Mengenang Study Tour Sekolah yang Seru dan Berkesan. Malah Nggak Ada Study-nya Sama Sekali :D

Study tour sekolah

Hampir setiap sekolah selalu mengadakan program study tour untuk murid-muridnya. Konsep belajar sambil melakukan tur ke kota-kota yang memiliki budaya yang menarik untuk dipelajari, seperti Yogyakarta atau Bali. Biasanya perjalanan wisata murid satu angkatan ini didampingi oleh guru dan pemandu tur.

Advertisement

Boleh dibilang study tour adalah satu dari sedikit acara seru yang diagendakan sekolah. Banyak kenangan yang berkesan dalam setiap momennya. Untuk kembali mengingat-ingat masa lalu, nggak ada salahnya kalau kita kulik kembali hal-hal menarik dari study tour. Cekidot!

Kegiatan study tour isinya seneng-seneng semua. Tajuknya aja yang belajar, pas di sana mah nggak ada study-study-nya sama sekali 😀

Konsep study tour nggak lebih dari sekadar istilah. Pada pelaksanaannya, sedikit sekali momen belajar. Rundown agenda yang dibuat pihak sekolah, isinya hanya kunjungan ke tempat-tempat wisata. Hanya sedikit momen pemandu tur menjelaskan sejarah dan informasi kebudayaan. Itu pun hanya di bus sebelum tiba di tempat yang dituju. Sisanya hanya bersenang-senang.

Study tour merupakan salah satu momen yang seru karena semua angkatan bersatu, seru-seruan bareng

Momen study tour menjadi memori yang nggak terlupakan, sebab di sinilah anak satu angkatan bersatu. Nggak ada lagi sekat di tiap kelas, nggak ada lagi IPA-IPS, semua berhak memilih duduk dengan siapa, bus mana yang hendak ditumpangi. Orang yang tadinya nggak dekat jadi akrab, yang tadinya akrab jadi tambah solid.

Advertisement

Keseruan ini juga nggak terlepas dari kamar di penginapan. Meski nggak satu kamar, kita bisa saling masuk kamar teman lain. Ngobrol bareng, main kartu bareng. Seru banget!

Study tour menjadi momen pertama kalinya kita pergi melihat bule. Saking noraknya kita sampai ajak foto bareng

Bagi anak zaman dulu, imajinasi kita akan Jogja atau Bali sebelumnya hanya dari TV. Maka wajar jika ketika pertama kali kunjungan kita jadi norak. Saat ketemu apa saja yang sekiranya unik, langsung difoto. Ketemu patung, tugu, pasar, pasir putih, bahkan bule pun kita foto. Dulu bisa ngomong sama bule aja udah keren banget. Apalagi kalau sampai foto bareng. Berasa paling keren! Norak banget, ya. 😀

Berangkat dari rumah kaya raya, pulang-pulang jadi fakir miskin karena kebanyakan beli oleh-oleh. Impulsif banget!

Advertisement

Beli oleh-oleh. | credit: tripadvisor.co.id via www.tripadvisor.co.id

Kelakuan impulsif kita juga patut dikenang. Mentang-mentang dikasih sangu yang lumayan dari rumah, kita beli apa saja yang menarik. Ada makanan enak, cobain. Ada oleh-oleh lucu, beli. Bahkan sampai hal nggak penting seperti tato temporer kita cobain. Berangkat dari rumah kaya, pulang-pulang miskin karena kebanyakan beli ini-itu. Oleh-oleh itu kadang sampai kita keberatan bawa tas.

Itulah sedikit hal yang bisa kita kenang dari study tour, sebuah perjalanan yang sangat berkesan. Momen di mana kita sadar kalau punya banyak teman sekolah itu enak. Selama kurang lebih dua hari tiga malam bahagia terus rasanya. Mendadak jadi cinta sama sekolah kita. Namun semua berubah ketika kita disuruh buat laporan perjalanan. Kita bingung buatnya karena di sana nggak fokus mencatat, kita cuma fokus bersenang-senang.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Fiksionis senin-kamis. Pembaca di kamar mandi.

CLOSE