Libra Butuh Seribu Tahun untuk Ambil Keputusan, tapi Langsung “No!” untuk Berantem #GanyangZodiakmu

sifat negatif libra

Merujuk pada penelitian dari psikolog bernama Bertram Forer, salah satu alasan kebanyakan orang percaya zodiak adalah karena kita cenderung mempercayai hasil-hasil ramalan yang bernada positif. Namanya manusia memang selalu senang mendengar hal-hal positif tentang dirinya ketimbang yang bernada negatif. Itulah kenapa kebanyakan ramalan atau ulasan zodiak mengobral pernyataan-pernyataan yang akan membuat pembacanya merasa unik dan punya banyak kelebihan.

Advertisement

Masalahnya, kita harus adil sejak dalam pikiran. Dalam rangka campaign #kononkatanya, Hipwee ingin menguji kecil-kecilan teori Forer di atas dengan membuat seri #GanyangZodiakmu. Saya akan menjelma orang paling jujur dengan lidah paling pedas sedunia, mengungkap sisi negatif dari tiap-tiap zodiak. Kita lihat seberapa batinmu tahan mendengarnya. Sebagian dari kamu mungkin akan muak dan tidak lagi percaya zodiak, ya ndak apa-apa. Untuk yang tetap percaya, mudah-mudahan bisa jadi bahan introspeksi diri.

Nah, Libra (September 23 – Oktober 22) harusnya suka membaca artikel-artikel seperti ini, karena mereka punya naluri untuk melihat sesuatu dari beragam perspektif demi mencari keseimbangan. Makanya, andai artikel ini tidak laku, kemungkinan karena penyakit akut Libra itu kumat: terlalu lama menimbang-nimbang, “klik atau nggak ya? Klik, nggak, klik, nggak, klik, nggak…?” sampai kiamat….

1. Libra tidak bisa menentukan ini, apalagi itu. Eh ini dulu, atau itu dulu ya?

“Hidup adalah pilihan” merupakan pepatah lama. Seumpama itu selalu berlaku, maka sungguh menderita kaum Libra.

Advertisement

Cukup mudah dicari benang merahnya dengan simbol neraca itu. Libra dalam mitologinya adalah putri dewa Zeus yang bernama Dike. Ia mengabdi pada ayahnya dengan menerima tanggung jawab untuk bertugas mengukur berat jiwa manusia yang telah meninggal dunia. Pekerjaannya adalah menghukum jiwa-jiwa yang jahat dan memberikan penghargaan pada jiwa-jiwa yang suci.

Wah, sebuah tugas mahamulia dan berat, pantas Dike harus sangat berhati-hati dan cermat dalam mengukur dan menjatuhkan pilihan. Tapi, orang-orang Libra kemudian meneruskan pola pikir itu sampai pada persoalan keseharian yang remeh temeh, mulai dari memilih warna kuteks atau topping nasi goreng.

Bahkan, kadang-kadang terhadap pilihan yang sudah jelas: contohnya, sein kanan dan kiri.

Advertisement

2. Libra tidak bisa diandalkan untuk kerja-kerja cepat dan efektif

Libra via me.me

Kendati simbol timbangan terkesan menjadikan Libra sebagai zodiak yang tampak bijak dan formalistis, namun sejatinya mereka justru mengantungi karakter yang tidak seharusnya dimiliki pemimpin yang baik. Penuh pertimbangan saja tidak cukup, pemimpin yang ideal juga butuh keberanian dan kesigapan.

Konon katanya, Libra adalah golongan yang paling suka terlambat. Faktor utamanya, karena mereka terlalu lamban untuk mengambil keputusan dari satu hal ke hal lainnya. Padahal sudah ada berapa keputusan yang harus diambil dari (katakanlah) bangun tidur menuju berangkat ke kampus? Bangun jam berapa, mandi atau sarapan dulu, sarapan pakai telur ceplok atau telur dadar, pakai kaus atau kemeja, berangkat bareng pacar atau teman, dan kadang-kadang itu semua bisa putar balik kembali ke “jadinya mau masuk kuliah atau titip absen aja?”

Nah, bayangkan punya pemimpin yang tak cekatan dalam bertindak dan sulit ketuk palu dalam situasi-situasi darurat. Dalam sejarah lama, begitu banyak contoh kekalahan perang yang berakar dari keterlambatan mengambil tindakan. Itu kenapa “pemimpin yang tegas” menjadi jualan para calon presiden tiap pemilu.

Ditambah lagi, masalah kerap muncul karena Libra tak bisa mengatakan apa yang sebenarnya mereka ingin katakan. Sebabnya adalah Libra takut mengeluarkan pendapat, mereka harus melihat pendapat orang lain dulu sebelum turut memutuskan apapun. Keburu diambil orang ~

3. Libra tidak bisa menerima kenyataan bahwa tak segalanya harus adil

1) Kita tak bisa selalu mengambil keputusan yang menyenangkan semua orang. Bahkan, keputusan terbaik belum tentu yang menyenangkan semua orang.

2) Tidak pasti jika kamu memberi, kamu akan menerima. Tidak segalanya berjalan dengan prinsip mutualisme.

3)  Bahkan, potongan lengan baju atau alismu tak selalu harus simetris.   

Faktanya, dunia itu memang kejam. Terkadang kita perlu berkata “tidak” dan mengambil keputusan tidak populer untuk mendekatkan masa depan yang lebih baik. Tapi Libra butuh menenggak alkohol (murni atau oplosan ya, uh bingung nih..) sebelum berani melakukan itu.

4. Libra tidak bisa melakukan konfrontasi (yang dibutuhkan)

Libra adalah zodiak yang paling cinta perdamaian. Mereka sering memilih mengalah demi menghindari pertikaian.

Tentu saja ini positif, andai kata memang dunia ini isinya Libra semua. Faktanya tidak (lha wong ada Aries dan Scorpio yang suka bikin kacau~), konflik selalu ada. Bahkan, teori-teori sosial menyebutkan bahwa tidak ada perubahan atau kemajuan yang tidak diawali oleh konflik.

Pertanyaannya kemudian, ketika konflik-konflik ini muncul, ke manakah para Libra ini?

Mereka bersembunyi di gua-guanya, mencari wilayah-wilayah aman. Libra memang jarang memperkeruh masalah, tapi mereka juga enggan melibatkan diri dalam perang yang diperlukan.

Dalam spesies terburuk Libra, sikap itu mengarahkan mereka untuk menjadi malas menyelesaikan konflik personal mereka sendiri. Misalnya, bicara terus terang dengan kekasihnya terkait tengkar demi tengkar yang terlanjur terjadi.

5. Libra tidak bisa hidup tanpa benda-benda duniawinya

Libra via me.me

Konon katanya, Libra adalah salah satu zodiak paling hedonis.

Libra menaruh cinta dan hasratnya pada tempat-tempat yang salah, yakni materi. Mereka sering berusaha menyenangkan orang lain atau pasangannya dengan barang-barang mahal. Salah satu faktornya karena mereka merasa harus memberikan sesuatu yang seimbang dengan apa yang ingin mereka dapatkan. Begitu pula sebaliknya.

Libra kemudian dikenal sebagai zodiak yang paling berselera tinggi terhadap fashion, gadget, musik, dan lain-lain.  Seperti Fredrich Yunaedi, Libra “suka kemewahan”. Kadang mereka terlalu sadar merek. Bukan demi memuaskan ego seperti halnya Leo, tapi lebih pada minder dan merasa tidak sempurna jika merek itu tak mengimbangi hasrat-hasrat mereka: “Ada harga ada kualitas.”

Hikmahnya, jika kamu matre, boleh tuh cari pacar Libra.

6. Libra tidak bisa dipercaya mentah-mentah

Ups, tapi Libra sendiri juga punya potensi menjadi matre, dan parasit.

Ramuan gelap antara hasrat kebendaan, kemalasan untuk berperang, dan kelihaian bergaul membuat Libra berpotensi memanfaatkan orang lain atau pasangannya untuk mencari kehidupan nyaman. Mereka mencari pasangan yang semapan mungkin agar tak harus banyak berjuang (dan berkonfrontasi) dalam hidup. Hidup damai itu dicapai dengan hidup nyaman. Dan hidup nyaman dicapai dengan mapan.

Dan Libra adalah penjilat yang piawai. Lidahnya seperti Iko Uwais, pandai bersilat. Zodiak-zodiak berelemen api yang bersumbu pendek dan mudah dikompori dengan sanjungan dan hasutan (Aries, Leo, Sagittarius) adalah mangsa empuk.

7. Libra tidak bisa hidup tanpa kepastian 

Aih, jadi sebenarnya Libra bisa apa sih?

Mau tahu bagaimana zodiak-zodiak lainnya diganyang dan kena cibir juga? Cek di sini!

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

ecrasez l'infame

CLOSE