Patah hati itu nggak enak. Apalagi kalau kamu merasakan patah hati saat sedang cinta-cintanya. Rasanya seperti dihujam belati lalu lukanya ditaburi garam. Perihnya luar dalam! Saking nggak enaknya patah hati, orang-orang pun menyarankan agar kamu yang belum pernah merasakannya untuk tak coba-coba.

Jangan sampai patah hati deh. Perih, sakit!

Advertisement

Tapi larangan tersebut justru baiknya tak kamu dengarkan saat umurmu udah 20-an. Di umur yang katanya momen emas dalam kehidupan ini, kamu memang baiknya sesekali mengecap rasanya patah hati. Kalau bisa sih merasakan patah hati yang parah sekalian. Bukan bermaksud untuk sengaja melukai hati. Tapi atas dasar hal-hal di bawah ini, kamu perlu memberanikan diri untuk merasa remuk paling tidak sekali seumur hidupmu.

1. Uia 20-an itu momen yang pas karena nggak terlalu tua atau muda. Sebab hatimu pun masih bisa sembuh dan menerima orang baru

Nggak ketuaan dan nggak kemudaan via unsplash.com

Jika kamu sering membaca buku tentang kisah patah hati, banyak penulis yang menggambarkan momen tersebut dengan sedihnya. Ada yang sampai depresi, bahkan ada yang sampai mengakhiri hidupnya. Percayalah, meski patah hati itu kurang ajar sakitnya. Tapi merasakan patah hati parah di umurmu yang 20-an ini merupakan momentum yang pas. Nggak terlalu muda atau malah terlalu tua. Di umurmu yang menuju dewasa ini kamu sudah punya modal pemilikiran yang hampir matang. Hatimu juga masih bisa sembuh tanpa perlu berlarut-larut sedihnya.

2. Saat patah hati di rentang umur ini, paling tidak kamu tak akan merasa sendiri, karena pasti ada temanmu yang senasib sepenanggungan

Kamu nggak akan merasa sendiri via unsplash.com

Meski patah hati merupakan masalah personal, tapi paling tidak kamu tak akan merasakan sendirian ketika patah hati di rentang umur ini. Teman-temanmu juga dengan tangan terbuka akan mendengarkan keluh kesahmu. Pun kalau mau bangkit, mereka juga pasti akan mendukungmu. Bayangkan jika patah hati parahmu ini terjadi di umur 30-an. Di saat teman-teman yang lain sudah menikah dan punya momongan, kamu masih tertatih dengan pacar yang meninggalkan. Palingan kamu hanya dapat pukpuk gratis. Itupun kebanyakan hanya formalitas.

3. Meski patah hati di umur ini sakitnya luar biasa. Tapi semangat untuk bangkit dan menemukan si penggenap hati masih ada

Masih ada cadangan semangat untuk bangkit via unsplash.com

Advertisement

Umur 20-an memang puncaknya semangat untuk mencoba hal baru. Di sinilah letak keuntungan saat kamu mengalami patah hati parah. Kamu tetap punya cadangan semangat untuk bangkit lagi. Kamu juga tetap punya greget untuk mencari si pelengkap hati yang sebenar-benarnya. Berbeda jika kamu sudah terlalu tua untuk merasakan patah hati. Mungkin akhirnya kamu hanya bisa pasrah dan berharap dijodohkan saja.

4. Kamu juga nggak perlu capek-capek mikirin omongan orang tentang jodoh. Bodo amat dengan mereka, toh umurmu masih muda

Bodo amat~~ via unsplash.com

Selain semangat yang masih ada, di umur 20-an kamu juga tak perlu capek-capek mikirin omongan orang. Kamu masih bisa santai bersikap bodo amat dengan omongan mereka tentang jodoh dan pernikahan. Toh umurmu masih muda. Masih punya kesempatan untuk mencari dia yang benar-benar menggenapkanmu suatu hari.

5. Umur 20-an juga masamu untuk mencari yang terbaik. Kalaupun ternyata bukan dia orangnya, kamu masih punya waktu untuk berpetualang lagi

Masamu untuk mencari yang terbaik via unsplash.com

Masih punya semangat untuk bangkit dan kesempatan untuk bersikap bodo amat, buatmu bisa melebarkan sayap. Kamu bebas berpetualang mencari cinta sejati yang tak hanya berjanji tapi bisa benar-benar menjagamu sampai nanti. Di umur 20-an ini merupakan masamu untuk mencari yang terbaik dari semua orang yang mendekati dan menawarkan janji. Coba kalau patah hati ini kamu rasakan di umur 30-an. Mungkin kamu tak punya kepercayaan diri untuk memulai hubungan dengan orang baru.

6. Patah hati di umur ini akan mengajarkanmu untuk lebih selektif lagi. Kamu jadi paham bahwa yang mudah berjanji belum tentu bertahan sampai nanti

Kamu bisa selektif untuk ke depannya via unsplash.com

Patah hati jelas sakit. Tapi dari rasa sakit ini kamu bisa belajar untuk lebih selektif lagi dalam memilih. Dia yang bermanis-manis dalam berjanji, belum tentu bisa dan mau bertahan sampai nanti. Selian itu, kamu juga belajar tak terlalu memasang kriteria terlalu tinggi. Patah hatimu ini berhasil merasionalkan kriteria pasangan idealmu. Sampai benar-benar bertemu dengan dia yang mau melangkah bersamamu.

Untukmu yang saat ini tengah merasakan patah hati parah, nikmatilah setiap nyari dan perihnya. Sebab rasa sakit itu akan buat hatimu lebih kuat dua kali lipatnya. Suatu saat nanti, akan ada dia yang benar-benar menjadi pintamu dalam doa. Kamu hanya perlu lebih bersabar aja. Buatmu yang belum pernah merasakan patah hati parah, jangan berkecil hati. Kamu justru cerminan seseorang dengan hati yang masih murni.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya