Sebagai serial kartun senior yang sudah mengudara sejak 1962, Winnie the Pooh adalah tokoh dedengkotnya Disney. Tokoh ini jadi populer banget di seluruh belahan dunia bahkan hingga tahun 2000-an. Dengan prestasinya yang supergemilang, serial kartun ini bisa dibilang legendaris kalau dibanding kartun-kartun seangkatannya.

Tapi layaknya sebuah serial kartun yang sering kita tonton di masa kecil, seringnya kita nggak sadar akan beberapa hal yang nggak terjelaskan dulu. Kali ini Hipwee Hiburan bakal membahas beberapa pertanyaan dan rumor seputar serial Winnie the Pooh. Siap-siap!

1. Kenapa sih Winnie the Pooh pakai baju tapi nggak pakai celana? Mana kelihatan nggak ada kelaminnya lagi

Ini lo tokoh-tokoh aslinya, mereka semua memang cuma boneka. via right-or-ron.com

Advertisement

Winnie the Pooh yang digambar oleh E. H. Shepard pertama kali justru sama sekali nggak pakai baju. Pooh adalah figur Teddy Bear dan nggak digambarkan sebagai hewan yang realis. Disney akhirnya memutuskan Pooh pakai kaus demi alasan estetika. Ada juga yang bilang kalau Pooh pakai celana justru nggak imut lagi. Lagipula Pooh digambarkan nggak punya area genital yang perlu ditutupi, jadi selow~

2. Winnie the Pooh itu cewek atau cowok sih? Soalnya suaranya lemah lembut gitu … 😀

Suaranya nggak gahar karena biar menimbulkan kesan imut. via www.mcsweeneys.net

Menurut A. A. Milne yang menciptakan karakter di serial Winnie the Pooh, Pooh digambarkan sebagai cowok lo. Meski suaranya terkesan imut dan lemah lembut, Pooh tetap cowok. Meski begitu, banyak yang mengatakan bahwa karakter Pooh diciptakan tanpa kelamin, karena merupakan tayangan buat anak-anak.

3. Nah, banyak juga yang penasaran sama jenis kelamin Piglet. Zaman kita kanak-kanak mah, mana kepikiran sebenarnya ia cewek atau cowok 😀

Meski sangat feminin, tapi Piglet itu cowok. via www.fanpop.com

Digambarkan sebagai tokoh yang paling kecil, imut, dan berwarna merah jambu, sebenarnya Piglet berjenis kelamin laki-laki lo. Kanga adalah satu-satunya cewek di serial kartun Winnie the Pooh.

4. Pernah bingung nggak, kenapa Winnie the Pooh dipanggil Pooh, bukannya Winnie aja?

Piglet sama Pooh konco kentel. via www.fanpop.com

Advertisement

Sebenarnya sampai sekarang nggak ada pejelasan yang benar-benar asli dari pembuat tokoh Winnie the Pooh kenapa ia dipanggil ‘Pooh’, bukan ‘Winnie’. Aslinya nama tokoh ini adalah Pooh Bear, setelah tokoh Christopher Robin diceritakan mengunjungi kebun binatang Winnipeg, maka nama Winnie pun ditambahkan.

Selain itu ada yang bilang kalau Pooh sebel banget sama lalat dan selalu meniup-niupnya sambil bilang, “Poooh poooh!” makanya ia dipanggil Pooh.

5. Kenapa sih kartun ini sering dikaitkan sama gangguan mental dan dikaji secara psikologis?

Tapi mereka bahagia kok. via www.europosters.fi

Pada dasarnya, tokoh-tokoh di serial Winnie the Pooh nggak diciptakan berdasarkan gangguan mental dan psikologis. Tapi entah kenapa, semua tokohnya cocok dengan beberapa teori gangguan mental yang setelah itu muncul.

Pooh dikatakan mirip orang dengan gangguan makan karena ia terus menerus mencari madu untuk dimakan, ia juga dikatakan seperti penderita ADHD yang nggak bisa fokus. Sementara Piglet mirip Generalized Anxiety Disorder karena selalu nggak percaya diri dan menderita kecemasan berlebih.

Rasa penasaranmu yang sudah menumpuk itu, akhirnya terjawab juga, kan? Sampai sekarang kalau menonton kartun Winnie the Pooh rasanya jadi ingat masa-masa dulu dan betapa relanya kita mantengin serial ini sampai sore. Walau dulu kita nggak pernah punya pertanyaan-pertanyaan ‘nakal’ yang sudah terjawab di atas. Hehehe.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya