Beberapa hari lalu, publik dunia maya sempat dihebohkan dengan sebuah foto. Dalam foto tersebut, tampak seorang pria yang sudah berumur duduk dengan seorang gadis belia. Mereka tampak kompak dengan pakaian adat Jawa. Di sekitar mereka juga tampak didekor. Sekilas, pria yang sudah kakek-kakek dan gadis tersebut terkesan duduk di pelaminan. Latar foto tersebutlah yang membuat banyak orang berpersepsi hingga akhirnya menjadi sebuah berita hoax.

Bermula dari salah seorang netizen yang mengunggah foto tersebut dengan caption yang entah dari mana sumbernya.

Postingan yang menjebak via www.facebook.com

Salah seorang netizen mengunggah foto tersebut di laman facebooknya. Entah dari mana sumber yang  didapat oleh netizen tersebut. Dalam postingannya, netizen tersebut menuliskan bahwa ada kakek berusia 80 tahun yang menikah dengan gadis berusia 17 tahun.

“Embah umur 80 tahun dapat ABG usia 18 tahun… Apa pendapat Anda?” tulis netizen tersebut.

Postingan tersebut lantas langsung mendapat respon dari para netizen lainnya. Hingga saat ini tercatat 123 ribu netizen yang me-like postingan tersebut dan 38 ribu orang yang komen di postingan tersebut. Angka yang tidak sedikit tersebut menunjukkan bahwa banyak masyarakat yang tertarik dengan isu semacam ini.

Sejumlah media pun turut memberitakan pernikahan ‘Si Embah’ dan gadis berusia delapan belas tahun ini.

Advertisement

Pemberitaan media 1 via www.brillio.net

Postingan netizen tersebut pun menjadi ulasan sejumlah media. Berita yang belum pasti kebenarannya tersebut pun semakin menyebar dengan berbagai macam bumbu.

Pemberitaan media 2 via www.facebook.com

Hanya bermula dari postingan foto bisa jadi berbagai macam cerita. Ada juga yang membuatnya dalam bentuk video.

Pemberitaan media 3 via www.facebook.com

Agar semakin menggigit, kejombloan pun kembali disinggung. Anggapannya, berita pernikahan yang masih entah kebenarannya itu akan membuat iri para jomblo.

Apa sih salah jomblo?

Setelah berita tersebut menyebar, ada seorang netizen yang protes karena ternyata berita tersebut hoax.

Ternyata cuma hoax via www.facebook.com

Begini kira-kira maksud mas di atas:

Weleh…weleh… Acara pawai 17an masa diberitakan “nikahi gadis”. Media, coba dicek dulu sumbernya. Demi rating apapun dilakukan.

Foto yang telah membuat heboh netizen tersebut ternyata bukan lah foto pernikahan seorang kakek  dan gadis berusia 17 tahun. Setelah foto tersebut menyebar dengan pemberitaan yang tidak tepat, salah seorang netizen pun membantah foto tersebut adalah foto pernikahan. Menurut netizen tersebut, foto itu adalah foto pawai yang berlangsung dalam rangka memperingati hari kemerdekaan, sangat jauh dari acara nikahan seperti yang sudah disebarkan beberapa hari ini.

Sejumlah media yang telah terlanjur memberitakan pun akhirnya meralat.

Ralat bukan ternyata bukan nikahi via www.brillio.net

Setelah terungkap kalau caption foto tersebut ternyata hoax, sejumlah media yang terlanjur memberitakan pun meralat. Namun tetap saja, nasi sudah menjadi bubur, beritanya sudah keburu dikonsumsi oleh banyak masyarakat.

Ada banyak berita yang disebar di sosial media, tapi tak semuanya bisa ditelan mentah-mentah.

Di era yang serba instan saat ini, masyarakat bisa memiliki medianya sendiri. Lewat sosial media, seseorang seolah bisa memberitakan kejadian sekitarnya dengan mudah dan cepat. Pun dengan mudah, orang lain yang melihatnya dan merasa berita tersebut

Cek dulu sebelum kamu menyebar berita hoax via abcnews.go.com

menarik dengan mudah mempercai dan membagikan lagi berita tersebut melalui jejaring sosial pribadinya. Tanpa mengecek kembali kebenaran suatu berita tersebut, yang penting menarik langsung dipercaya. Padahal, tak jelas apakah yang dibagikan tersebut benar, dugaan, atau malah justru bermaksud fitnah.

Dari foto seorang kakek dan gadis yang sedang pawai dan dipelintir menjadi ‘menikah’ tersebut, ada pelajaran yang bisa diambil. Bahwa di zaman yang sudah serba canggih ini, sebaiknya juga diikuti dengan kecanggihan intelektual penggunanya. Kalau semua berita hoax dipercaya sebagai kebenaran dan kebernaran dipercaya sebagai hoax, wah bisa gawat, kan? Makanya, sebelum kamu jadi bagian penyebar hoax, ada baiknya cek dulu kebenaran sumber berita tersebut.