Peraturan Aneh yang Wajib Dipatuhi Warga Korut. Nyeleneh Banget!

Peraturan aneh Korut

Baru-baru ini topik seputar Negara Korea Utara yang melarang warganya untuk tertawa selama sebelas hari viral dan ramai jadi perbincangan warganet karena dinilai cukup ‘nyeleneh’. Namun, ternyata pelarangan tersebut dibuat karena akan memasuki masa berkabung untuk mengenang satu dekade wafatnya ayah Kim Jong-un dan Kim Jong-il. Selama masa berkabung, masyarakat nggak diperbolehkan melakukan aktivitas yang sifatnya ‘bersenang-senang’ mulai dari tertawa, minum alkohol, dan juga belanja kebutuhan sehari-hari.

Advertisement

Nggak hanya itu, ternyata Korea Utara masih memiliki beberapa aturan atau kebijakan yang dinilai ‘nyeleneh’ tapi tetap harus dipatuhi oleh warganya. Yuk simak ulasan berikut untuk mengetahui kebijakan dan budaya yang ditetapkan oleh pemerintah Korea Utara.

1. Para penduduk dilarang meninggalkan Korea Utara tanpa izin dari pemerintah setempat

Akses keluar masuk negara | Photo by CardMapr on Unsplash

Masyarakat Korea Utara yang ingin melakukan perjalanan atau liburan ke luar negeri harus mendapatkan izin dari pemerintah. Sulitnya akses ke luar masuk negara membuat banyak masyarakat yang mencoba melarikan diri dari Korea Utara melalui perbatasan. Tetapi, pemerintah juga telah menyiapkan pasukan militer untuk berjaga di area perbatasan yang diberi ranjau.

Masyarakat yang ketahuan melakukan percobaan melarikan diri akan dibawa ke camp kerja paksa atau dieksekusi. Seram juga, ya?

Advertisement

2. Selain itu, penduduk Korea Utara juga nggak boleh melakukan panggilan telepon internasional

Panggilan telepon | Photo by Jim Reardan on Unsplash

Dilansir dari laman Mirror, pemerintah Korea Utara memiliki layanan telepon seluler yang melayani sekitar tiga juta orang. Tetapi, pemerintah melarang penduduknya untuk melakukan panggilan telepon internasional. Pada tahun 2007, terdapat seorang penduduk yang ketahuan melakukan panggilan internasional dan mendapatkan hukuman mati dari pemerintah.

3. Pemerintah Korea Utara juga melarang warganya untuk senyum dan minum alkohol setiap tanggal 8 Juli

Dilarang senyum | Photo by Jim Reardan on Unsplash

Tanggal 8 Juli ditetapkan sebagai hari berkabung nasional untuk mengenang pendiri Korea Utara, yakni Kim Il-sung yang wafat pada tahun 1994. Setiap tanggal tersebut, masyarakat dilarang senyum atau berbicara dengan keras karena dianggap tidak menghormati mantan presiden. Selain itu, beberapa kegiatan masyarakat juga dibatasi pada tanggal ini termasuk melarang mengonsumsi minuman alkohol.

4. Penampilan pun punya aturannya sendiri. Masyarakat Korea Utara dilarang mengenakan pakaian jeans, melakukan tindik dan ada aturan gaya rambut

Dilarang pakai jeans | Photo by lan deng on Unsplash

Pada tahun 2016, Presiden Korea Utara, Kim Jong-un membuat kebijakan yang melarang warganya untuk mengenakan pakaian dari bahan jeans dan dilarang melakukan tindik. Hal ini dilakukan sebagai upaya untuk menghilangkan pengaruh budaya Barat pada masyarakat Korea Utara. Selain itu, pemerintah juga menyediakan pilihan gaya rambut untuk penduduk, yakni 18 pilihan untuk wanita dan 10 pilihan gaya rambut untuk pria.

Advertisement

5. Masyarakat juga nggak bisa bebas memilih pekerjaan dan tempat tinggal karena telah diatur oleh pemerintah

Pekerjaan dan tempat tinggal | Photo by Uta Scholl on Unsplash

Masyarakat Korea Utara juga nggak bisa bebas memilih pekerjaan karena pemerintah telah mengatur pekerjaan untuk setiap orang sesuai dengan kebutuhan negara. Selain itu, para penduduk juga nggak bisa memilih tempat tinggal karena pemerintah telah mengatur tempat tinggal setiap orang berdasarkan kelas sosial. Penduduk bisa pindah ke ibukota Pyongyang jika mendapatkan izin dari pemerintah. Berat juga jadi penduduk di sana :”)

6. Kalau terjadi kebakaran, penduduk setempat juga wajib mengutamakan menyelamatkan foto pemimpin Korea Utara yang dipajang di setiap rumah penduduk

Pajang foto pemimpin negara | Credit via Wikimedia Commons

Setiap rumah di Korea Utara harus memajang foto para pemimpin Korea Utara mulai dari foto Kim Il-sung hingga Kim Il-sung yang merupakan kakek dan ayah dari Kim Jong-un. Dilansir dari laman Mirror, jika terjadi kebakaran, para penduduk harus menyelamatkan foto para pemimpin terlebih dahulu, bahkan sebelum anggota keluarganya sendiri. Pada awal tahun 2020, ada seorang ibu yang dipenjara karena memilih menyelamatkan sang anak daripada foto tersebut.

7. Terakhir, pemerintah Korea Utara juga melarang masyarakat melipat koran

Dilarang lipat koran | Photo by Claudio Schwarz on Unsplash

Sama seperti foto para pemimpin yang harus dipajang di setiap rumah penduduk, pemerintah Korea Utara juga menyisipkan foto para pemimpinnya di koran sehingga masyarakat setempat juga nggak diperbolehkan untuk melipatnya karena dianggap nggak sopan.

Ternyata beberapa kebijakan yang dibuat oleh pemerintah Korea Utara cukup ketat, ya. Kalau begini sih dijamin para penduduk nggak akan menemukan tetangga yang hobi dangdutan keras-keras dan parkir mobil sembarangan.

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE