Review Serial “Emily in Paris” Season 1: Kisah Anak Marketing yang Hidupnya Mujur

Review Emily in Paris

7.5/10

Mengangkat kisah drama komedi romantis, ada banyak pelajaran unik tentang percintaan dalam Emily in Paris

Belum lama ini, Netflix secara resmi membagikan cuplikan adegan serta tanggal rilis serial televisi “Emily in Paris” season kedua. Trailer tersebut memperlihatkan kehidupan Emily yang diperankan oleh Lili Collins saat berada di Saint Tropez, Prancis bersama kedua temannya. Di akhir video, muncul tagline film “Your French holiday awaits!” sekaligus jadwal tayang perdananya pada Desember mendatang.

Advertisement

Tertarik untuk menonton “Emily in Paris 2” tak lengkap jika belum melihat musim sebelumnya. Nah, biar sobat Hipwee ada gambaran tentang apa serial ini sampai mengeluarkan season keduanya, yuk simak ulasan dari Hipwee Hiburan tentang “Emily in Paris 1” yang sudah tayang perdana pada Oktober tahun lalu!

Serial “Emily in Paris” musim pertama menceritakan tentang kehidupan karyawan agensi marketing muda yang pemberani dan pantang menyerah

Emily si karyawan baru | Credit: IMDb

Muda, pemberani, dan pantang menyerah adalah karakter yang dibangun oleh Lily Collins dalam memerankan diri sebagai Emily. Keberanian membawanya untuk pindah ke Paris, menggantikan bos-nya di Chicago bekerja di sebuah perusahaan agensi marketing atau pemasaran produk merek mewah. Meski tanpa kemampuan bahasa Perancis yang memadai, Emily mantap berpindah dari kota metropolitan New York ke kota paling romantis di dunia. Maka, berangkatlah Emily ke Paris untuk bekerja tanpa pengetahuan tentang kultur dan bahasa yang cukup alias modal nekat.

Teman kantor Emily di Paris | Credit: IMDb

Memang dasarnya si Emily digambarkan sebagai anak yang beruntung, kehidupannya di Paris sebenarnya nggak merana banget. Meski harus putus dengan kekasihnya karena sulit menjalani long distance relationships  alias hubungan jarak jauh, nyatanya Emily tetap bisa hidup dan menikmati kehidupannya selama bekerja di Paris. Tapi keberuntungan yang didapatkan gadis muda itu juga didukung dengan karakter pantang menyerah yang dimilikinya. Misalnya, ketika teman-teman Emily di kantor baru merasa ia terlalu workaholic, berbeda dengan kultur orang Paris.

Advertisement

Menampilkan karakter utama yang kuat dan mau terbuka untuk belajar serta mudah memberikan gagasan ide segar

Emily dan sahabat barunya, Mindy | Credit: IMDb

Menjadi seorang anak marketing atau pemasaran harus memiliki komunikasi yang baik. Melalui serial ini, hal itu ditunjukkan dari karakter Emily yang easy going atau mudah bergaul. Ketika bertemu Mindy Chen yang diperankan oleh Ashley Park, Emily bisa langsung membangun kedekatan dan berakhir menjadi sahabat. Selain itu, serial yang memiliki 10 episode dengan masing-masing durasi 30 menit ini, juga menampilkan bagaimana sifat friendly Emily mampu membuatnya menarik hati para klien perusahaan. Ibaratnya seperti jalan tol, melaju terus tanpa hambatan yang berarti. Karena setiap kali Emily menawarkan ide, klien perusahaannya menyetujui.

Menunjukkan diri bahwa putus cinta ataupun memiliki kisah asmara menyedihkan tidak lantas langsung menyerah pada hidup

Emily dan Gabriel | Credit: IMDb

Setelah putus dengan kekasihnya yang berada di New York, Emily mulai semakin tertarik dengan Gabriel. Diperankan oleh Lucas Bravo, Gabriel merupakan sosok karismatik sekaligus seorang koki handal yang tinggal bertetangga dengan Emily. Proses hubungan kedekatan mereka mengalami pasang surut hingga pada akhirnya harus berakhir renggang. Meski begitu, Emily tetap fokus pada karirnya dan menunjukkan kinerja total.

Seringkali memiliki hubungan putus-nyambung yang singkat, Emily tetap tidak patah semangat untuk mendapatkan pasangan. Pesona-nya dalam film membuat perannya juga digambarkan sebagai seorang perempuan menarik yang bisa membuat banyak pria terpikat. Proses mencari pasangan ini juga menampilkan sisi adegan absurd yang tentunya bisa membuat kamu tertawa lo!

Advertisement

Mengangkat genre drama komedi romantis, konflik dalam serial ini terasa ringan tetapi tetap menyenangkan karena memiliki nuansa yang ceria. Bahkan, bisa sekaligus belajar bahasa Perancis!

Emily dalam perdebatan | Credit: IMDb

Seperti judulnya, serial ini berkutat pada kehidupan Emily di Paris dan kesulitannya dalam berbahasa Perancis. Konflik yang disajikan pun terasa ringan, karena memiliki penyelesaian masalah yang cepat disetiap episodenya. Mulai dari kisah ambisius Emily yang bahagia dalam mengejar karir hingga cerita absurdnya selama proses mencari pasangan akan membuat kamu terhibur.

Mungkin karena hanya berdurasi 30 menit, “Emily in Paris” musim pertama ini juga menjadi tontonan yang cocok sebagai hiburan melepas penat. Selain itu, selingan bahasa Perancis yang sering diucapkan oleh tiap tokoh dalam serial ini juga bisa membuat kamu belajar bahasa Perancis bersama kegigihan Emily untuk mempelajarinya lo.

Sajian alur cerita dari tiap episode “Emily in Paris” pertama menunjukkan kehidupan anak muda yang begitu penuh semangat dengan pekerjaan yang dimilikinya. Tidak memiliki hambatan pekerjaan yang berat, membuat Emily disebut sebagai seorang anak agensi yang mujur, bisa bersenang-senang sembari bekerja. Kalau kata kebanyakan orang, “hidup senang dengan hobi yang dibayar.” Hmm, kapan, ya?

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

CLOSE