Banyak cara untuk mencintai pasangan dan banyak pula alasan untuk mempertimbangkan perasaan. Ketika seseorang telah mencintai pasangannya begitu dalam, tentu kepercayaan menjadi alasan untuk terus berharap dan berangan. Tapi, alangkah baiknya ketika kamu bisa memilah dan memilih, sejauh mana kamu harus mencintai pasanganmu. Saat dia belum bisa memberikan kepastian, berhentilah untuk berangan lebih tinggi dengannya. Toh, itu hanya akan memberikanmu rasa yang tak pernah kamu harapkan sebelumnya.

Selama dia belum bisa memberi kepastian, pastikan hal-hal ini tetap kamu pertahankan. Agar tak terlalu menyesal nantinya.

Ketika kamu telah banyak berharap dengannya, tanpa sadar, kamu akan memberikan segalanya untuk dia. Belajarlah untuk bisa mengatur hati, agar tak melukai diri sendiri

Mulai belajar sebelum jatuh ke jurang yang menyakitkan via dylandsara.com

Mencintainya tanpa pamrih memang tak salah. Tapi yang keliru adalah ketika kamu telah menaruh semua cintamu padanya dan kamu berharap lebih dari yang telah kamu berikan. Sementara itu, tanpa kamu sadari, kamu telah memberikan segala yang kamu punya; entah itu hati atau waktu.

Sesaat setelah kamu tahu bahwa dia bukanlah yang terbaik untukmu, semua usaha dan upaya yang telah kamu berikan padanya hanya berakhir sia-sia. Belajarlah untuk bisa mengatur hati, agar tak melukai dirimu sendiri. Paling tidak, tunggu sampai dia memberi kepastian, kapan akan menikahi.

Tunggulah dia memberi kepastian, biar tak hanya kecewa yang kamu dapatkan. Jalani hubungan sewajarnya saja

Advertisement

Sebelum ada kepastian, jalani sewajarnya saja via dylandsara.com

Kita tak ada yang pernah tahu, siapa jodoh kita sebenarnya, kapan dia akan datang, dan kapan dia akan meninggalkan. Tapi, dengan kamu menutup hati untuk siapapun, dan lebih menaruh harapan besar kepada pasanganmu, itu berarti kamu telah ‘menolak’ semua peluang yang ada. Ketika akhirnya kamu tahu bahwa pasanganmu saat ini bukanlah orang yang bisa kamu andalkan, cuma kecewa yang akan kamu dapatkan. Sesal? Sudah pasti, sesal yang begitu besar.

Terlalu berharap dengan pasanganmu saat ini, sama halnya dengan menutup peluang untuk cinta yang akan datang nanti

Meski sudah bersama, tapi jangan tutup peluang selama belum ada kepastian via www.eagerheartsphotography.com

Telah lahir sejak zaman dulu, bahwa cinta itu memang dapat membutakan siapapun yang bersangkutan. Berangkat dari konsep cinta seperti inilah, seseorang bisa menaruh kepercayaan dan harapan yang begitu tinggi, hingga dia lupa di mana mereka berdua berada. Kepercayaan dan harapan yang telah kamu berikan pada pasanganmu itu sama artinya dengan menutup peluang untuk hati lain yang ingin masuk ke dalam ruang kecil di hatimu yang masih kosong. Tapi kamu tak pernah tahu, dan seolah tak ingin tahu. Kamu terlalu fokus dengan pasanganmu saat ini. Hingga akhirnya kamu sadar, kamu telah menyia-nyiakan waktumu dengan orang yang salah, dan menolak hati yang lebih megah.

Tak perlulah berangan yang tinggi untuk pasanganmu saat ini. Toh, kalian masih sama-sama menata mimpi

Jangan berharap terlalu tinggi, toh kalian masih sama-sama menata mimpi via favim.com

Buat apa berangan yang sebegitu tingginya pada pasanganmu saat ini? Cita-cita menikah dan beranak-pinak dengan pasanganmu memang tidak salah. Tetapi menaruh harapan yang begitu besar, tanpa menunggu kepastian, itu sama saja membuang-buang waktumu dengan percuma. Taruhlah harapan pada pasanganmu sewajarnya saja. Toh, kalian masih sama-sama menata mimpi, menata hidup yang lebih berarti. Masih banyak cita-cita yang harus terpenuhi.

Ingat, dia bukanlah prioritas selama masih belum ada kepastian. Membahagiakan orangtuamu adalah sebuah kewajiban

Mama belum minta cucu kok, Nak. via www.huffingtonpost.com

Satu hal yang harus kamu ingat dalam menjalin hubungan dengan pasanganmu yang belum memberikan kepastian adalah, dia bukanlah seorang yang harus kamu utamakan. Dia bukan prioritasmu saat ini. Karena sesungguhnya membahagiakan orangtua adalah sebuah kewajiban. Kenapa kamu tak belajar dulu untuk menjadi anak yang berbakti, sebelum akhirnya kamu akan menjadi seorang ibu sekaligus istri?

Berharap pada pasanganmu saat ini tak selamanya salah dan keliru. Kamu boleh menaruh harap dan cinta pada pasanganmu, tapi ingatlah selalu batasannya. Jangan terlalu berangan, sebelum dia memberi kepastian. Baru, ketika dia sudah memberi kepastian kapan akan menikahimu, berikanlah cinta yang bertahap. Dan, setelah dia resmi menjadi pendamping hidupmu, cintailah dia sepenuh hati.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me