12 Pengalaman Warganet Belajar Naik Mobil Manual. Niat dan Tekad aja Ternyata Nggak Cukup!

Mempelajari sesuatu memang butuh waktu. Begitu pula dengan belajar naik mobil manual, biasanya membutuhkan proses lebih panjang untuk mahir mengendarainya dibandingkan dengan mobil matic. Apalagi ditambah lagi kita ini adalah manusia, tempatnya salah. Wajar banget kalau sepanjang belajar, banyak hal yang nggak kita ketahui sehingga salah mengoperasikan mesin-mesin di mobil manual.

Seperti pengalaman belajar naik mobil manual yang dialami oleh para warganet Twitter di bawah ini. Cerita-cerita menunjukkan kalau niat dan tekad bulat saja nggak cukup untuk menaklukkan ribetnya mobil manual. Lebih dari itu, mereka butuh mental yang kuat untuk menghadapi omelan dari bapak atau sosok yang sedang mengajari mereka. Berat lah pokoknya!

ADVERTISEMENTS

1. Pertama, mari kenalan dengan si kopling. Komponen mesin yang seketika jadi musuh bebuyutan sejuta umat ketika belajar naik mobil manual

Kopling

Kopling | Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

2. Soalnya, kalau kurang tepat nginjak kopling sedikit aja, dampaknya bisa kemana-mana. Mulai dari mesin mobil mati sampai bikin kaki kram

Kaki kram

Kaki kram | Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

3. Apalagi kalau mesin mobil mati tiba-tiba pas lampu merah. Kebayang kan gimana paniknya diklakson sama kendaraan di belakang. Pokoknya ribet deh!

Diklakson terus

Diklakson terus | Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

4. Bisa dibilang timing mengangkat kopling itu setara dengan pertaruhan hidup dan mati orang-orang yang ada di dalam mobil. Semuanya tergantung sama kemampuan supirnya

Mesin mati

Mesin mati | Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

5. Ketika seorang newbie dituntut untuk jago mainin game kelas pro player. Cocok banget untuk ujian mental yang sesungguhnya

Dipaksa jadi pro player

Dipaksa jadi pro player | Credit: Twitter

ADVERTISEMENTS

6. Selain kopling, omelan bapak ketika mengajari naik mobil juga bikin dag dig dug seeeeer! Udahlah kitanya bingung, si bapak malah teriak-teriak. Sabar atuh, pak~

Diomelin bapak

Diomelin bapak | Credit: Twitter

7. Di masa-masa belajar naik mobil ini, kamu akan melihat bapak sebagai sosok yang berbeda dari sebelumnya. Perasaan sehari-hari bapak nggak segalak ini deh huhu 🙁

Bapak kenapa engkau berbeda

Bapak kenapa engkau berbeda | Credit: Twitter

8. Belajar sesuatu emang butuh perjuangan dan usaha besar. Berkat omelan bapak, kamu jadi mahir naik mobil manual sekaligus bermental baja karena kebal sama teriakan bapak setiap hari

Bermental baja

Bermental baja | Credit: Twitter

9. Wah, kalau ini sih pasti momen belajarnya membekas banget seumur hidup. Karena teriakan bapak, sampai-sampai meragukan status sendiri sebagai anak di tengah keluarga. Tenang-tenang, namanya juga lagi emosi~

Anak tiri

Anak tiri | Credit: Twitter

10. Efek dari omelan bapak ini bisa aja membangun mental si anak. Tapi, ada juga yang langsung pindah haluan ke mobil matic aja. Demi kesehatan jiwa dan telinga, ya hehe

Pindah ke matic

Pindah ke matic | Credit: Twitter

11. Kalau situasinya dibalik, si anak yang ngajarin bapaknya naik mobil manual, bakalan berani ngomel-ngomel nggak ya? Coba simak nasib malang warganet satu ini. Serba salah, cuy!

Ngajarin bapak

Ngajarin bapak | Credit: Twitter

12. Pada akhirnya, belajar mobil manual nggak cuma soal nginjak gas, kopling, rem, dan putar stir. Kamu dituntut untuk bisa menguasai deretan skill dan strategi ini. Pantesan banyak yang mundur teratur~

Paket lengkap

Paket lengkap | Credit: Twitter

Namanya juga belajar, pasti ada salahnya dong. Tapi jangan sampai karena belum mahir mengendarai mobil manual, kamu jadi membahayakan orang dan pengendara sekitar, ya. Bisa-bisa panjang urusannya tuh.

Soal ocehan bapak yang seakan nggak ada habisnya, mungkin memang beliau sebegitu inginnya kamu disiplin dalam berkendara. Makanya nggak heran kalau dia memupuk keberanianmu lewat didikan yang keras. Bukannya membenarkan perilakunya, tapi coba deh pikir-pikir lagi, mungkin aja memang dia lebih sayang mobilnya daripada kamu. Eh?!?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Writing...

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam