

Insiden Piala Oscar 2017 | credit abc7news via abc7news.com

Kesalahan terburuk terjadi di Academy Award ke-89, ketika Warren Beatty dan Faye Dunay dengan ragu mengumumkan film La La Land (2016) sebagai pemenang. Padahal pemenang Film Terbaik jatuh pada film Moonlight (2016). Kesalahan tersebut menjadi momen paling mencolok, membingungkan dan benar-benar memalukan.

Penamparan Will Smith kepada Chris Rock menambah daftar panjang momen kelam dalam sejarah penyiaran Piala Oscar. Meski Will Smithtselah meminta maaf kepada Chris Rock, insiden ini akan selalu diingat dan masuk dalam sejarah buruk Piala Oscar.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE