5 Alasan “Si Doel Anak Sekolahan” Layak Disebut Sinetron Terbaik. Bisa jadi Contoh yang Lainnya nih

Si Doel anak Betawi

Sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” sudah nggak asing lagi di telinga anak 90-an. Sinetron yang dibintangi oleh Rano Karno, Benyamin Sueb, Mandra, dan lain-lain ini terbilang sukses pada masanya. Sinetron ini pertama kali tayang tahun 1994, dan baru selesai episode terakhir di tahun 2006.

Advertisement

Dua belas tahun bukan waktu yang singkat untuk sebuah sinetron. Durasi waktu yang setara wajib belajar di Indonesia. Dari pencapaian ini Si Doel Anak Sekolahan layak disebut sinetron terbaik Indonesia. Inilah 5 alasannya.

1. “Si Doel Anak Sekolahan” menampilkan cerita yang penuh dengan kearifan lokal. Budaya Betawi sangat ditonjolkan di sini

Budaya Betawi. via www.liputan6.com

Salah satu alasan mengapa sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” berumur panjang karena menceritakan kehidupan masyarakat Betawi. Cerita yang dekat dengan penontonnya. Betawi dan kultur sosialnya dibahas tuntas di sini. Mulai dari nyablaknya orang kalau ngomong, bemo sebagai salah satu alat transportasi yang dipakai di sana, ondel-ondel, tanjidor, dan lain sebagainya.

2. Banyak pesan moral yang disiratkan dalam sinetron ini. Nggak kayak sinetron zaman sekarang yang isinya ibu tiri dan cinta-cintaan

Narik oplet. via medan.tribunnews.com

Cerita “Si Doel Anak Sekolahan” juga penuh dengan pesan moral. Tokoh Doel membuktikan kalau orang pinggiran pun bisa jadi insinyur berkat ketekutan dan kegigihannya. Doel rela membantu Babeh narik bemo demi bisa sekolah. Doel juga rajin sembayang dan mengaji. Nggak heran kalau banyak wanita terpikat dengan sosoknya.

Advertisement

3.  Peran aktor dan aktrisnya sangat mendukung “Si Doel Anak Sekolahan”. Nggak ada yang aktingnya pas-pasan di sini. Semua brilian!

Pemainnya keren-keren via www.kompas.com

Keberhasilan Si Doel Anak Sekolahan nggak terlepas dari para pemainnya. Akting Rano Karno, Benyamin Sueb, Mandra, Suti Karno, dan yang lain, semuanya keren-keren. Mandra misalnya, mau dipasangin sama siapa aja karakternya tetep hidup. Sama Rano Karno bisa lucu, sama Bang Ben juga malah semakin lucu. Belum lagi ngomongin aktor pendukungnya seperti Pak Tile dan Basuki. Los Galacticos!

4. Ceritanya nggak pernah kehabisan topik. Idenya juga nggak mengada-ngada

Nggak kehabisan ide. via www.dream.co.id

Dua belas tahun bukan waktu yang sebentar untuk sebuah sinetron. Durasi waktu yang membutuhkan ide cerita yang banyak. Karnos Film terbukti mampu mengatasinya. Awalnya fokus cerita ada di perjuangan Doel buat kuliah. Di tengah-tengah, ada kisah segitiga asmara antara Doel-Sarah-Zaenab. Lalu di penghujung ada kisah Doel yang kesulitan cari kerja. Itu baru dari sudut pandang Doel, belum lagi ada cerita dari Mandra dan Atun.

5. Komedi “Si Doel Anak Sekolahan” nggak ada obat. Ingat nggak sih, cerita Atun kejepit tanjidor? Dapet ide dari mana coba?

Advertisement

“Si Doel Anak Sekolahan” adalah sinetron bergenre lengkap. Ada drama, romantis, dan juga komedi. Nah, bagian komedi termasuk yang paling kuat menarik penonton. Jalan ceritanya suka nggak bisa ditebak. Salah satu yang paling pecah itu ada di episode Atun Kejepit Tanjidor. Bisa-bisanya manusia kejepit alat musik? Mana yang kejepit badannya gede lagi. Kocak bener yang bikin ide. 😀

Sinetron “Si Doel Anak Sekolahan” susah dilupakan dari benak anak 90-an. Bahkan masih banyak orang yang manggil Rano Karno dengan Doel. Andai sinetronnya diputar lagi sekarang mungkin masih banyak yang nonton.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE