Di Jogja, Uang 2 Juta itu Udah Cukup Banget. Kamu Aja yang Nggak Paham dan Kurang Bersyukur~

Tutorial hidup di Jogja dengan mengandalkan uang 2 juta sebulan

Sejak mengamati perdebatan publik di linimasa dari waktu ke waktu tentang upah minimum bagi para pekerja di Jogja, saya semakin heran kok bisa-bisanya ada yang protes. Perlu diketahui aja nih sebelumnya, beberapa waktu lalu, UMK kota Jogja telah naik walaupun kalau dihitung-hitung sebenarnya juga tetap bikin nyengir.

Advertisement

Masalahnya, mereka yang protes ini kayaknya kebanyakan warga pendatang deh, jarang-jarang ada warganya sendiri yang ikut mempermasalahkan. Saya sebagai pemuda yang menghabiskan seluruh hidup di Jogja sampai detik ini, ya, mangkel to? Gimana nggak mangkel, kalau udah enak dan nyaman dengan gaji segini kok direcokin. Coba, sini tak kasih tahu, gimana caranya kamu bertahan dengan uang segitu di kota ini~

Makan seperlunya, nggak perlu muluk-muluk. Sebulan di angkringan nggak masalah. Namanya aja juga prihatin to? Rasah sambaaat~

Ilustrasi buruh. / Radar Jogja Jawapos via radarjogja.jawapos.com

Jogja itu terbuat dari angkringan dan rindu, makanya kamu nggak usah ndakik-ndakik (muluk-muluk) pengen jajanan yang standarnya orang Jakarta. Bayangin nih, sekali makan di angkringan, katakanlah 10 ribu rupiah, dapat dua bungkus nasi kucing, gorengan, sate usus, dan teh anget. Kalau sehari makan dua kali, cuma habis 20 ribu, kan? Gimana nggak murah?!

Dikalikan aja sebulan, totalnya cuma 600 ribu rupiah. Kalau bosan, sekali-kali bolehlah ke burjo, makan nasi sarden sekali dua kali. Masih ada sisa Rp1.400.000, misalnya aja buat beli bensin seminggu habis 50-60 ribu, sebulan cuma 200 ribu rupiah. Beli pulsa dan paketan internet katakanlah sebulan 100 ribu rupiah. Masih ada Rp1.100.000, lumayan, kan?

Advertisement

Tapi masa cuma angkringan sama burjo terus sih!? Wes to menengo, yang penting romantisme ala-ala Jogjanya, kan?

Masalah biaya kesehatan dan pendidikan nggak usah dipikirin, hidup di Jogja itu jelas aman, nyaman, dan membahagiakan. Pokoknya nggak bakalan keluar dana tak terduga~

Jogja super nyaman / Credit: Jogjaaja

Dengan sisa uang yang masih segitu banyak, kamu bisa melakukan hal-hal lainnya. Misalnya, meeting di kafe sekali dua kali karena tuntutan nggak masalah, katakanlah habis biaya 100 ribu rupiah. Masih sisa 1 juta, bisa buat kredit kendaraan 300 ribu. Beli kebutuhan bulanan kayak peralatan mandi dan semacamnya 200 ribu buat sebulan. Tetap masih ada sisa 500 ribu.

Advertisement

Kamu takut ada hal-hal di luar rencana dan pengeluaran tak terduga? Ooo, tentu saja tidak perlu, Lur. Di Jogja, pokoknya udah dijamin bakal nyaman-senyaman nyamannya. Sakit paling mentok, ya, cuma masuk angin. Untuk masalah kemanan? Jangan ditanyakan juga, Jogja itu istimewa dan aman banget pokoknya. Kamu bisa ke mana-mana dengan aman dan tenteram tanpa takut terjadi apa-apa meski di tengah malam. Istimewa tenan to?!

Kalau nggak percaya, coba aja buktikan keliling ring road utara atau selatan selepas jam 12 malam. Istilah klitih dan kenakalan remaja di sini itu cuma berita hoaks aja. Nggak perlu khawatir~

Memangnya nggak punya cita cita beli tanah atau rumah buat berkeluarga? Eits, jangan salah! Hanya cukup dengan makan angkringan dan haha hihi bersama tetangga sampai pagi itu udah bikin bahagia kok. Besok kalau punya anak cukup dikasih makan cinta aja~

Jogja nyaman dan aman. via dolanyok.com

Kalau kamu menganggap bahwa orang Jogja ini standar kebahagiaannya pakai uang, ya, sudah tentu salah besar. Bagi kami, asal dapat berkumpul, makan angkringan dan gorengan sampai kenyang, haha hihi dengan tetangga sampai larut malam, itu udah kenikmatan tersendiri. Nggak perlu repot-repot pakai uang. Toh, kalau mau cari rumah juga bisa ke OLX aja, pake Wi-Fi di rumah mertua. Kan, cuma cari~ :))

Nggak perlu mimpi-mimpi dulu pengen beli tanah, bangun rumah, apalagi rabi. Lha wong udah jelas, kebahagiaan kami itu nggak selalu diukur dengan uang. Nggak bisa beli tanah di kota sendiri juga nggak masalah, yang penting masih bisa bersyukur, makan angkringan, dan tentunya haha hihi. Nanti kalau ada antek asing non pribumi yang kuat beli tanah di Jogja, nah, baru kita protes.

Kalau ada yang nggak terima dengan upah di Jogja ini, wes wes wes mending koe lungo wae seko Jogja. Opinimu ra mashookk. Pasti KTP-mu itu bukan KTP pribumi to??!

Advertisement

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE