Kamu anak sulung? Kalo iya, kamu patut berbangga karena udah menjadi orang kepercayaan orang tua serta panutan buat adik-adikmu di dalam keluarga. Tapi selain itu, banyak juga suka-duka yang dialami mereka yang cukup “beruntung” karena lahir lebih dulu.

Sebelumnya Hipwee udah membahas tentang si anak tengah dan si anak bungsu. Jadi, belum lengkap rasanya kalo kita gak membahas kisah si anak sulung.

1. Saat kecil, kamu adalah si anak emas.

Kamu si anak emas

Kamu si anak emas via web.emmes.com

Advertisement

Saat kamu lahir ke dunia, seluruh perhatian dan kasih sayang orang tuamu tersedot ke kamu gak terbagi. Orang tuamu bangga banget sama kamu. Ke mana-mana, kamu selalu mereka ajak. Permintaanmu juga hampir semuanya dituruti.

2. Kamu adalah “sarana” belajar orang tuamu.

Kamu adalah pelajaran pertama mereka sebagai orang tua via www.huffingtonpost.com

Kamu: “Ma, kok kepalaku agak peyang sih? Itu adik bentuk kepalanya bagus.”

Mamamu: “Oh, itu gara-gara dulu Papa dan Mama keseringan taroh kamu di lantai, bukan di kasur. Hehehehe.”

Kamu: (dalam hati) “Mama tega!” #jedotinlantaikekepala

Yup. Kelahiranmu adalah saat-saat pertama kalinya orang tuamu menjadi orang tua. Lewat kamu, mereka belajar dari nol gimana caranya mengasuh seorang anak. Kasarnya, kamu tuh kelinci percobaan mereka gitu, deh. Hehehe.

3. Tapi, semua berubah ketika adikmu lahir.

Padahal lucu gini...

Padahal lucu gini… via www.erikarayphotography.com

Advertisement

Mama: “Sayang, ini adik kamu.”

Kamu: “AAAAAAA! MONSTER KECIL KERIPUT!”

4. Bercanda ding, kamu senang banget, kok, punya adik.

Adikmu mulai lucu dan nggemesin

Adikmu mulai lucu dan nggemesin via life.paperblog.com

Emang sih, kamu kaget banget waktu pertama kali melihat adikmu yang baru lahir, habisnya serem sih! Tapi, waktu adikmu udah berumur beberapa bulan, kamu mulai menganggap dia lucu dan nggemesin. Kamu pun mulai ngajak dia main dan bercanda. Inilah masa-masa kamu mulai merasa menjadi seorang kakak.

5. Tapi, ya itu, kamu harus berbagi perhatian sama si adik…

Kamu jadi gak diperhatiin

Kamu jadi gak diperhatiin via giphy.com

Sesaat setelah adikmu lahir, seluruh atensi orang tua, keluarga besarmu, dan orang-orang di sekelilingmu jadi tersedot ke adikmu. Kadang kamu jadi tersisih dan merasa gak dianggap.

6. Kamu pun sering kesal kalau adikmu mulai ngerecokin barang-barang milikmu.

Kalian jadi berantem gara-gara rebutan mainan

Kalian jadi berantem gara-gara rebutan mainan via www.dailyedge.ie

Kamu udah gak memiliki privasi lagi (ceilehh, masih bocah udah ngerti privasi!) dan mau gak mau kamu harus rela melihat barang-barang (baca: mainan) kesayangan kamu dibanting, diemut-emut, atau dipatahin. Kadang kamu gemes sendiri dan diam-diam mencubit adikmu tanpa ampun sampai dia nangis kejer.

7. Apalagi kalo orang tuamu mulai ngebelain adikmu.

Mamamu ke adikmu...

Mamamu ke adikmu… via www.essentialparenting.com

Mama: “Kamu itu gimana sih? Sama adiknya ngalah dong, kamu ‘kan kakaknya.”

Kamu: “Maafin aku, Ma.” (Lalu jongkok di pojokan.)

Padahal kamu lagi pengen bermain sama mainan yang ada di tangan adikmu. Kalo direbut, dia bakal nangis. Kamu pun terpaksa mengalah.

8. Udah gitu, kalo terjadi apa-apa sama adikmu, kamu yang dimintai pertanggungjawaban.

Kalo ke kamu kayak gini

Kalo ke kamu kayak gini via livewellmagazine.org

Mama: “Kok adikmu bisa luka kayak gini sih?”

Kamu: “Tadi dia kesandung, Ma.”

Mama: “Duh, makanya lain kali kalo main adiknya diawasin yang bener ya.”

Kamu: (Dalam hati) kenapa aku lagi yang disalahkan?

9. Karena kamu sering kena dampak dari tindakan adikmu, ya udah deh, isengin aja sekalian!

Malah kena batunya

Malah kena batunya via juzzodiac.tumblr.com

MWA-HA-HA-HA-HA-HA!

10. Atau suruh dia membantu tugas-tugasmu

Jabatan di rumah

Jabatan di rumah via www.hipwee.com

Enaknya jadi anak pertama, kamu bisa memanfaatkan jabatan sebagai anak sulung untuk “mendelegasikan” tugas-tugasmu ke adik-adikmu. Kalo ortumu adalah presiden dan ibu negara, kamu adalah gubernur dan adik-adikmu adalah satpol PP.

11. Meski sering berantem, kamu tetap punya kesadaran sebagai seorang kakak yang baik.

MAJU SINI!

MAJU SINI! via reactiongifs.me

Biarpun mereka suka ngeselin dan bikin kamu repot, kamu tetap sayang banget sama mereka kok. Kalo ada yang berani gangguin adik-adikmu:

Kamu: “WOY, ADEK GUE TUH! KALO BERANI LAWAN GUE SINI!”

12. Menurut penelitian, anak sulung itu lebih cerdas. Tapi wajar sih. Kamu kan memang lebih tinggi tingkat pendidikannya

Biasanya kamu lebih cerdas

Biasanya kamu lebih cerdas via www.dialanerdcooktown.com

Sebagai anak yang lahir paling awal, sudah sapantasnya kamu bangga sama dirimu sendiri. Menurut penelitian, anak sulung cenderung lebih cerdas dan bersinar di sekolah dibanding adik-adiknya. Mereka juga biasanya lebih sukses dalam karir.

13. Karena itu, kamu sering diminta buat ngajarin mereka.

Ngajarin adikmu

Ngajarin adikmu via fromthecommittedheart.com

Kamu adalah orang pertama yang dimintai tolong adik-adikmu saat mereka mengalami kesulitan dengan sesuatu. bukan cuma soal pelajaran sekolah, kamu juga dianggap lebih terampil soal urusan rumah tangga seperti masak, mencuci, atau benerin ini-itu. Kamu udah kayak orang tua kedua mereka yang serbabisa dan mampu ngajarin mereka.

#allhailkakakpertama!

14. Atau, malah dimintai tolong buat bikin pe-er!

Gak bisa nolak kalo adikmu udah pasang tampang kayak gini

Gak bisa nolak kalo adikmu udah pasang tampang kayak gini via giphy.com

 Adik: “Kak, bantuin ngerjain pe-er dooong…”

Kamu: (Sok-sok tegas) “Enak aja, kerjain sendiri dong. ‘Kan kemarin udah kakak ajarin. ”

Adik: “Nanti adik traktir es krim deh, Kak.”

Kamu: “Heh, kamu masih bocah udah berani nyogok-nyogok ya! Mau jadi koruptor?”

Adik: “Magnum deh, Kak. Dua.”

KAmu: “OKE, DEAL!”

Jangan ditiru ya, jadi kakak tuh jangan matre dan gampang disogok! Hehehe.

15. Sebagai anak pertama, kamu dibanjiri fasilitas dari orang tua

Kira-kira begini wajahmu pas menerima laptop baru.

Kira-kira begini wajahmu pas menerima laptop baru. via giphy.com

Sebagai anak pertama, kamu bakal diprioritaskan untuk memperoleh fasilitas lebih dulu dibanding adik-adikmu. Kendaraan, laptop, pakaian, buku-buku…semuanya menjadi hak milikmu.

Mama: “Tapi ingat, pakainya barengan sama adikmu ya. Terus, jangan lupa anter adikmu ke sekolah tiap pagi.”

Yah, sama aja bo’ong dong!

16. Sementara, adikmu harus puas dengan barang-barang warisanmu.

"Dek, laptopnya buat kamu aja deh."

“Dek, laptopnya buat kamu aja deh.” via giphy.com

Gak ada tuh ceritanya kamu pakai barang bekas orang, kecuali mungkin bekas bapakmu atau kakekmu. Kamu pasti dibeliin baru sama ortumu. Lain halnya dengan adik-adikmu, mereka harus terima dengan lapang dada saat mendapatkan barang bekas kamu pakai.

17. Kamu juga lebih diutamakan soal pendidikan.

Alhamdulillah cum laude!

Alhamdulillah cum laude! via www.uajy.ac.id

Ada anggapan bahwa anak sulung harus bertanggung jawab ke adik-adiknya. Sebab itu orang tuamu gak segan-segan menginvestasikan uangnya untuk membiayai pendidikanmu sampai ke jenjang sarjana atau lebih. Harapannya, kelak kamu bisa membantu meringankan beban keluarga dan menopang pendidikan adik-adikmu.

18. Tapi, orang tua juga biasanya lebih keras tegas kepadamu.

Kamu dididik lebih keras

Kamu dididik lebih keras via chinesemilitaryreview.blogspot.com

Setiap orang tua pastilah ingin anak-anaknya sukses dan punya hidup yang layak. Makanya, sebagai anak pertama, kamu terbiasa dididik lebih tegas dibanding adik-adikmu.

19. Diam-diam, kamu kerja keras, karena kamu punya tanggung jawab untuk membantu adik-adikmu.

Berjuang keras sampai bisa kayak gini

Berjuang keras sampai bisa kayak gini via giphy.com

Kamu sadar, sebagai anak yang paling tua, suatu saat kamu akan menerima mandat dari orang tua untuk mengurus adik-adikmu. Makanya, diam-diam kamu berusaha keras untuk bisa menjadi seseorang yang bisa menjawab harapan mereka, meskipun terkadang kamu berselisih paham dengan mereka.

20. Cuma kamu yang gak boleh kelihatan lemah di depan mereka.

Dalam kondisi apapun, kamu harus tampak tegar.

Dalam kondisi apapun, kamu harus tampak tegar. via giphy.com

Meskipun lagi galau atau sedih, kamu harus tetap tegar. Siapa lagi yang bisa menghibur dan menjaga mereka kalo bukan kamu?

21. Kamu adalah tolak ukur dan panutan bagi adik-adikmu.

Kamu adalah panutan adik-adikmu

Kamu adalah panutan adik-adikmu via www.fanpop.com

Menjadi tolak ukur dan panutan buat adik-adikmu adalah beban sekaligus anugerah. Kamu harus selalu tampil di garda terdepan dalam menjaga dan melindungi adik-adikmu serta memberi contoh yang baik bagi mereka. Orang tuamu juga menganggapmu paling bisa diandalkan.

Makanya, kamu gak boleh jadi orang sembarangan, kamu harus jadi manusia super. Setidaknya bagi adik-adikmu.

22. Dan kamu bangga, karena kamu adalah orang kepercayaan mereka semua.

Kamu jadi orang kepercayaan mereka semua.

Kamu jadi orang kepercayaan mereka semua. via www.noahslightfoundation.org

Dengan segala peran pentingmu di dalam keluarga, kamu menjelma menjadi seseorang yang paling mereka percaya: menjadi pelindung, penengah, maupun negosiator baik bagi orang tua maupun adik-adikmu. Di titik ini, kamu bukan lagi bocah kemarin sore, kamu adalah manusia dewasa yang utuh.

Meski terkadang harus jatuh bangun, jadi anak sulung itu sama sekali gak buruk kok. Dengan segala tanggung jawab yang dimandatkan ke pundakmu, kamu harus bangga lho udah bisa menjalankan peran sebaik-baiknya sebagai anak sulung.

Nah, adakah suka-duka lain yang kamu alami sebagai anak sulung? Langsung utarakan di kolom komentar yuk!

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya