PDKT alias pendekatan adalah proses yang wajib kamu lalui sebelum akhirnya bergerak ke arah pacaran. Beberapa orang mungkin mulus-mulus aja melewati proses yang satu ini. Tapi ga sedikit loh yang gigit jari (atit dong) karena gagal merebut hati sang gebetan. Ada yang ditolak atau digantung gitu aja. Bahkan sebagian kamu mengalaminya sampai berkali-kali.

Tapi yang paling merana dari semua golongan ini adalah dia yang PMDK. PDKT Mulu, Dapet Kagak. Nah, kamu para pejuang PMDK pasti paham betul hal-hal berikut ini.

1. Suatu ketika kamu yang cukup lama sendiri, bertemu dengannya. Saat itu juga kamu jatuh cinta padanya di pandangan pertama.

Ga gini juga sih… via musmus.me

Suatu ketika di malam minggu kamu bertemu dengannya. Di kafe tempat kamu dan sohibmu biasa kongkow. Kamu lihat dia yang berambut sebahu dan parasnya ayu. Jatuh cinta pada pandangan pertama. Pacaran adalah hal yang paling ga penting buatmu. Tapi cinta bikin duniamu jungkir balik, detik itu kamu pingin banget milikin dia.

2. Kamu pun mulai itung kancing (karena ga ada kembang waktu itu), ajak kenalan ga yah? Kamu yang masih ragu memutuskan nanti lagi deh.

Pinginnya sih nyamperin kamu, biar bisa ngobrol gini. via 5aussiekangaroos.tumblr.com

Advertisement

Kamu udah ga mudeng lagi dengan obrolan teman-temanmu. Bergerak ke arahnya dan ajak kenalan adalah hal yang paling ingin kamu lakukan saat itu. Dan kamu pun mulai itung kancing. Ajak-enggak-ajak-engga-ajak. Duh, tapi kamu ragu. Karena dia juga keliatan lagi asyik ngobrol bareng temen genk-nya. Nanti lagi, deh.

3. Duh, jatuh cinta emang bikin gelisah yah. Apalagi kamu masih penasaran sama sosoknya. Kamu pun memutuskan curcol ke temenmu.

Tuh, harusnya kamu langsung ambil kesempatan kenalan. Dari pada nyesel. via www.ceritamu.com

Sepulangnya kamu dari kafe, kamu masih kepikiran sama wajahnya yang ayu. Ngerasa nyesel banget kenapa tadi kamu ga ajak dia kenalan aja. Penasaran banget siapa namanya, pokoknya pingin tahu lebih banyak soal doi. Besoknya, karena udah ga kuat sama kegelisahan cinta ini, kamu pun memutuskan curcol ke sohibmu.

4. Beruntung banget ternyata temanmu kenal sama dia. Wah, kamu pun ga mau lagi menghilangkan kesempatan. Langsung minta nomornya dong!

OOOh, si itu. Yang rambutnya sebahu itu kan? Rada manis kan orangnya?

Itu mah gue kenal, cuy! Dia itu sepupu kakak iparnya temennya temen gue.

-.-

Sepertinya takdir emang lagi di pihak kamu. Buktinya ternyata sohibmu kenal sama dia. Langsung deh kamu add WA-nya, ga mau menyia-nyiakan kesempatan lagi. Satu jam, dua jam, kamu nunggu si dia accept. Sabar, mungkin dia lagi sibuk aja.

5. Bak gayung bersambut, si dia pun menerima permintaan pertemanan dari kamu. Kamu tancap gas deh melancarkan aksi pendekatan.

Mulai melancarkan aksi PDKT.. via simomot.com

Akhirnya setelah menunggu setengah hari, dia pun menerima permintaan pertemananmu. Kamu senang bukan main. Saatnya kamu tancap gas melakukan aksi pendekatan yang dimulai dengan ucapan terima kasih udah di accept. Terus kenalan deh. Lalu basa-basi yang diselingi dengan kode seputar pertanyaan apakah dia masih available atau engga. Dan…Yes! Dia juga masih single, baru putus 6 bulan lalu.

6. Sama-sama single, bikin kamu optimis buat ngajak dia jalan. Perasaan campur aduk, antara senang dan deg-degan.

Kamu beli baju baru biar terlihat kece kaya doi. via www.philstar.com

Ogah dicap pengecut, kamu lantas beraniin diri buat ajak dia jalan. Selagi sama-sama single, kenapa engga? Siap-siap deh tampil kece, sampai beli parfum dan T-Shirt baru segala. Bahkan sobatmu sampai geleng-geleng kepala. Ga papah, demi mengejar cinta. Beberapa jam sebelum jalan kamu excited sekaligus dek-dekan. Maklum, udah lama ga kencan (eaaa!).

7. Okey, pertama kalinya jalan not too bad -lah. Kayanya dia nyaman-nyaman aja sama kamu. Obrolan juga lumayan nyambung.

Kencan pertama sama dia, nonton bioskop… via uri-kpop-gifgarden.tumblr.com

Kamu dan dia yang sama-sama suka film, memutuskan untuk nonton bioskop sebagai kencan pertama kalian. Film sci-fi terbaru biar seru. So far, di kencan pertama ini not too bad lah ya. Kamu ngerasa obrolan kalian lumayan nyambung dan dia kayanya nyaman sama kamu. Walau latar belakang pendidikan kalian beda, tapi kalian punya interest yang sama. Makin klop deh dengan si dia (ihiiiiw!).

8. Setelahnya kamu pun jadi lebih sering ngasih kabar ke dia. Komunikasi juga jadi lebih intens. Bahkan jalan di malam mingguan resmi jadi jadwal tetap kalian.

Malam minggu jadi jadwal resmi kalian jalan via koolimagesgallery.blogspot.com

Setelah kencan pertama itu kamu jadi lebih intens berkomunikasi sama dia. Bertukar kabar layaknya orang pacaran, cuma minus panggilan sayang. Jadi sering jemput dia juga. Bahkan jalan di malam mingguan resmi jadi jadwal tetap kalian. Kadang nonton, makan di pinggir jalan, nganterin dia beli baju, nungguin dia nyalon, sampai mampir ke pet shop buat beli makanan kucing punya dia. Hubungan kalian udah makin lengket ya.

9. Kamu yang mulai optimis mulai merencanakan penembakan. Dinner romantis atau ajak dia ke bukit cinta sambil melihat bintang berdua. Waaah, ga sabar rasanya!

Kamu berencana nembak dia di bukit romantis ini.

Dengan segala tanda-tanda kenyamanan itu kamu pun mulai merencanakan penembakan. Kamu yakin dia juga merasakan perasaan yang serupa. Kamu optimis bakal diterima sama dia. Teman kalian masing-masing juga mendukung banget hubungan kalian ini. Saatnya menyiapkan tempatnya, di mana yah? Dinner romantis aja kali ya? Atau nembak di bukit yang bisa liat bintang berdua?

10. Hari H pun tiba. Kamu punya setumpuk harap untuk bisa jadi pacarnya. Di tempat yang udah kamu rencanakan dengan sempurna. Sayangnya…. jawabannya adalah maaf

Puk-puk… via twitter.com

Tibalah hari H. Kamu lancarkan aksi basa-basi dahulu. Lalu mulai mengarah ke kalimat itu. Ya ampun kenapa ya bibir serasa beku (salah sendiri nembak malem-malem di bukit abis ujan :P)? Akhirnya, satu kalimat tanya sakral itu berhasil kamu lontarkan. Sebisa mungkin kamu mencoba mengatur napas, menunggu jawabannya. 1 menit.. 2 menit…8.. oke sekarang menit ke 14. Dan, sayangnya dia bilang maaf! Maaf aku ga bisa.

11. Rasanya kamu pingin pura-pura mati mendengar kamu ditolak! Tapi alasannya apa? Padahal kayaknya selama ini dia nyaman-nyaman aja sama kamu.

Asal jangan ini aja alasannya. via www.brilio.net

Mendengar jawabannya yang menohok ulu hatimu, rasanya kamu pingin pura-pura mati aja. Pertanyaan besarnya adalah apa alasannya? Kenapa? Beragam pertanyaan memenuhi benakmu. Yang dia bilang hanya maaf. Ga ada penjelasan lagi. Okey, dari pada suasana semakin canggung dan saling diam, kamu pun mengajaknya pulang. Sampai rumah kamu mandi pakai air es (ini desprate-nya tingkat dewa)!

12. Walau sakit, kamu tetap berusaha berpikir positif. Kamu pun mulai berpikir kalau dia lebih nyaman berteman aja sama kamu.

Dia lebih nyaman untuk temanan aja sama kamu. via andrikirollercoasterride.tumblr.com

Kamu berusaha untuk berpikir positif. Yaudah mungkin dia emang lebih nyaman berteman aja sama kamu. Mungkin baginya kamu teman cerita yang asyik, partner jalan yang gokil, dan enak diajak bercanda.

13. Atau dia emang belum siap komitmen. Okey, ga papa. Kamu pun memutuskan untuk tetap menunggu sampai dia siap. Pelan-pelan saja.

Mungkin dia belum siap komitmen.. via favim.com

Mungkin dia belum siap berkomitmen (lagi). Bisa jadi dia trauma untuk membangun sebuah komitmen karena putus dengan mantannya begitu menyakitkan. Okey, ga papah, kamu siap menunggunya sampai dia siap. PDKT lagi secara pelan-pelan ga disalahkan kok. Asal caranya ga maksa dan adem ayem sih ga masalah.

14. Mungkin kalau alasannya dia masih sayang sama mantannya, baiknya kamu mundur saja.

Semua yang ku rasa kini

Tak berubah sejak dia pergi

Maafkanlah ku hanya ingin sendiri ku di sini..

Nah, kalau ternyata terkuak alasannya menolak kamu karena dia masih sayang sama mantannya, yaudah. Baiknya kamu mundur aja. Kalau alasan yang satu ini menyangkut perasaan, jadi kamu ga bisa memaksanya untuk memilih kamu. Lagi, kamu mau pacaran sama dia tapi hatinya ga buat kamu (eaaa!)?

15. Sebagian kamu para pejuang PMDK yang masuk kategori gigih, percaya banget istilah mati satu tumbuh seribu. Kamu pun mulai tebar jaring dengan deketin yang lain.

Fine, kamu pun mulai melupakan si dia. Mulai beralih ke yang lain. Ini biasanya khusus buatmu yang pejuang PMDK yang gigih. Tebar jaring deketin yang lain. Mati satu tumbuh seribu dong! Salut deh sama kamu. Kamu emang tipe yang ga mudah menyerah dalam mencari cinta.

16. Sayangnya hal serupa kembali terulang. Kamu pun bertanya, kenapa gue selalu ditolak? Sabar sob, mungkin kamu emang ga ditakdirkan untuk pacaran. Karena nanti dimarahin Tuhan.

Bisa jadi ditolak terus emang takdirmu. Lagian bener kata Anang, jangan sembarang pacaran nanti dimarahin Tuhan. via www.zonakamu.com

Puk-puk.. Sayangnya ditolak kembali terulang (ouuuuuu). Sabar sob, mungkin emang belum jodoh. Atau emang kamu ga ditakdirkan pacaran? Iya, ‘kan bener kata Aurel ama Anang. Nanti dimarahin Tuhan…

17. Terus gue ngapain di saat yang lain malam mingguan? Tenang, ‘kan kamu bisa ngikutin saran di bawah ini.

Mending kamu guling-gulingan aja.. :p via katagalaubagus.blogspot.com

Hhhh. Jangan dipikirin yah. Puk-puk. Kalau ternyata kisah cintamu selalu berakhir dengan title PMDK, setidaknya kamu harus tetap bersyukur. Tetap jadi jomblo itu nikmat kok. Iya, pintar-pintar kamu aja nikmatin kesendirian. Dan curhatin aja segala yang kamu rasa ke @migmegalau

Janganlah berlarut-larut tenggelam dalam keterpurukan cinta, selama pucuk harum masih 3500 dan pop mie gampang diseduh! Apa lagi yang mesti kamu sedihkan 😛 ?