Review Film Army of The Thieves: Bukan Sekadar Merampok Demi Uang dan Kekayaan

Review Army of the Thieves

7.5/10

"Army of The Thieves" menjadi film spin-off yang jauh lebih baik dari film "Army of The Dead". Kisah pembobolan 3 brangkas legendaris oleh lima orang perampok professional jadi sesuatu yang menarik, menegangkan, dramatis dan juga lucu dalam satu waktu.

Film aksi bertemakan cerita perampokan merupakan salah satu genre film yang paling disenangi oleh para penonton film. Aksi menegangkan, kecerdasan dan hal-hal mustahil dalam melakukan perampokan bank tentu saja jadi tontonan yang sangat-sangat menggairahkan. Baru-baru ini, Netflix merilis sebuah film perampokan yang merupakan spin-off dari film zombie “Army of The Dead” ciptaan Zack Snyder.

Advertisement

Film perampokan ini berjudul “Army of The Thieves”. Film ini masih diproduseri oleh Zack Snyder namun digarap oleh sutradara Matthias Schweighöfer. Matthias juga kembali memerankan tokoh dalam film “Army of The Dead” yakni Ludwig Dieter. Bedanya, Matthias kini menjadi tokoh utama dalam film “Army of The Thives”. Kali ini, Hipwee Hiburan berkesempatan untuk mengulas film yang tayang di Netflix ini. Apakah filmnya bagus dan layak untuk ditonton? Daripada penasaran, langsung simak aja ulasan kami di bawah ini!

“Army of The Thieves” punya cerita perampokan yang dramatis, menegangkan, lucu dan mengalir. Hasilnya, film ini nggak membuat kita bosan karena ceritanya yang ringan tapi tetap keren!

Cerita Army of The Thieves/Credit: IMDb

Saat perilisan film “Army of The Dead”, banyak penonton dan kritikus yang memberikan nilai kurang baik. Menurut para kritikus, film garapan Zack Snyder tersebut terlalu panjang dan membosankan. Satu-satunya hal yang menarik adalah semesta zombie dan kemunculan beragam zombie-zombie unik yang belum pernah kita lihat sebelumnya dalam film zombie manapun.

Berbeda dengan film pendahulunya, kali ini “Army of The Thieves” menghadirkan cerita yang jauh lebih masuk akal dan sangat menarik. Sebagai film spin-off, tentu saja masih  ada unsur zombie dalam film ini meski hanya sedikit. Film ini lebih menyoroti kehidupan tokoh Ludwig Dieter alias Sebastian yang merupakan seorang pembobol brangkas dengan kemampuan yang sangat luar biasa hebat. Dalam film ini, Ludwig bergabung dengan sebuah tim perampok Internasional dan berencana untuk membobol 3 brangkas legendaris buatan Hans Wagner.

Advertisement

Dalam proses pembobolan brangkas legendaris dan ketat tersebut, tentu ada banyak kejadian yang sangat seru. Dari mulai drama cinta, komedi dan juga penggambaran bagaimana kehidupan seorang pembobol brangkas. Dengan durasi kurang lebih dua jam, film ini secara padat memberikan kisah perampok yang sangat seru, menegangkan, lucu dan romantis. Film ini jauh dari kata membosankan karena ceritanya yang memang menarik. Kamu pasti bakal ngerti kalau sudah nonton filmnya~

Visual dari brangkas dan detil saat pembobolan membuat film ini sangat berbeda dengan film perampokan lain. Pemilihan kostum yang dipakai para pemain juga sangat cocok dan berkesan bagi penonton

Visual Army of The Thieves/Credit: IMDb

Selain ceritanya yang sangat menarik karena membahas perampokan yang mustahil, visual dalam film ini juga sangat mendukung. Sinematografi dan detil-detil pengambilan gambarnya terasa begitu mengalir dan enak untuk kita ikuti. Editing dan pewarnaannya juga sangat sesuai dengan mood adegan yang ingin dibangun film ini sendiri. Selain itu, kostum serta riasan dalam film ini begitu total apalagi untuk tokoh Gwendoline yang diperankan Nathalie Emmanuel.

Namun dari semua yang telah disebutkan di atas, hal yang paling menonjol dari film “Army of The Thieves” adalah penggambaran detil brangkas saat proses pembobolan terjadi. Mekanisme kunci di dalam brangkas diperlihatkan secara mendetil. Saat tokoh utamanya Sebastian mencoba membobol brangkas, rasanya kita bisa ikut merasakan bagaimana brangkas tersebut bekerja. Detil ini juga tambah menarik dengan cerita dan sejarah dari masing-masing brangkas yang dibongkar. Pokoknya tiga brangkas ini jadi nilai plus sendiri deh. Apalagi desain bentuk brangkasnya beda-beda dan punya keunikan tersendiri. Tim propertinya total banget deh!

Advertisement

Meski ceritanya menarik, pembangunan 5 tokoh utama dalam film ini kurang maksimal. Latar belakang setiap tokoh kurang dieksplorasi sehingga membuatnya nggak berkesan

Tokoh-tokoh dalam film Army of The Thieves/Credit: IMDb

Terakhir, kita akan membahas kekurangan dalam film ini. Sebenarnya film ini akan sangat bagus kalau saja pembangunan karatker dan latar belakang 5 orang perampok dalam “Army of the Thieves” lebih dieksplorasi. Jadi dalam film ini Ludwig bukan satu-satunya orang yang andil dalam melakukan perampokan tersebut. Ludwig adalah tokoh utama yang bertugas dan punya kemampuan membobol brangkas. Lalu ada tokoh Gwendoline yang merupakan ahli perencanaan, penyamaran dan pencurian langsung (pickpocketing). Kemudian tokoh Rolph sang ahli berkendara mobil, Brad Cage yang merupakan ahli bertarung dan terakhir Korina sang ahli keamanan alias hacker.

Sebenarnya 5 tokoh ini bisa mendapatkan ceritanya masing-masing dengan cukup. Namun entah mengapa sang sutradara atau penulis naskah ini hanya berfokus pada cerita tokoh Ludwig saja. Meskipun ada latar belakang untuk tokoh lain tapi sangat minim. Terlepas dari itu, kekurangan ini cukup tertutup oleh cerita dan visualnya. Kalau saja pembangunan karakter ini maksimal, mungkin “Army of The Thieves” mampu menjadi film perampokan terbaik dan berbeda dengan film sejenisnya.

Nah itu dia ulasan Hipwee Hiburan untuk film “Army of The Thieves”. Buat kamu yang penasaran dengan film ini kamu bisa menontonnya langsung di kanal streaming Netflix. Langsung meluncur aja~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

CLOSE