“Jari jariiiiiii…..”

Kuis Jari-Jari

Kuis Jari-Jari via dailywhatnot.com

Bagi kamu-kamu yang pernah hidup dan tergolong dalam Generasi 90’an, pastinya sudah tidak asing lagi dengan seruan khas tersebut. Seruan itu begitu mengena di hati kita lewat kuis berjudul Telekuis Jari-Jari, yang dibawakan oleh pembawa acara kawakan bernama Ferrasta Soebardi atau akrab disapa Pepeng.

Advertisement

Pada masa tersebut, Pepeng tergolong sosok yang berbeda. Ketika kuis lain yang disiarkan oleh stasiun televisi dibawakan dengan gaya formal dan elegan, Pepeng justru membawakannya dengan gaya yang kocak. Kuis ini pun selalu dinanti-nantikan oleh seluruh keluarga di Indonesia bukan hanya karena hadiahnya yang menarik, melainkan juga gaya Pepeng yang membuat seisi rumah penontonnya tertawa ger-geran.

Sayangnya, Indonesia kini tengah berduka. Gaya Pepeng yang begitu menghibur seluruh keluarga mungkin tak akan lagi ditemui. Pepeng telah meninggal dunia pada hari Rabu pagi, 6 Mei 2015 karena komplikasi penyakit yang sudah lama dideritanya.

Gaya kocak Pepeng selalu menghibur. Sejak masa kuliah, dunia komedi sudah digelutinya. Panggung demi panggung sudah ia bikin terbahak-bahak.

Pepeng semasa muda di Sersan Prambors

Pepeng semasa muda di Sersan Prambors via www.hitsfromthe80sand90s.com

Kesuksesan dan nama Pepeng yang dikenal di mana-mana, bukan datang dalam semalam. Karirnya dimulai sejak ia masih menempuh bangku kuliah. Ia meraih juara pertama dalam Lomba Lawak Mahasiswa pada tahun 1978. Dari perlombaan itulah, ia bersama komedian Krisna dan Nana Krip membentuk grup lawak Bahana Joke dan FKR 246.

Advertisement

Tak cuma piawai melawak, Pepeng juga mendirikan grup musik humor Ginselo (Gerak Musik Seloroh). Karirnya bergulir lagi manakala pada tahun 1986, mereka membawakan program acara radio berjudul Sersan Prambors. Ia juga pernah berkesempatan bermain film. Sebut saja film Rojali dan Juleha, Sama-Sama Enak, dan Anunya Kamu.

Meski sempat vakum dari dunia hiburan, Pepeng kembali membuat kita tertawa lewat Telekuis Jari-Jari.

Gaya Pepeng saat berucap Jari-Jari

Gaya Pepeng saat berucap Jari-Jari via cms.monitorday.com

Seiring dengan bubarnya program acara radio Sersan Prambors di tahun 1987, nama Pepeng pun menghilang. Ia sempat berkarir sebagai pegawai kantoran di beberapa perusahaan ternama di Indonesia. Tapi memang belum ada yang bisa menggantikan Pepeng dalam berkomedi. Kepiawaian Pepeng dalam mengolah kata-kata menjadi uraian tawa penonton, begitu dirindukan. Hasilnya, ia kembali dalam kuis bertajuk Telekuis Jari yang dikenang dengan jargonnya hingga kini.

Mungkin kamu atau keluargamu sempat iseng mengikuti. Kamu tinggal menelepon telepon yang tertera pada layar kaca. Kemudian Pepeng akan memberikanmu pertanyaan. Tak jarang, ia mengasah keyakinan kita terhadap jawaban lewat pertanyaan “Yakin?”.

Tahukah kamu? Selagi sakit, Pepeng tidak sekalipun kehilangan semangat. Dia tidak pernah berhenti menelurkan karya dan prestasi.

Lulus S2 meskipun berkursi roda via kangnarada.wordpress.com

Setelah Telekuis Jari-Jari sudah tak tayang lagi pada stasiun televisi swasta, tak banyak dari kita yang tahu bagaimana kabarnya. Yang kita tahu hanyalah Pepeng mengidap penyakit langka yang dikenal dengan nama multiple sclerosis. Penyakit tersebut menyerang syaraf hingga mengharuskannya memakai kursi roda. Namun ia tetap beraktivitas dan berkarya. Ia berhasil menuntaskan tugas akhir dan menyelesaikan studi Pasca Sarjana di jurusan Psikologi Universitas Indonesia. Nilainya bahkan sangat memuaskan.

Saat penyakit membuatnya hanya bisa berbaring di tempat tidur pun, Pepeng tidak lantas hanya tidur. Ia tetap menulis dengan laptopnya dari kasur. Bahkan kamu pasti pernah mendapatinya diwawancarai oleh stasiun televisi. Terlihat jelas bagaimana semangat Pepeng masih membara. Bahkan kondisi fisiknya yang demikian, tak jadi penghalang untuk memotivasi kaum muda yang harus banyak berkarya tapi malas-malasan.

Selamat jalan, Pepeng! Karya-karya dan aksimu di panggung tidak akan pernah kami lupakan.

Selamat jalan via ydbp.ui.ac.id

Meski telah kembali berpulang kepada Tuhan, nama besarmu tidak akan pernah kami lupa. Bahkan karyamu selalu abadi di hati kami. Semangatmu akan selalu kami jadikan hikmah untuk meraih kesuksesan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya