Darurat Literasi, Warganet Facebook Jadi Bulan-bulanan Penduduk Twitter karena Malas Baca. Nah, lo!

Warganet Facebook darurat literasi

Di Indonesia, setiap media sosial memiliki pengguna dengan citranya masing-masing. Misalnya, Instagram dengan warganetnya yang terkenal pamer kemewahan dan segala hal yang berbau ‘wah’, TikTok dengan warganetnya yang terkenal super random, WhatsApp dengan pengguna bapak-bapaknya yang hobi bikin status kocak, kemudian Facebook dengan orang-orangnya yang sering dikenal karena sifat kolotnya. Begitulah warganet Facebook mata publik, apalagi jika dibandingkan dengan para pengguna Twitter—yang mengaku lebih easy going.

Advertisement

Seperti yang belakangan ini viral, kabar tentang Olimpiade Tokyo 2020 yang beredar di Facebook ditanggapi dengan banyak komentar memberikan selamat kepada dua pejudo kakak beradik karena berhasil menyabet emas untuk pertama kalinya. Masalahnya, kakak beradik tersebut bukanlah atlet Indonesia, melainkan atlet Jepang. Warganet Facebook tanpa babibu (apalagi membaca isi beritanya) langsung mengira bahwa dua orang tersebut berasal dari Indonesia. Sontak hal ini menjadi bulan-bulanan warga Twitter deh~

1. Berawal dari sini nih, beberapa warganet di Facebook mengira bahwa para pejudo ini berasal dari Indonesia. Malu banget udah banyak yang ngasih ucapan selamat

Awal mula kejadian / Credit: Facebook

2. Pada PD bener nih, berasa yang menang kayak orang Indonesia aja, padahal mah warga negara lain :’)

Terlalu pede / credit: facebook

Advertisement

3. Semua-semua aja nyalahin Jokowi~ 🙂

Semua salah Jokowi / Credit: Twitter

4. Namanya juga orang baca berita kalau lihat judulnya aja pasti ujung-ujungnya begitu. Makanya kalau baca berita itu pada baca sampai akhir dong 🙁

Padahal kan bisa aja dari negara lain / Credit: Twitter

5. Bener sih, padahal kalau mau baca lebih cermat aja dua nama tersebut bukan nama-nama asal Indonesia. Kok bisa-bisanya pada ngira orang Indonesia deh? Heran!

Namanya juga males baca / Credit: Twitter

Advertisement

6. Kocak banget, tapi memang kenyataannya kayak gini sih. Kalau ada postingan viral yang nyuruh warganet Facebook ketik angka 1 aja masih banyak yang pada manut-manut aja

Ketik angka 1 / Credit: Twitter

7. Semakin paham, kan, kenapa masyarakat Indonesia sampai sekarang masih banyak banget yang suka termakan berita hoaks? Yah, yang begini aja pada males baca kok

Warga Indonesia / Credit: Twitter

8. Jahat bener nih dikatain ngebug berjamaah, tapi mau gimana lagi kalau faktanya keseringan pada nggak beres begitu? 🙁

Ngebug berjamaah / Credit: Twitter

9. Nah, ini juga salah satu permasalahan pendukungnya. Udah tahu daya literasi masyarakat kita rendah, banyak media kalau nulis berita isinya cuma clickbait

Salah presiden Rusia / credit: Twitter

10. Guys! Kalau orang tuamu sering baca-baca berita dari media sosial mending mulai sekarang pelan-pelan diarahin dan didampingin deh. Pasalnya, para orang tua ini yang biasanya gampang banget termakan berita nggak jelas

Kekagetan teknologi / Credit: Twitter

11. Sebenarnya memang nggak cuma di Facebook aja sih, tapi nggak dimungkiri juga kalau di Facebook itu banyak banget warganet yang kayak gitu

Pedes bener / Credit: Twitter

Entah di media sosial apa pun, baik Facebook, Twitter, Instagram, TikTok, dan lain sebagainya, aslinya sih sama-sama banyak warganet dengan tipikal serupa. Baru baca sesuatu di ujungnya aja udah langsung berkomentar, ujung-ujungnya juga salah kaprah. Please deh, kalau ada berita itu coba dibaca sampai tuntas gitu lo, jangan setengah-setengah.

SoHip jangan kayak warganet itu, ya. Meski beberapa judul berita memang provokatif dan bikin kesal, kamu nggak perlu buru-buru berkomentar. Baca dan pahami dulu isi beritanya dan kendalikan diri agar tidak mengetikkan komentar terlalu cepat. Kamu bisa latihan membangun kesadaran supaya makin mahir menahan diri. Kamu tak harus kok  memaksa pikiran dan perasaan. Wajar bila kamu marah, sedih, atau kecewa saat membaca judul berita. Namun, bukan berarti kamu harus meredam atau mengekpresikannya secara membabi buta. Coba ‘menepi’ sebentar, yuk. Leyeh-leyeh dulu sambil mengamati dunia maya yang gaduh sambil membaca berita dengan seksama. Dengan kesadaran itu, kamu akan tumbuh jadi sosok yang lebih tenang, nggak mudah terpancing emosi, dan nggak gampang terbawa arus.

Advertisement
Berikan Komentar

Tim Dalam Artikel Ini

Penulis

CLOSE