Romantisme menjadi salah satu pertanda bahwa hubungan kalian hangat dan baik-baik saja. Sebuah kalimat atau sebuah sikap bisa mendefinisikan makna romantis ini. Apalagi di awal menjalin hubungan, keromantisan ini bisa jadi satu hal yang mendorong hubungan kalian berjalan.

Namun semakin hari, kamu merasa sikap romantisnya semakin berkurang. Kamu menjadi ragu apakah rasa sayangnya kepadamu pun ikut berkurang atau mungkin memperhatikanmu tak lagi menjadi sebuah hal yang penting. Sebelum kamu menyimpulkan prasangka yang macam-macam, 5 hal ini perlu kamu ketahui kenapa kamu merasa dia tak seromantis dulu.

1. Karena sudah semakin mengenal satu sama lain, nggak ada yang seseru ngobrol di awal hubungan

Semakin kenal satu sama lain via www.pexels.com

Advertisement

Masih ingat zaman pdkt dulu? Rasanya setiap obrolanmu dan dia begitu hangat. Ada keromantisan yang terjalin di setiap topik yang kalian bahas. Memperlihatkan keingintahuan masing-masing tentang apa yang diceritakan oleh pasangan. Mungkin menjadi salah satu hal yang selalu kamu inginkan. Namun kini, semakin lama hubungan kalian berjalan, hal-hal yang terasa romantis seperti itu tak lagi kamu rasakan. Obrolan-obrolan hangat dan penuh semangat saat menceritakannya tak lagi kamu dengar. Kamu merasa dia tak lagi romantis saat ini.

Padahal bukan karena dia tak romatis lagi, tapi semakin kalian mengenal tak ada lagi yang harus diobrolkan panjang lebar seperti di awal. Bahkan tanpa dibicarakan spun kalian udah saling merasakan perasaan pasangan. Tak harus mendengar terlebih dahulu, tapi kamu sudah tau apa yang harus dilakukan, begitu pun dia. Jadi bukan romantisnya yang hilang, cuma caranya saja yang berbeda. Bukankah memahami pasangan masing-masing tanpa kata justru lebih romantis?

2. Kalimat “aku sayang kamu” atau “i love you” yang dulu malu-malu diucapkan, kini udah jadi salah satu rutinitas sehari-hari

Rutinitas sehari-hari via www.pexels.com

Hal romantis lainnya yang dulu sempat membuat hatimu terasa hangat adalah saat ia menyatakan kalimat “aku sayang kamu” atau “i love you“. Dulu, kata tersebut sangat sulit diucapkan. Butuh keberanian besar untuk menyatakannya. Sehingga kalimat itu terasa begitu romantis.

Advertisement

Tapi kini, kalimat seperti itu sudah biasa kamu dengar, bahkan setiap hari. Setiap pagi atau sebelum tidur, kamu dan dia sering mengucapkan “aku sayang kamu”. Kamu tak perlu lagi menunggu kapan dia akan mengucapkan hal itu. Makanya, kamu merasa kalau romantisme dalam hubunganmu semakin berkurang.

3. Hubungan yang semakin dewasa dan realistis, lebih mementingkan ketemuan daripada telponan atau chatting sampai pagi

Mending ketemu daripada ngobrol lewat handphone via www.pexels.com

Dulu, dimana pun dan kapan pun, gawaimu selalu sibuk dengan pesan atau telpon darinya. Setiap ada pesan yang masuk, saat itu pula kamu langsung membalasnya. Bahkan telponan menjadi rutinitas sebelum tidur di awal hubungan dulu. Nggak jarang, kalian bisa sampai lupa waktu dan tetap berkomunikasi hingga pagi. Rasanya begitu romantis, bukan?

Tapi kini, jangankan telponan sampai pagi, pesanmu saja dibalas seenaknya. Kadang berjam-jam kemudian baru dibalas. Bukan berarti dia tak lagi romantis. Hanya saja, hubungan kalian telah memasuki level yang lebih dewasa dan realistis. Di tengah kesibukanmu ataupun dia, kalian harus sama-sama memahami bahwa kehidupan tak segampang dulu lagi. Kini kalian harus lebih mandiri, bekerja dan menghidupi diri sendiri, dan menabung untuk masa depan nanti. Bukankah, sekarang intensitas ketemuan justru lebih sering daripada dulu? Karena pasanganmu merasa lebih penting menghabiskan waktu berdua dari pada saling mengirim pesan atau telponan sampai pagi.

4. Tak bisa dipungkiri, kesibukannya yang semakin menjadi membuatmu harus mengerti kalau romantis nggak harus setiap hari

Memaklumi kesibukannya via www.pexels.com

Kesibukan yang tengah kalian jalani membuat waktu tak lagi selapang dulu. Gerakmu terbatas, bahkan waktumu atau pasangan tersita untuk menyelesaikan pekerjaan. Ketika hubungan sudah sampai di titik ini, ketika sudah ada prioritas baru demi masa depan, maka kamu harus mengerti bahwasanya romantis nggak melulu setiap hari.

dia nggak harus menunjukkan keromantisannya dengan mengantar jemputmu setiap hari, atau menanyakan sedang apa dan di mana. Karena ada hal yang lebih penting untuk dikerjakan saat ini. Tentunya bukan berarti kamu tak penting lagi. Hanya saja kamu harus paham bahwa memaksakan romantisme setiap hari nggak akan terasa indahnya. Justru yang sesekali, ketika kamu nggak kebayang dia bakal jemput kamu, tapi tiba-tiba udah ada di depan kantormu, inilah yang disebut dengan romantis. 🙂

5. Mungkin saja hubunganmu berada di fase kebosanan, jadi lakukan sesuatu yang membuat hubungan kalian kembali saling menghangatkan

Sedang dalam fase bosan via www.pexels.com

Tak bisa terelakkan, tapi memang ada masa di mana hubunganmu terasa begitu membosankan. Mungkin karena aktivitas yang kalian lakukan itu-itu saja setiap hari. Intensitas pertemuan yang terlalu sering juga bisa jadi penyebab hubunganmu terasa monoton. Sehingga keromantisan di awal hubungan tak lagi terasa dan menjadi hal yang biasa.

Karena itu, untuk menghangatkan kembali hubunganmu, nggak ada salahnya kalian mencoba hal-hal baru. Misalnya bepergian ke tempat yang belum pernah kalian kunjungi. Atau mungkin juga kalian perlu memberi jarak barang sejengkal, agar muncul rasa rindu layaknya pasangan yang sudah lama tak bertemu. Bukankah jarak juga membantu menyemai kembali rasa cinta dan rindu?

So, jangan dulu berkesimpulan kalau sekarang pasanganmu udah nggak sayang lagi hanya karena kamu ‘merasa’ dia nggak romantis lagi ya. Bisa jadi defenisi romantis kalian telah masuk ke level yang lebih tinggi daripada romantisme anak remaja.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya