Lah, sendirian aja?

Mau sampai kapan sendirian terus ke mana-mana?

Pertanyaan soal kesendirian belakangan memang lebih sering datang. Entah karena orang memang tersentuh hatinya waktu melihat kita jadi single fighter ke mana-mana. Atau memang mereka sedang kepo saja. Yang jelas rasanya sekarang jadi orang yang sudah cukup umur tapi masih sendiri itu terlarang. Kesuksesan adalah soal punya orang yang ada di sisi saat pergi. Sukses adalah ke kondangan nggak lagi sendiri.

Padahal jika mau sedikit berpikir berbeda bagi kita di umur yang masih muda bukan pasangan tetap yang paling dibutuhkan. Melainkan penghasilan tetap! Karena hidup sebenarnya bukan cuma soal cinta….

Konon jodoh akan datang sendiri selama kita mau memantaskan diri. Jika percaya ini harusnya kita tak perlu galau lagi

Kalau kita percaya pada janjiNya — kesendirian tidak akan membuat kita galau lama-lama. Selama usaha memantaskan diri terus dilakukan, dia yang pantas pasti akan datang.

Kamu yang khawatir akan sendiri selamanya perlu dipertanyakan keloyalannya padaNya. Jika memang percaya bukankah kita hanya harus terus berusaha?

Cinta bisa memudar. Lonceng perasaan bisa tak lagi bergetar. Paling tidak sumber daya yang cukup menjaganya tak datar

Advertisement

Secinta apapun kamu pada seseorang pada satu masa hubungan akan masuk fase nyamannya. Fase yang menunjukkan kalian sudah makin terhubung sebagai manusia, namun juga jadi pertanda bahwa kalian harus lebih kuat berusaha.

Di masa ini efek hangat dari pelukan sudah bisa semakin dihapal. Debaran yang muncul tiap kali kulit bersentuhan mulai menghilang. Kalia harus berusaha untuk jatuh cinta kembali pada orang yang sama atau kuatnya perasaan akan hilang dengan sendirinya.

Bisa mencoba cafe baru, menjajal traveling berdua ke tempat-tempat anyar jelas bukan segalanya. Namun saat sedang nyaman-nyamannya sampai lupa rasanya jatuh cinta, cara ini bisa membantu untuk tak terjebak dalam lumpur hisap yang berbahaya.

Perasaan hangat dicintai sebenarnya sebanding dengan rasa bangga waktu rekening terisi dari hasil kerja sendiri. Bukankah kita layak puas saat punya salah satu diantara ini?

Oke lah kamu boleh galau saat harus ke kondangan sendiri atau makan malam tanpa ada yang menemani. Tapi bukankah memang begitu hukumnya dalam hidup? Kita tidak bisa mendapatkan semua, dan harus bersyukur jika mendapat salah satu kebaikan sebagai manusia.

Kamu yang menyandang status jomblo sekian lama tapi bekerja tetap layak puas karena tidak harus merepotkan orang lain sebagai manusia. Oke lah nggak ada yang digandeng ke mana-mana. Tapi untuk memenuhi kebutuhan sendiri kamu tak lagi perlu meminta.

Cuma karena punya cinta lalu berpuas diri? Ah, rasanya kita terlalu muda untuk ini….

Purchase this image at https://www.stocksy.com/843382

Menyenangkan memang punya dia yang selalu bisa dipeluk kapanpun kita mau. Memiliki seseorang yang bisa diandalkan bahunya untuk didatangi setiap waktu. Ada rasa tenang ketika di akhir hari kita tahu ke mana pintu yang hendak dituju.

Tapi jika dipikir lagi rasanya kita terlalu muda untuk berpuas diri hanya karena urusan hati. Masih banyak harus dikejar. Terlalu banyak yang masih harus diperjuangkan. Rasanya tak ada yang salah kok kalau sekarang fokus pada pekerjaan, sekuat mungkin mengumpulkan penghasilan sampai merasa tak butuh pasangan.

Bukankah nanti, dia juga pasti datang?