Untuk kesekian kalinya, generasi penerus bangsa bermasalah dengan dangdut. Yup! Baru-baru ini dunia maya sedang dihebohkan dengan video anak kecil menyanyikan lagu dangdut. Yang ramai diperbincangkan masyarakat bukan aliran musiknya, namun lirik lagunya yang memakai kata-kata kasar dan menceritakan problematika rumah tangga.

Meski penyanyinya – Nova Rizqi Romadhon saat ini duduk di bangku SMP, tetap saja dianggap belum pantas menyanyikan. Berbagai kritik pun muncul, termasuk dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPA), Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), dan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo).

Advertisement

Supaya lebih jelasnya, langsung aja yuk simak informasi yang sudah Hipwee himpun dari berbagai sumber berikut ini.

 

Berawal dari unggahan di laman YouTube pada 28 Juni 2016 lalu, video Lelaki Kardus dibanjiri kritik.

kayak ini lho videonya ~

kayak ini lho videonya ~ via www.jpnn.com

Video Lelaki Kardus yang dinyanyikan Nova telah diunggah di laman Youtube sejak 28 Juni 2016 lalu. Dalam videonya, Nova nggak tampil sendirian, tapi bersama anak-anak kecil lainnya yang menjadi backing vocal. Lirik lagu yang berisi cacian kepada sosok ayah dan mengisahkan masalah orang dewasa mendapat respons negatif dari netizen. Mereka menganggap makin berkembangnya zaman, anak-anak seperti kekurangan lagu sesuai usia.

Advertisement

 

Meski berdasarkan kisah nyata, namun liriknya yang kasar dan menceritakan problematika rumah tangga dianggap melanggar etika dan moral anak.

liriknya kasar ;(

liriknya kasar ;( via kriminalitas.com

Bapakku Kawin Lagi
Aku Ditinggalin
Aku sakit hati
Ibuk ku diduain
Ibukku minta cerai
Tapi dipukulin
Bapakku pengkhianat
Ibukku dibohongin

Lelaki kardus
Lelaki karpet
Lelaki kencroot
Lelaki bangkrut
Lelaki mencret
Lelaki karbet
Lelaki bangsat

Paragraf pertama merupakan sebagian awal lirik lagu Lelaki Kardus yang dinyanyikan Nova. Sedangkan paragraf kedua bagian yang disenandungkan anak-anak kecil lainnya. Asrorun Niam – selaku ketua KPAI mengatakan sudah mendapat konfirmasi dari pencipta lagu – Achmad Sawadi.

Dari situ pun terungkap lagu tersebut diciptakan berdasarkan kisah nyata anak dan perempuan yang 4 tahun lalu menjadi korban poligami serta telah dinikahinya. Keduanya stres dan tak bisa bicara. Walau saat ini ibunya sudah sembuh, anaknya yang sekarang berusia 8 tahun masih bisu. Tetap saja lagu tersebut dinyanyikan oleh anak kecil merupakan salah satu hal yang disayangkan.

“Walaupun kisah nyata, visualisasi dengan lirik tentang perceraian dan dengan bahasa yang kasar jelas melanggar etika dan moral perlindungan anak,” ujar Asrorun,

seperti dikutip dari beritakepo.com

 

Sayangnya hal itu tak sama dengan ibu Nova – anak yang menyanyikan lagu Lelaki Kardus. Menurutnya, yang penting anaknya bernyanyi.

yang penting Nova nyanyi katanya

yang penting Nova nyanyi katanya via www.okterus.com

“Saya mau anak saya bisa bernyanyi,” ujar Nurul – ibunda Nova,

seperti dikutip dari kabarin.co

Kritik-kritik tersebut berbeda dengan pendapat ibunda Nova – Nurul. Menurutnya tak masalah Nova saat itu menyanyikan lagu Lelaki Kardus. Yang penting baginya Nova berkarya dan lagu yang dipermasalahkan itu juga terinspirasi dari kisah nyata. Nova sendiri saat ini berusia 15 tahun, sedangkan video Lelaki Kardus tersebut dibuat dari beberapa tahun lalu. Aktivitas Nova dalam bernyanyi pun sudah sering manggung – biasanya sampai ke Malang. 

Pihak LPA, KPAI, dan Kominfo pun menyayangkannya. Gerakan untuk penyelesaiannya telah dilakukan.

salah satu tindakannya yaitu kirim surat ke YouTube

salah satu tindakannya yaitu kirim surat ke YouTube via www.telegraph.co.uk

“Namun, karena sudah banyak yang meng-copy maka lagu tersebut masih ada di YouTube. Karena itu Kominfo akan mengirim surat ke YouTube untuk menghapus videonya,” ujar Cawidu,

seperti dikutip dari cnnindonesia.com

Bukan hanya netizen saja yang menyayangkannya, namun pihak-pihak seperti LPA, KPAI, dan Kominfo pun demikian. Ismail Cawindu – selaku Kepala Pusat Informasi dan Humas Kementerian Kominfo telah menghubungi Achmad Suwandi (pencipta lagunya). Dari keterangan Ismail, Achmad pun akan menurunkannya dari YouTube. Meski sudah tersebar luas, Kominfo tetap akan mengirim surat ke YouTube untuk menghapus videonya.

Sedangkan LPA menjelaskan kalau video tersebut tak baik bagi anak-anak. Judul lagu, kandungan isi, dan liriknya yang menggunakan kata-kata kasar dapat berpengaruh bagi generasi penerus.

“LPA mengajak semua pihak untuk tidak menyebarluaskan video tersebut dan tidak memberikan komentar yang merendahkan anak-anak, selama video tersebut masih ada di media daring,” ujar Reza Indragiri Amriel  Ketua Bidang Pemenuhan Hak Anak,

seperti dikutip dari cnnindonesia.com 

Bukannya menghalangi kreatifitas anak bangsa, tapi moral generasi penerus juga perlu dijaga.

hadirkan lagu-lagu seperti ini lagi yuk

hadirkan lagu-lagu seperti ini lagi yuk via www.warnai.com

Sah-sah saja menciptakan lagu dari kisah nyata. Jika lagu seperti Lelaki Kardus dinyanyikan oleh orang dewasa tentu tak akan menjadi masalah. Demikian halnya dengan anak kecil yang ingin menunjukkan bakat bernyanyinya, apalagi kalau hal itu memang keinginannya.Tapi sekiranya butuh batasan-batasan tertentu dalam memberi ruang anak di bawah umur untuk berkarya, apalagi mempublikasikannya di depan publik.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya