Jodoh memang sebuah hal yang selalu menarik untuk dibicarakan. Apalagi di usia seperempat abad atau bahkan lebih. Saat pertanyaan ‘kapan nikah?’ semakin marak kemunculannya. Sementara jawabanmu nggak jauh-jauh dari ‘doain aja ya biar cepet ketemu jodohnya!’

Kalau terus dipikirkan, perihal jodoh ini memang nggak akan ada habisnya. Berdasar pengalamanmu sendiri, melihat di lingkungan sekitar atau bahkan plot di novel fiksi, jodoh kerap membuat kita semua geli. Ada yang ternyata jodohnya teman SMA, kakak tingkat saat kuliah, atau bahkan pilihan orangtua yang dulu sempat ditolak. Kamu yang merasa belum menemukan jodohmu pun kerap bertanya, ‘Lalu kapan giliranmu tiba?’

Advertisement

Belum bertemunya dengan jodoh ini mungkin dipengaruhi kesalahan yang tak kamu sadari. Tapi terus saja kamu lakukan karena doktrin usia yang menuju dewasa. Beberapa kesalahan tersebut berhasil Hipwee rangkum khusus untukmu. Agar kamu dan kita semua yang belum bertemu jodoh, bisa berkaca dan tak terus menuntut.

1. Kamu boleh saja menetapkan kriteria untuk jodohmu nanti. Tapi jika terlalu tinggi, jodohmu menjadi sulit didapati

Tak perlu terlalu tinggi via unsplash.com

Dulu saat masih abu-abu soal jodoh, kamu pasti menetapkan kriteria sosok pendamping yang seperti apa. Baik, rupawan atau bahkan kemapanan. Semakin bertambahnya umurmu, kriteria jodoh kadang semakin rinci dan berkembang. Seperti sudah bekerja dan mapan secara finansial, seiman, sayang keluarga dan masih banyak lagi. Menetapkan kriteria soal jodoh itu sah-sah saja dilakukan. Asalkan jangan sampai ketinggian. Sebab jika terlalu tinggi, kamu yang akan kesulitan sendiri untuk menemukan orang yang sesuai dengan kriteria itu.

2. Kamu beranggapan jodoh akan datang sendiri. Padahal ada jodoh juga perlu kamu jemput dengan cara membuka diri

Membuka diri via unsplash.com

Ya elah, kenapa sih dikejar-kejar? Jodoh kan datang sendiri?

Advertisement

Kalau kamu masih mengamini anggapan tersebut, mungkin sudah saatnya kamu beralih. Saat ini anggapan jodoh akan datang sendiri tak sepenuhnya benar. Ada kalanya kamu perlu menjemput jodohmu. Salah satu caranya dengan membuka diri. Ikut dengan komunitas yang kamu sukai atau dengan membuka komunikasi dengan lawan jenis yang selama ini ditutup aksesnya. Biar kamu tak terkesan pasif dan tanpa usaha. Siapa tahu dengan membuka diri merupakan jalanmu untuk menjemput jodoh yang sesungguhnya.

3. Terlalu sibuk untuk memantaskan diri bisa menghambat jodohmu. Sebab waktu tersita dengan urusan pekerjaanmu

Sibuk sendiri via unsplash.com

Jodoh adalah cerminan diri itu memang tak salah. Untuk itu kamu perlu memantaskan diri agar kelak kamu mendapatkan jodoh terbaikmu juga. Namun kamu sebaiknya tak tenggelam pada prosesmu memantaskan diri ini. Seperti menutup pintu pergaulan karena ini terus meningkatkan kualitasmu sebagai seorang pribadi. Jangan sampai kesibukanmu ini justru menjadi faktor utama yang menghambat jodohmu sendiri.

Sebab sesuatu yang berlebihan itu tak ada manfaatnya. Seperti berlebihan dalam memantaskan diri yang berpotensi menghambat datangnya jodohmu ini.

4. Hubungan yang kurang baik dengan ayah dan ibu juga bisa menghambat jodohmu. Sebab restu akan jodoh bisa berasal dari kedua orangtuamu

Hubungan kurang baik dengan orangtuamu juga turut berpengaruh via www.unsplash.com

Salah satu kesalahan yang mungkin tak pernah kamu sadari adanya, yaitu hubungan dengan kedua orangtuamu. Saat kamu kurang bisa menjaga hubungan dengan mereka, jalanmu untuk bertemu jodoh  menjadi lebih terjal daripada biasanya. Sebab datangnya jodoh untukmu juga dipengaruhi dari restu yang kedua orangtua berikan kepadamu. Jika dalam menjaga hubungan baik dengan ayah dan ibu saja kamu masih kesulitan, Tuhan mungkin belum bisa mempercayakan seorang jodoh untukmu saat ini bahkan sampai di masa depan.

5. Terlalu ngotot, sampai kamu seolah-olah mengobral diri pun bisa jadi penghambat jodohmu yang sesungguhnya

Tak perlu sampai obral diri via www.unsplash.com

Umurmu sudah seperempat abad atau bahkan lebih. Teman-temanmu juga sudah banyak yang menikah bahkan mempunyai anak. Hanya kamu dan segelintir teman-teman yang masih sendirian. Lingkungan yang sudah mulai meninggalkanmu dan usia yang kejar tayang ini buatmu semakin tertekan hingga gegabah dalam bertindak. Kamu jadi ngotot untuk segera menemukan jodohmu.

Ikut kencan buta, atau bahkan mencoba segala aplikasi online dating yang ada. Kamu sampai seakan mengobral diri karena tak mau ketinggalan untuk menemukan jodohmu ini. Padahal usahamu yang berlebihan ini justru bisa jadi boomerang untuk dirimu sendiri. Mungkin jodohmu tinggal selangkah lagi, tapi ragu dan mundur karena kamu menjadi brutal seperti ini.

6. Saat kamu sudah melakukan berbagai cara, tapi jodoh belum datang juga. Mungkin kamu lupa, menyisipkan perihal jodoh disetiap doa

kekuatan doa via unsplash.com

Berbagai macam usaha sudah kamu lakukan. Kecepatan yang kamu gunakan pun sudah biasa dan terhitung selow saja. Tapi jodoh belum juga ada tanda-tanda kedatangannya. Saat seperti ini, mungkin kamu melupakan suatu hal kecil yang justru berdampak besar. Mungkin kamu lupa menyelipkan keinginanmu untuk didekatkan dengan jodoh dalam tiap doamu. Padahal kekuatan doa ini kadang bisa membuat semesta turut mengamini segala keinginanmu dalam semalam saja.

Maut, rezeki dan jodoh memang sejatinya sudah dimiliki oleh masing-masing pribadi. Hanya saja kedatangannya yang kerap buatmu hilang sabar karena terlalu lama dan tak sebanding dengan usaha yang dilakukan. Semoga dengan rangkuman kesalahan-kesalahan tersebut, kamu menjadi mawas diri. Bahwa jodoh bukan hanya perkara memantaskan diri. Tapi juga mengurangi kesalahan-kesalahan yang menghambat datangnya jodoh ini.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya