Mengetahui bahwa akan memiliki buah hati lagi tentu menjadi kabar yang menggembirakan bagi pasutri. Kelahiran anak juga bisa membuat hubungan suami-istri makin erat dan bahagia. Rumah yang tadinya sepi secepatnya akan terisi tawa riang dan kelucuan bayi. Ya, kelahiran anak kerap kali membuat hubungan makin erat dan sarat akan kebahagiaan.

Kebahagiaan tadi mungkin sangat terasa bagi mereka para orang tua, tapi bagi kamu yang terlebih dahulu lahir—terkadang—justru menjadi dilema. Di satu sisi kamu senang memiliki adik yang bisa dijadikan teman main di rumah, namun di sisi lain kamu juga merasa cemburu karena perhatian orangtuanya terbagi dua, bahkan cenderung tercurah kepada adik bayi. Kelucuan-kelucuan terkait iri-tapi-sayang ini Hipwee coba ceritakan ulang dengan tajuk ‘Drama Kakak-Adik’. Selamat bernostalgia!

Drama ‘adik baru’ bermula dari sini. Saat itu kamu belum paham akan apa yang akan terjadi selanjutnya

Semua dimulai dari sini! via www.boredpanda.com

Sampai perut ibu membesar, kamu mulai melihat ada perubahan dari sikap orang tua terhadapmu

minta perhatian via www.boredpanda.com

Akhirnya hari itu tiba, adikmu lahir. Dan seringkali jenis kelaminnya nggak sesuai dengan yang kamu harapkan

Harus tetap bersyukur, ya! via www.boredpanda.com

Tanda-tanda diabaikan mulai terlihat, dan kamu terbakar api cemburu

cemburu kakak pengen diperhatikan via www.boredpanda.com

Sampai akhirnya kamu cukup sebel karena iri dengan kehadiran adikmu yang kelihatannya lebih dinomor-satukan

Yang ini ngaco gambarnya. -___- via www.boredpanda.com

Nggak cuma papa-mamamu, perhatian dari kakakmu juga direnggut olehnya. Lagi-lagi kamu baper karenanya

Sampai-sampai kecemburuan itu frontal kamu tunjukan pada orang-orang terdekat

Apalagi ditambah dengan muncul wacana perpindahan kamar tidur. Mau bicara tapi nggak punya daya, alhasil kamu mengalah saja

Aku tuh nggak bisa diginiin! via www.boredpanda.com

Saat itu kamu mulai merasa dunia sudah berubah. Rasanya kebahagiaan pergi menjauhi dirimu seorang

pura-pura ngambek via www.boredpanda.com

Setelah dibujuk mama dengan dibelikan ice cream seharga (hanya) Rp. 3000-an, kamu luluh dan kembali ke rumah. Harga diri kita dulu seharga ice cream 😀

Tapi tetep kzl! via www.boredpanda.com

Saat memiliki adik, orangtua biasanya mendidik pemahaman kita dengan perkataan ‘kamu sekarang sudah gede, sudah punya adik, jagain dong adiknya’. Mungkin kalau mama yang bilang masih bisa kamu tolak, tapi kala itu papa yang menyuruh

Nggak sanggup menolak! via www.boredpanda.com

Terus yang paling sebel ketika adik nangis sendiri, tapi tiba-tiba kamu dianggap tersangka utama oleh orang tuamu. Kzl juga sih dulu kalau diinget lagi

jadi tersangka kasus E-KTP membuat adik menangis via www.boredpanda.com

Setelah itu hari-hari menjadi semakin sulit, akibat insiden itu orangtuamu merasa perlu mendidik dengan membebanimu tanggung jawab yang lebih: menjaga adik tidur!

Bocor, bocor, bocor! via www.boredpanda.com

Besoknya kamu berikan adikmu peringatan pertama. Tentu saja secara sembunyi-sembunyi, nggak seperti pada gambar ini

Gawat kalau ketahuan papa mama! via www.boredpanda.com

Esoknya kamu jaga adik lagi. Adikmu yang nggak terima dengan ancaman darimu kemarin, melakukan seranagan balik dengan ‘bom’!

Karena nggak terima, akhirnya kamu menyusun rencana …

kesempatan dalam kesempitan via www.boredpanda.com

Belum cukup sampai situ, akalmu selalu mendapat ide cemerlang untuk melakuannya

Don’t try this at home! via www.boredpanda.com

Setelah itu adik jadi menangis terus, mama bingung dan papa ikutan kalap karena jadwal yang sudah terencana dengan mama batal gara-gara ‘drama’ ini

Akhirnya kamu tersadar, meminta maaf dan mencoba memulai hidup baru dengan menerima adikmu apa adanya :”)

I love you more than anything, Dik via www.boredpanda.com

Setalahnya hubunganmu semakin membaik dan kalian makin cinta satu sama lain, layaknya Kirana dan Rumaysa. Sisterhood goal!

Hahahaha

A post shared by retno hening palupi (@retnohening) on

Advertisement

Kamu beranjak dewasa dan menjadi kakak yang bertanggung jawab atas keselamatan adikmu. Kamu rela mengorbankan segalanya

Kamu. (kebanyakan nonton sinetron) via www.boredpanda.com

Itulah tadi secuil kisah yang (mungkin) pernah kamu lalui dalam hidup bersama keluarga serta adikmu. Meski nggak sepenuhnya sama, semoga ‘drama kakak-adik’ tadi bisa membuat kita sedikit bernostalgia dengan kisah bahagia masa kecil yang indah. Btw, apa momen yang paling berkesan dari hubunganmu dengan saudaramu—kakak dan juga adik? Tulis dikolom komentar, ya. 😀

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya