Kafe dan kerjaan belakangan ini memang jadi dua hal yang identik. Seolah nggak bisa kerja atau nugas kalau nggak di kafe sambil minum kopi. Kebiasaan ini jelas bikin banyak orang berbondong-bondong memenuhi kafe. Nggak jarang banyak yang sampai larut malam pun pantatnya kayak nempel di kursi, mungkin habis ngedudukin lem G.

Kebetahan khalayak di kafe ini memunculkan keresahan dari para pegawainya. Mereka yang harusnya beres-beres dan istirahat segera justru menunggu para pelanggan yang nggak juga beranjak. Padahal ada beberapa yang sudah kasih kode-kode lo. Hmmm, simak penjelasannya di Hipwee Hiburan berikut!

Banyak orang yang menyelesaikan pekerjaan di kafe sampai larut. Saking seriusnya sampai nggak tahu waktu dan nggak sadar kalau sudah last order

Perhatikan jam operasional kafenya, ya, Guys. via twitter.com

Advertisement

Seorang pekerja di bidang kuliner menceritakan keresahannya pada akun Twitter @hrdbacot. Dia menceritakan bahwa sebagian besar pelanggannya memang orang-orang kantoran yang sengaja melanjutkan pekerjaan di kafenya. Namun sayang, banyak dari mereka yang kadang nggak tahu waktu, meski sudah last order dan hampir tutup, mereka seakan nggak peduli dan tetap melanjutkan pekerjaan di depan layar laptop.

Sebagai sama-sama pekerja, seharusnya memang saling memahami. Pekerja di kafe juga punya jam operasional dan harus membereskan tempat sebelum akhirnya istirahat dan pulang

Sesama pekerja. via twitter.com

Bekerja sebagai barista atau pramusaji di kafe dan working space memang nggak mudah. Selain bayarannya yang mungkin nggak seberapa, mereka juga harus bertanggung jawab dengan kebersihan tempat mereka bekerja. Ketika ada orang yang berdiam sampai larut, otomatis jam pulang mereka juga akan lebih malam. Hal inilah yang seharusnya kita sadari sebagai pelanggan.

Parahnya, ada beberapa orang yang menganggap ‘kode-kode’ pramusaji itu adalah sebuah gestur mengusir yang nggak sopan. Hmmm, kan, padahal ngasih tahu aja udah mau tutup

Tau diri aja deh. via twitter.com

Sering kali pekerja di kafe sengaja membalik kursi, mengelap meja, dan mengepel lantai sebagai ‘kode-kode’ kalau kafe tersebut hampir tutup. Kalau mereka sudah begini, alangkah baiknya kalau kita wawas diri sih. Bukan malah tersinggung dan menganggap tindakan mereka dimaksudkan buat mengusir dan nggak sopan. Kebalik dong, yang nggak sopan justru pelanggan yang nggak pulang-pulang padahal sudah hampir tengah malam.

Advertisement

Memang sih pelanggan adalah raja, tapi raja yang baik sudah tentu menghargai orang lain dan nggak bertindak semena-mena. Ibarat kata, kalau kamu adalah raja karena kamu beli kopi di kafe, setidaknya kamu menghargai dan mengapresiasi si pembuat kopi. Minimal tahu diri kapan harus pulang. Nggak kangen orang di rumah?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya