Kadang kamu geli sendiri saat tak sengaja menguping pembicaraan sepasang kekasih. Berbeda lagi rasanya saat mendengar suami istri terlebih yang sudah berumur. Pembicaraan mereka terasa lebih nyata dan bernas.

Kadang kamu sendiri menerka obrolanmu dengan pasangamu, kira-kira menggelikan atau sudah lebih berbobot ya? Biasanya kalian membicarakan urusan keseharian yang ditemui atau jalan cerita film yang baru ditonton. Malah kadang, kalian menghabiskan waktu hanya untuk melempar kelakar. Selebihnya entahlah, obrolan yang menurutmu sendiri acak tapi mungkin justru jadi tanda kalian sedang memikirkan masa depan bersama.

1. “Pengen punya anak yang kayak gitu juga….”

Ini boneka atau bayi sih? via www.logancoleblog.com

Setiap kali melihat tingkah anak kecil yang menggemaskan, kamu atau dia selalu mengutarakan keinginan yang sama. Ialah memiliki seorang anak yang sama lucu dan pintarnya seperti anak tadi.

2. “Aku pengen bikin usaha ini. Kalau kamu?”

Bikin usaha berdua, oke-oke saja via tandshughesphotography.com

Advertisement

Konsep kafe ini lucu ya, jadi pengen punya usaha kayak gini. Kalau kamu?

Kayaknya ditambah toko buku bakal tambah seru…

Membicarakan rencana membuat usaha bersama salah satu bukti kekompakkan kalian. Tak hanya memikirkan kemapanan di masa depan, tapi sesuatu yang nyaman dan menyenangkan untuk dilakukan bersama.

3. “Menurut kamu baiknya aku ambil tawaran karir yang mana?”

Bertukar pendapat via bridalmusings.com

Baik dia atau pun kamu selalu melibatkan pasangan dalam menentukan sesuatu hal yang terbilang penting, salah satunya seperti urusan karir. Sebab kamu dan dia sama-sama ingin menentukan yang terbaik untuk kalian berdua.

4. “Jaga kesehatan ya,”. Klise tapi banyak makna

Sebab kesehatanmu itu penting via tandshughesphotography.com

Kelihatan memang terlalu klise, secara hampir setiap pasangan memang selalu membicarakan soal ini. Tapi di balik kalimat “Jaga kesehatan” sebenarnya punya banyak makna. Kamu ingin dia menjaga kesehatan, supaya kalian bisa punya banyak waktu untuk terus tumbuh menua bersama. Sebab kamu terlalu sayang dengan dirinya.

5. “Eh, kamu maunya punya berapa anak? Hahaha,”

Sebelas, hahaha via bridalmusings.com

Kesannya seperti obrolan iseng atau bercanda saja. Padahal ini salah satu usaha untuk mengenal pasangan lebih dalam.

Kamu maunya punya anak berapa?

Sebelas biar bisa bikin tim sepak bola, hahaha

Banyak banget sih….

Bercanda, Yang. Secukupnya saja.

6. “Kamu itu terlalu cuek,” atau “Belajar buat lebih sabar ya,”. Saling mengkritik dan memberi saran untuk jadi lebih baik

Saling mendengarkan ucapan pasangan via tandshughesphotography.com

Kritikan atau saran tak sama seperti tuntutan yang mengatur-ngatur. Justru obrolan seperti ini membuka jalan untuk kalian berbenah diri sama-sama.

Yang, belajar sabar dan tahan emosi, ya….

7. “Nanti tinggal di mana ya enaknya, di sini atau merantau lagi?”

Tinggal di hati kamu aja ya via bridalmusings.com

Membicarakan tempat tinggal, sama halnya membicarakan kenyamanan. Kamu ingin dia tahu gambaran nyaman menurutmu seperti apa, begitu juga sebaliknya.

8. “Jangan lupa nabung ya,”

Nabung buat masa depan via tandshughesphotography.com

Saling terbuka urusan finansial sedari sekarang pun tak ada salahnya. Apalagi sekadar saling mengingatkan untuk menabung. Toh supaya kalian kelak punya pegangan yang cukup menjanjikan.

9. “Kamu kalau bangun rumah, pengennya yang model gimana?”

Berbicara soal rumah idaman via bridalmusings.com

Kamu selalu berangan-angan punya rumah mungil yang dikelilingi kebun hijau. Di dalamnya tak perlu banyak perabotan besar, karena buatmu rumah yang asyik dan nyaman itu yang penting rapi dan berkarakter. Sedangkan dia, kamu baru tahu kalau impiannya sesederhana yang penting di dalamnya ada kamu dan keluarga kecil mereka. Bukankah setiap orang punya rumah idamannya sendiri-sendiri?

10. “Kita nanti kalau jadi orangtua asyiknya begini ya Yang….”

Jadi orangtua asyik! via tandshughesphotography.com

Meski belum tahu nikahnya kapan, membahas gaya mendidik anak pun sah-sah saja. Toh dari sana kamu bisa tahu pengaruh karakter dia ke lingkungan seperti apa. Atau dia pun bisa paham bagaimana sosokmu memadang kehidupan yang kompleks ini.

Tak ada yang pernah salah dari obrolan kalian yang membahas masa depan. Sekalipun kamu tak tahu bagaimana kelak suratan takdir berkata seperti apa soal jodohmu. Setidaknya membahas masa depan tak terus buatmu terbelenggu urusan perasaan saja. Kamu dan dia mengenal satu sama lain lewat bagaimana kalian memandang masa depan.

Kalau kelak kalian berjodoh hingga membangun rumah tangga bersama, kamu atau dia sudah sama-sama tahu apa yang diinginkan pasangan.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya