Ada banyak perbedaan ketika kamu menjalani hubungan di masa-masa sekolah atau kuliah dengan ketika kamu sudah bekerja. Pribadi yang lebih dewasa dan emosi yang lebih bisa dikendalikan, membuat hubungan yang dijalani juga less drama. Hubungan menjadi sesuatu yang lebih realistis lagi. Mengingat sudah saatnya kamu memikirkan untuk beranjak ke hal yang lebih serius. Sudah nggak ada waktu untuk main-main.

Perbedaan yang jelas terasa ini sepertinya akan kamu rasakan setelah berusia 25 tahun. Usia yang jauh lebih matang untuk menjalani hubungan. Kira-kira bagaimana potret percintaanmu setelah usia seperempat abad?

1. Saling diam sehabis bertengkar sudah tak berhari-hari, besok pagi sebangun tidur pun sudah biasa lagi

Masalah nggak berlarut-larut via www.pexels.com

Advertisement

Hal yang paling kentara terasa adalah emosimu yang semakin stabil. Jika ada masalah selain debat kusir, biasanya sudahannya kalian akan saling diam beberapa saat. Sementara keesokan paginya, setelah bangun tidur, perasaanmu akan kembali biasa. Karena kamu tahu rasa kesalmu kemarin hanya emosi sesaat.

2. Nggak gampang cranky karena persoalan telat jemput atau lama dibalas chatnya oleh pacar

Nggak gampang crancky via www.pexels.com

Sama-sama sibuk bekerja, kalian jadi nggak mempermasalahkan hal-hal kecil lagi. Seperti dia yang lama balas chat kamu atau nggak bisa jemput kamu. Kamu tahu kalau dia juga sedang sibuk, bahkan mungkin beban kerjanya lebih besar daripada kamu. Jadi dari pada kesal gara-gara hal sepele ini, mending semangatin pasangan biar nggak stres sama pekerjaannya.

3. Membicarakan soal uang bukan lagi hal yang tabu, apalagi kalau kalian punya rencana untuk bangun rumah tangga

Ngomongin finansial via www.pexels.com

Dulu, ketika masih sekolah atau kuliah, ngomongin soal uang jadi sesuatu yang sensitif. Masalah finansial dianggap sebagai sesuatu yang privasi. Tapi setelah usia 25 saat hubungan semakin serius, membicarakan finansial sudah nggak tabu lagi. Misalkan tentang tabungan masa depan atau soal penghematan biaya bulanan.

4. Lupa tanggal jadian atau ulang tahun? Ya dimaafkan meski kecewa sedikit tak bisa dielak

Lupa tanggal jadian ya dimaafkan via www.pexels.com

Advertisement

Nggak bisa dipungkiri, tanggal jadian atau ulang tahun jadi hal yang sangat berarti. Dulu, nggak cuma tiap tahun, tiap tanggal jadian di setiap bulan juga dirayain. Kalau lupa, kesalnya minta ampun. Bahkan ada yang putus gara-gara pasangannya lupa tanggal jadian atau tanggal ulang tahun. Tapi kini, hal tersebut nggak terlalu dipermasalahkan. Kalau ingat syukur, kalau nggak ya kecewa dikit. Daripada berharap dia bakal ingat sendiri, mending kasih tahu sekalian.

5. Nggak mudah tersinggung atau baper sama omongan pasangan karena memang sudah biasa dan paham maksud perkataannya

Nggak gampang tersinggung via www.pexels.com

Keterbiasaan membuat semuanya menjadi lebih mudah. Dan tentunya diiringi dengan pengendalian emosi yang lebih baik. Kamu yang kini udah tahu sifat dan kelakuan pasanganmu, nggak bakal gampang tersinggung. Emang dasarnya seperti itu, walaupun dia nggak bermaksud menyinggung perasaanmu. Jadi istilah “menerima apa adanya” bakal lebih terasa sekarang.

6. Ngasih kado bukan menerka-nerka kesukaan dia lagi, tapi disesuaikan dengan apa yang dirinya butuhkan

Ngasih kado sesuai kebutuhan via www.pexels.com

Momen ulang tahun menjadi hal yang ditunggu untuk memberikan kejutan pada pasangan. Kamu biasanya memberikan apa yang kira-kira dia inginkan. Kini udah nggak kayak gitu lagi. Kamu malah langsung bertanya apa yang dia butuhkan. Jadi saat kamu memberinya kado, barang tersebut pasti dipergunakan olehnya.

7. Pertanyaan “kapan nikah” yang dulu cuma isapan jempol belaka, kini bakal lebih sering menghantui kalian berdua

Kapan nikah? via www.pexels.com

Zaman-zaman kuliah, mungkin nggak terpikirkan soal pertanyaan ini. Ya wajar, kalian masih menuntut ilmu. “Kapan nikah?” jadi pertanyaan lelucon yang nggak perlu kamu ambil pusing. Tapi, setelah usiamu 25 tahun, maka pertanyaan tersebut jadi hal yang jauh lebih serius. Jangan kaget kalau tiap pertemuan keluarga pertanyaan itu bakal sering kamu dengar.

8. Tiap kali makan, nonton apapun yang judulnya barengan nggak lagi cowok yang harus mentraktir semua

Gantian bayarin via www.pexels.com

Dulu, tiap pacaran, hampir selalu cowok yang ngeluarin kocek. Mulai dari makan hingga belanja. Bisa dibilang itu harga diri seorang cowok. Nah, di usia sekarang, kalian lebih realistis. Kalau dia memang sanggup bayarin terus nggak masalah, tapi ganti-gantian bayar tiap kali hang out juga nggak masalah kok.

9. Memilih untuk malam mingguan di rumah ketimbang harus macet-macetan di jalan atau tak perlu kencan berdua segala

Mending di rumah via www.pexels.com

Malam minggu jadi hal penting ketika pacaran. Menghabiskan waktu secara romantis dengan pasangan di suatu tempat, seperti kafe atau restoran. Rela bermacet-macet ria demi sampai tujuan. Sekarang? Mikirin macet jalanan aja udah ogah. Jadi mending di rumah aja, nonton film sambil makan camilan. Tetap romantis kok 🙂

10. Bertemu orangtua pasangan bukan lagi jadi momok yang menakutkan, tapi jadi momen berharga untuk merebut restu mereka

Ketemu calon mertua? Why not? via www.pexels.com

Rasa tanggung jawab yang semakin besar, dan keseriusan menjalani hubungan sekarang, akan berdampak pada semuanya, termasuk lingkungan. Jika dulu kamu merasa nggak enak atau grogi ketemu orangtua pasangan, kini sudah nggak lagi. Bahkan sesekali kamu menghabiskan waktu bersama mereka. Ya itung-itung pendekatan biar nanti makin lancar. Bener nggak? 😀

Menjalani hubungan di usia lebih dari seperempat abad kini jadi sesuatu yang lebih serius. Hubungan jadi lebih dewasa, terkendali, dan penuh tanggung jawab. Dan yang lebih disyukuri sih minim drama. Sama kerjaan saja sudah pusing, nggak mau dong tambah pusing sama hubungan?

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya