Review Single Terbaru Endah N Rhesa “Di Ujung Pelangi”. Minimalis dan Manis Seperti Biasanya

Review single Endah N Rhesa Di Ujung Pelangi

8/10

Melalui lagu "Di Ujung Pelangi" Endah N Rhesa tidak berusaha berpuisi, seperti sering dilakukan mereka yang mencoba mencapai keindahan pada lirik berbahasa Indonesia. Musik yang ditawarkan terus terang, begitu pula lirik yang tak menyisakan ruang untuk pendengar memperdebatkan makna.

Pelangi merupakan salah satu fenomena meteorologi yang tidak hanya indah, tetapi juga spesial. Setidaknya untuk mereka yang pernah terkesima dan percaya bahwa pelangi merupakan jembatan antara kayangan dan bumi, tempat di mana para bidadari bisa turun menumpang mandi.

Advertisement

Keindahan dan pesona yang dipancarkan pelangi tidak hanya membangkitkan imajinasi anak-anak. W.S. Rendra dalam “Sajak Ibunda” menuliskan pelangi seindah wajah dan rambut seorang ibu. Chairil Anwar dalam “Sajak Putih” mengibaratkan warna pelangi sebagai hati yang kasmaran.

Tafsir atas keindahan pelangi juga bisa kita temukan dalam banyak karya musik. Sebut saja di antaranya judul “Somewhere Over the Rainbow” milik Judy Garland yang telah digubah banyak musisi dunia, “Pelangi di Matamu” milik Jamrud yang jadi andalan gitaris tongkrongan, atau “Di Ujung Pelangi” milik duo Endah N Rhesa yang akan Hipwee Hiburan ulas kali ini.

Lagu “Di Ujung Pelangi” dibawakan dengan skillfull tetapi tidak njelimet

Satu hal yang menarik dari karya-karya Endah N Rhesa adalah ringan didengar telinga. Hal ini tampaknya belum akan berubah karena single “Di Ujung Pelangi” yang dirilis 20 Mei lalu masih seperti itu. Kali pertama memutar judul ini, bibir langsung bisa bergumam selaras dengan musik. Putaran kedua, sebagian lirik menancap dalam ingatan dan bibir bisa mulai bersenandung.

Advertisement

Kesederhanaan yang membuat karya Endah N Rhesa easy listening ini salah satunya dipengaruhi instrumen yang digunakan. Sebagaimana diketahui, duo ini hanya mengandalkan gitar yang disandang Endah dan bas yang dipanggul Rhesa. Sesekali, seperti pada lagu “Di Ujung Pelangi”, drum machine ambil bagian menyemarakkan parade kata-kata yang keluar dari mulut Endah.

Saya tidak bilang bahwa gitar dan bas adalah instrumen yang sederhana untuk dimainkan. Hanya saja, format akustik seperti ini relatif ramah ditangkap telinga. Soal skill bermain saya tidak ambil pusing. Sejauh musik sampai dengan syahdu di telinga, teknik bukan soal. Band urakan Teenage Death Star yang mengusung semboyan “Skill Is Dead” saja bagi saya harmoni.

Salah satu lagu berbahasa Indonesia Endah N Rhesa yang indah tanpa tendensi berpuisi

Advertisement

Kembali ke duo suami istri Endah N Rhesa. Lagu “Di Ujung Pelangi” digarap bertempo sedang, dengan sisipan dentingan dawai gitar yang sesaat melamunkan pendengar. Adalah kekuatan penulisan lirik yang bikin pendengar tidak akan jatuh dalam lamunan panjang.

Endah merupakan satu dari sekian banyak penulis lirik Indonesia yang berhasil mencoba menulis lirik berbahasa Indonesia dengan baik. Saya sebut mencoba karena dari lima album sebelumnya, hanya album Seluas Harapan (2015) yang secara penuh lahir dengan lirik berbahasa Indonesia.

Dua single terakhir Endah N Rhesa, “Pulang ke Pamulang” dan “Di Ujung Pelangi”, menurut saya memiliki kekuatan lirik yang sama sebagaimana ketika Endah menulis dalam bahasa Inggris. Pada lagu “Di Ujung Pelangi” ini Endah tidak berusaha berpuisi, seperti sering dilakukan mereka yang mencoba mencapai keindahan pada lirik berbahasa Indonesia.

Tidak ada analogi, hanya alegori. Endah menulis dengan terus terang seakan menghindari perdebatan makna di antara pendengar. Seperti kata pelangi dalam lirik ini ditujukan untuk menerangkan gagasan mereka berdua pada bait selanjutnya. Padahal jika mau, keindahan pelangi bisa dieksploitasi agar lirik terasa indah.

Di ujung pelangi
Melintasi cahaya
Bunga pepohonan
Mewarnai ruang

Tempatku berteduh
Tempat untuk kembali
Dalam hujan deras
Di kemarau yang terang

Dua hingga tiga puluh tahun lagi
Berandai-andai ku ‘kan bersamamu
Suatu hari nanti

Menurut penjelasan Endah, “Di Ujung Pelangi” merupakan interpretasi atas mimpi dan masa depan mereka. Satu ujung pelangi diibaratkan masa kini dan ujung lainnya adalah masa depan. Sedangkan warna-warninya adalah proses menuju dan pembentuk masa depan. Sepenangkapan saya kurang lebih sama dan lebih sederhana. Lagu ini berbicara tentang harapan.

Jika kamu butuh afirmasi dari orang lain kalau hidup dengan harapan adalah sebaik-baiknya hidup, maka Endah N Rhesa dengan lagu “Di Ujung Pelangi” adalah orang yang tepat. Silakan interpretasi ulang ada apa di ujung pelangi sana sambil memutar lagu ini. Lebih asyik lagi berteman secangkir teh, kopi, atau apa pun yang kamu suka.

Ikuti Instagram @wolesjon, biar nggak ketinggalan informasi seputar cowok dan dunia hiburan lainnya, kuy!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

get me away from here I'm dying

CLOSE