Kepada Yth. Bapak/Ibu Guru

                                                                                                                                                                                                                                                                                    Di Tempat

Advertisement

Dengan hormat,

Kehidupan ini bagaikan roda yang berputar, kadang kita berada diatas, tak jarang pula kita sedang terjerembab jatuh di bawah. Terkadang, berapa banyak pun olahraga yang kita lakukan, sebersih apapun makanan yang masuk ke dalam tubuh, dan sesehat apapun gaya hidup yang kita anut tak cukup kuat untuk menangkal virus dan penyakit yang menyerang.

Tubuh yang lemas, kepala yang pusing, dan hidung yang tak berhenti mengeluarkan ingus membuat kaki ini enggan melangkah menuju tempat di mana ilmu yang berguna untuk kehidupan saya kelak bertebaran. Bukan karena rasa malas yang menggantungi saya, tapi raga ini memang tidak kuat untuk beranjak.

Bapak/Ibu guru, saya bukanlah dewa, hanya manusia biasa yang tidak berkutik ketika Tuhan menyematkan penyakit dalam tubuh.

Rasa ini membunuhku

Rasa ini membunuhku via columbiaspectator.com

Advertisement

Walau bagaimanapun, saya bukanlah dewa yang kebal dengan segala macam penyakit, bapak dan ibu guru. Sakit yang datang ini adalah peringatan bagi saya agar semakin menghargai kesehatan yang Tuhan berikan, mungkin juga Tuhan ingin memperingatkan saya agar lebih giat lagi belajar ketika berada di sekolah, dengan sakit ini, Dia ingin memberitahu, betapa tidak enaknya berbaring di atas tempat tidur, meninggalkan serunya proses belajar yang mengasyikkan.

Jujur, saya hanya tak ingin teman-teman sekelas mengalami hal yang serupa. Saya tak ingin datang ke kelas lalu menjadi sumber penyakit.

Hanya tak ingin kejadian seperti ini terjadi

Hanya tak ingin kejadian seperti ini terjadi via pixshark.com

Kata dokter, penyakit saya ini mudah menular. Virus yang tengah berada di dalam tubuh ini bisa membuat orang yang berada di sekitar saya merasakan hal yang sama: berbaring tak berdaya dengan selimut di atas tempat tidur. Dengan berat hati, hari ini saya melewatkan ilmu yang akan berguna bagi kehidupan kelak. Saya hanya tak ingin, batuk berdahak ini mengganggu konsentrasi belajar teman-teman, lebih parah lagi jika mereka terkena flu yang sama.

Tentu saya akan menjadi mahluk paling menyesal karena hari ini tidak mendapatkan secercah ilmu dari sosok pahlawan seperti bapak dan ibu guru.

hanya bisa menyesal di pembaringan

hanya bisa menyesal di pembaringan via the-house-of-anubis.wikia.com

Tidak diragukan lagi, hari ini saya akan menjadi mahluk yang penuh dengan rasa penyesalan karena tidak bisa mendapatkan cahaya ilmu dari sosok seperti bapak dan ibu. Seorang pahlawan tanpa tanda jasa, yang rela mengorbankan dirinya demi masa depan anak didiknya.

Tapi apa daya, tubuh yang lemah ini memaksa diri untuk beristirahat sejenak agar esok Senin fisik ini kuat untuk menerima ilmu yang bapak dan ibu berikan.

Apa daya, tubuhku terlalu lemas..

Apa daya, tubuhku terlalu lemas.. via whatshouldwecallme.tumblr.com

Maafkan muridmu ini, memilih untuk beristirahat hari ini. Ternyata, tubuh ini terlalu lemas untuk beranjak, tak ada daya apalagi kekuatan yang tersisa dalam diri. Flu ini begitu menyiksa. Izinkan saya untuk beristirahat barang beberapa hari, agar esok Senin kekuatan dan semangat untuk belajar ini kembali.

Terakhir, hanya doa yang tulus untuk kesembuhan yang saat ini saya harapkan. Terutama bila do’a tersebut datang dari Bapak dan Ibu serta teman-teman sekelas.

Doakanlah muridmu agar cepat sembuh

Doakanlah muridmu agar cepat sembuh via krjogja.com

Selain istirahat dan obat dari dokter, yang saya butuhkan kali ini adalah doa untuk kesembuhan dari bapak dan ibu guru. Karena saya yakin, doa yang Bapak-ibu panjatkan untuk kesembuhan sama mujarabnya dengan doa yang dipanjatkan kedua orang tua saya kepada Tuhan. Karena engkaulah orang tua saya ketika berada di sekolah.

Bapak/Ibu guru, baru kali ini saya percaya, jika ternyata kesehatan itu mahal harganya. Rasa syukur tak pernah sekalipun terucap dari bibir ketika penyakit enggan mendekati, maafkan muridmu yang selama ini tidak pernah mendengar nasihat yang kamu berikan, jadi untuk Bapak/ibu guru di sekolah:

Izinkanlah muridmu ini untuk tidak mengikuti kelas hari ini, dan…

Terima kasih atas do’a dan kebijaksanaanmu, semoga Tuhan membalas segala kebaikanmu wahai guru yang saya hormati.

Salam.

Tertanda,

Muridmu yang sedang sakit.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya