Rekomendasi Film Horor Tanpa Jumpscare, Dijamin Tetap Menakutkan!

Sebagai pecinta film horor, kamu pasti sudah nggak asing dengan adegan jumpscare. Biasanya di dalam adegan film horor selalu diiringi dengan kejutan-kejutan baik berupa visual maupun audio. Itulah yang dinamakan  jumpscare. Teknik jumpscare merupakan teknik yang biasa digunakan dalam pembuatan film horor. Tujuannya adalah agar film tersebut terlihat lebih seram dan bisa menakuti penonton.

Namun bagi penikmat film terutama horor, teknik jumpscare dianggap sudah terlalu kuno karena hanya mengandalkan sesuatu yang membuat deg-degan dan terkejut semata. Banyak orang yang mengkritisi teknik ini dan perlu adanya ide dan variasi bagi sineas film ketika membuat film horor. Selain itu, teknik jumpscare sudah dianggap tidak menakutkan lagi bagi mereka yang benar-benar butuh adrenalin lebih ketika menonton film horor.

Atas dasar itu, para produser dan sutradara film banyak yang telah meninggalkan teknik jumpscare ini. Mereka lebih mengunggulkan pengamatan dan rasa dari penonton sehingga muncul ketakukan yang alami ketika menonton film horor. Berikut ini merupakan 7 rekomendasi film horor tanpa jumpscare tapi tetap menakutkan yang bisa SoHip tonton.

ADVERTISEMENTS

1. Midsommar (2019)

Midsommar (2019) | Credit: IMDb

Midsommar (2019) | Credit: IMDb

Midsommar menjadi film horor yang berbeda dengan genre horor lainnya. Film yang telah meninggalkan teknik jumpscare ini menggunakan latar tempat yang berbeda. Biasanya film horor identik dengan suasana gelap dan mencekam, Midsommar hadir dengan latar di bawah langit yang cerah. Waktu yang ditampilkan dalam setiap adegan film Midsommar juga kebanyakan pagi hari. Namun, tetap bisa menampilkan kesan yang menyeramkan dan menakutkan.

Film ini menceritakan bahwa di suatu daerah tertentu para penghuninya menganut sekte atau keyakinan tertentu. Mereka tergabung dalam komunitas religi yang mengerikan. Dalam perjalanannya, film ini berisi kelompok manusia dengan perilaku dan gaya hidup berdasarkan kepercayaan yang ekstrem. Kepercayaan tersebut pada akhirnya membuat setiap orang merasa ada yang salah dalam diri dan perilakunya selama ini.

ADVERTISEMENTS

2. Annihilation (2018)

Annihilation (2018) | Credit: IMDb

Annihilation (2018) | Credit: IMDb

Annihilation hadir mewakili film horor dengan genre sci-fi horror. Film ini merupakan adaptasi dari novel laris karya Jeff VanderMeer dengan judul yang sama. Annihilation menceritakan tentang seorang wanita yang memendam rasa menyesal dan bersalahnya kepada suaminya yang telah meninggal. Sebelumnya, sang suami sedang menjalankan suatu misi namun gagal dan harus kehilangan nyawa.

Demi mengobati rasa bersalahnya, wanita tersebut mengambil alih misi dari suaminya guna menemukan jawaban atas pertanyaan dan rasa penasarannya selama ini. Annihilation menggunakan tampilan visual yang modern dan juga menarik. Tanpa audio yang membuat kaget, nyatanya film ini masih memberikan kesan menyeramkan bagi siapa pun yang menontonnya.

ADVERTISEMENTS

3. The Witch (2015)

The Witch (2015) | Credit: IMDb

The Witch (2015) | Credit: IMDb

The Witch merupakan salah satu film horor di era modern selanjutnya. Mengisahkan tentang suatu keluarga yang tengah bersembunyi dan mengasingkan diri. Keluarga tersebut tiba di sebuah hutan yang terkenal sakral dan angker. Adegan demi adegan yang menampilkan keseharian dalam keluarga ini dikelilingi oleh ter*r tak terlihat yang menakutkan. Rupanya ter*r tersebut berasal dari penyihir yang berada di hutan tersebut.

ADVERTISEMENTS

4. A Girl Walks Home Alone at Night (2014)

A Girl Walks Home Alone at Night (2014) | Credit: IMDb

A Girl Walks Home Alone at Night (2014) | Credit: IMDb

Film berbahasa Persia ini merupakan film pertama yang menggunakan latar negara Iran. Mengusung tema vampir, A Girl Walks Home Alone at Night rupanya berbeda dengan film dengan tema yang sama. Vampir tersebut ternyata adalah seorang perempuan yang selalu keliling di jalanan kota menggunakan skateboard miliknya. Dia mengincar para pria hidung belang yang selalu mengganggu wanita di sana. Film ini menyuguhkan adegan yang menegangkan tanpa perlu audio maupun visual khas jumpscare.

ADVERTISEMENTS

5. The Orphanage (El Orfanato) (2007)

The Orphanage (El Orfanato) (2007) | Credit: IMDb

The Orphanage (El Orfanato) (2007) | Credit: IMDb

Film El Orfanato atau yang biasa dikenal dengan The Orphanage yang dirilis pada tahun 2007 ini merupakan film horor selanjutnya yang tidak menggunakan teknik jumpscare namun tetap bisa membuat merinding bagi siapapun yang menyaksikannya. Menceritakan tentang seorang wanita bernama Laura yang membangun kembali panti asuhan setelah lama terbengkalai. Namun, panti asuhan tersebut ternyata menyimpan banyak misteri dan ingin membagi kisahnya kepada Laura.

ADVERTISEMENTS

6. Zodiac (2007)

Zodiac (2007) | Credit: IMDb

Zodiac (2007) | Credit: IMDb

Zodiac merupakan film yang terinsiparsi dari kisah nyata. Film ini menceritakan tentang kejadian pembunuhan yang terjadi di San Fransisco sekitar tahun 1960-1970. Kasus pembunuhan itu mencuat karena pelaku sering mengirimkan surat yang berisi ter*r pembunuhan ke media massa di sana. Film yang mengusung tema misteri kriminal ini mengandalkan suasana yang mencekam dan bisa bikin SoHip tetap meringis ketakutan.

7. The Blair Witch Project (1999)

The Blair Witch Project (1999) | Credit: IMDb

The Blair Witch Project (1999) | Credit: IMDb

Film horor klasik yang masih layak ditonton di zaman sekarang adalah The Blair Witch Project. Film yang dirilis pada tahun 1999 ini merupakan pelopor film dengan tema found footage horror. Film dokumenter ini berisi rekaman amatir yang menceritakan tentang sekelompok pemuda dan pemudi yang sedang melakukan sebuah perjalanan investigasi tentang keberadaan seorang penyihir di daerah Maryland. Dalam perjalannya, ter*r demi ter*r mengancam satu per satu dari mereka hingga timbul rasa takut yang semakin menjadi setiap waktunya.

Gimana SoHip tertarik menonton salah satu film horor di atas?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

"Jangan bosan jadi orang baik."

Editor

Kadang menulis, kadang bercocok tanam