Dari Viralnya Ibu di Panti Jompo, Kita Paham Kalau Warganet Indonesia Hobi Menghakimi Orang Lain

Viral ibu panti jompo

Belakangan media sosial Twitter sedang ramai dengan perbincangan soal keluarga. Hal ini bermula dari sebuah unggahan yang memperlihatkan seorang ibu yang dirawat di panti jompo padahal anak-anaknya masih hidup dan mampu merawatnya. Unggahan tersebut tentu menuai beragam komentar warganet sampai-sampai unggahan tersebut viral dan menjadi bahan diskusi.

Advertisement

Dari beragamnya komentar warganet, kebanyakan orang menyalahkan sang anak yang dianggap telah membuang ibunya sendiri. Warganet menyebut bahwa anak-anak tersebut nggak punya hati karena nggak mau merawat ibunya sendiri di rumah. Namun belakangan ada fakta lain yang muncul dan meramaikan diskusi ini. Dalam fakta baru, ternyata sang ibu memang memiliki problem tersendiri dengan anak-anaknya.

Kita harus belajar dan tahu kalau nggak semua keluarga orang lain itu harmonis. Kadang ada saja hubungan keluarga yang rusak karena berbagai faktor

Nggak semua keluarga itu harmonis / Credit: Pexels Andrea Piacquadio

Kasus panti jompo yang ramai di media sosial tentu memberikan pelajaran bagi kita masyarakat awam. Kita bisa sangat jahat dan berkomentar dengan pedas terhadap sesuatu tanpa mengerti situasi dan kondisi seseorang yang mengalaminya. Buat kamu yang mungkin hidupnya utuh dan hubungan orang tuanya harmonis, maka nggak akan merasakan apa yang anak-anak ibu tersebut rasakan.

Singkatnya, kita harus belajar dan mengerti bahwa nggak semua keluarga itu harmonis. Ada lo, orang-orang yang hidup di luar sana dengan keluarga yang amburadul. Jika kamu sudah bisa mengerti dunia yang sebenarnya, dan memahami kalau faktanya nggak semua keluarga itu harmonis, maka kita akan mulai bisa berempati pada orang lain. Zaman kiwari, empati itu jarang banget lo kita temui bahkan orang hari ini sangat mudah mengomentari orang lain tanpa tahu apa yang orang tersebut rasakan. Ngeri~

Advertisement

Dari kasus baru ini, kita harus mulai menyadari bahwa panti jompo bukanlah tempat yang negatif atau bentuk durhaka anak terhadap orang tuanya

Panti jompo bukan tempat yang buruk bagi orang tua/Credit: Unsplash @brunus

Salah satu yang menjadi akar permasalahan atau yang warganet protes dari kasus ibu-anak ini adalah panti jompo. Yup, di Indonesia, panti jompo sendiri punya kesan yang sangat negatif. Pasalnya, banyak orang yang mengira kalau menitipkan ibu ke panti jompo berarti durhaka atau nggak menyanyangi ibu kita. Padahal, konsep panti jompo nggak ada kaitannya dengan durhaka atau tidak.

Sebenarnya merawat orang tua di rumah sendiri tentu jauh lebih baik. Namun, ada kondisi-kondisi tertentu yang membuat kita harus mengambil jalan dengan menitipkan orang tua kita ke panti jompo. Bukan berarti nggak sayang, menitipkan orang tua ke panti jompo justru adalah rasa sayang anak terhadap orang tua. Di panti jompo, orang-orang tua mendapatkan perawatan dan kehidupan yang jauh lebih teratur. Orang-orang tua juga nggak akan merasa kesepian karena hidup bersama orang tua lainnya. Bayangkan kalau orang tua hidup di rumah anaknya namun sang anak sibuk bekerja sampai orang tua nggak terurus, tentu saja hal ini jauh lebih dosa daripada menempatkan orang tua ke panti jompo. Bener nggak sih?

Kasus ibu panti jompo seharusnya bisa membuat kita bisa lebih terbuka untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sisi

Advertisement

Pelajaran terakhir yang bisa kita petik adalah melihat segala hal dari berbagai sisi. Seseorang yang bijak dalam berinternet sudah seharusnya memiliki kemampuan untuk melihat segala sesuatu dari berbagai sisi. Hal ini bisa meminimalisir risiko untuk terbawa arus yang salah dalam menanggapi sesuatu di internet.

Kemampuan ini juga dibutuhkan agar kita bisa lebih cermat dalam memilah-milah informasi yang disuguhkan. Seperti kita tahu, ada jutaan informasi yang tersebar di internet setiap harinya. Jika kita nggak bisa melihat sesuatu dari dua sisi, akan mudah rasanya kita termakan oleh berita yang nggak jelas. Hal ini tentu berbahaya mengingat kerugian besar yang disebabkan oleh informasi tak berimbang. Sudut pandang anak dalam kasus ibu panti jompo adalah salah satu contoh kecil. Mereka punya alasan tersendiri kenapa melakukan hal tersebut. Setelah mengetahui fakta ini, tentu saja kita yang sudah terlanjut memaki-maki akan merasa malu. Ya, kalau punya malu juga sih~

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

Represent

CLOSE