Menangis sendiri karena tak kuasa menahan rindu, iri saat melihat pasangan lain sedang menikmati kebersamaan, atau di jam-jam tertentu kamu sibuk sendiri dengan ponsel untuk chat atau telepon dengannya adalah sebagian kebiasaan yang kamu dan dia lakoni selama menjalani LDR.

Kalau dipikir-pikir, sedih dan lelah itu memang pasti. Tapi sebenarnya ada juga keseruan yang dirasakan. Keseruan yang datang dari kebiasaan remeh temeh yang kalian lakukan. Kira-kira kebiasaan itu apa saja? Hayo, kamu dan dia begini juga ‘kan?

1. Dibela-belain bangun tengah malam atau begadang demi bisa telepon pacar. Namanya juga LDR beda negara

Nunggi kabar dari dia tengah malam via unsplash.com

Buat yang LDR’an satu negara mungkin masih bisa layaknya pasangan normal dalam hal mengatur waktu untuk berkomunikasi. Masih bisa saling mengontak pagi, siang atau malam bersamaan. Tapi buat kamu yang berbeda negara, perbedaan waktu satu atau dua jam saja kadang cukup pelik.

Halo, Sayang kok lama angkat teleponnya?

Aku ketiduran, ngantuk banget ini. Teleponnya besok pagi saja, ya.

Advertisement

Sementara besok paginya dia di sana, sudah siang di tempatmu dan kamu pun sedang sibuk-sibuknya dengan pekerjaan. Karena itu kadang salah satu dari kalian mengalah dengan bangun tengah malam atau sengaja begadang, supaya bisa berbincang walaupun setengah atau satu jam saja.

2. Pas pengen manja tapi nggak bisa ketemu, akhirnya cuma bisa kirim pesan atau mentok emoticon peluk ~~

Peluk begini cuma ada di angan-angan kamu atau dia via unsplash.com

Sayang, kangen! Pengen sandaran di bahu kamu.

Sini, sini peluk….

Nyatanya kata-kata itu hanya ada dalam percakapan di pesan atau chat room kalian. Lalu kamu biasanya hanya terduduk di pojok kamar sambil menyandarkan kepala di tembok. Sedangkan dia yang di sana entah sedang sibuk mengerjakan apa. Begitulah jarak yang tak hanya menahan rindu kalian, tapi juga kemanjaan kamu atau dia.

3. Buka tutup HP bukan buat chat, tapi cuma untuk melihat fotonya berkali-kali

senyum-senyum lihat fotonya via unsplash.com

Orang lain mengiranya kamu tengah asyik chat dengan pasanganmu yang jauh di sana. Padahal aslinya sedari tadi kamu hanya buka tutup HP. Menunggu pesan darinya pasti? Tapi kadang, diam-diam kamu hanya menikmati fotonya berulang kali sambil mengomentari wajahnya yang terlihat agak tirus dan dengan rambut yang tertata lebih rapi. Kadang sesederhana menatap mata sayunya yang entah kenapa selalu bisa membuatmu tenang. Setidaknya melihat fotonya membuat kamu merasa tak kehilangan dia, dan rindu pun bisa sedikit lebih bersabar.

4. Dikit-dikit foto selfie. Bukan karena narsis sekali, tapi demi melengkapi kabar sehari-hari

Foto lagi untuk dia yang di sana via unsplash.com

Eh, fotoin dong.

Cie…. Pasti buat dikirim ke pacar. Dasar LDR’an

Teman-temanmu saja sudah paham, kalau usahamu berfoto itu bukan untuk kesenangan diri sendiri alias cerminan dari kenarsisanmu. Tapi kamu berfoto karena memang ingin melengkapi kabar yang akan dikirim ke dirinya. Kadang murni kesadaranmu saat kamu ingin memamerkan potongan rambut barumu. Kadang juga memang permintaan dari dia, saat ingin tahu secara langsung tempat yang sedang dikunjungi olehmu dan teman-temanmu. Hitung-hitung ini salah satu usaha kalian untuk lebih saling percaya.

5. Biar lebih irit soal komunikasi, kamu atau dia terbiasa mencari internet gratis alias jadi fakir wifi

Jadi fakir wifi kece via unsplash.com

Mbak password wifi di sini apa ya?

Di mana pun kamu berada, bertanya password wifi rasanya sudah jadi keharusan. Bukan karena pelit, tapi demi pengiritan. Supaya jatah pulsa internet pribadimu bisa lebih diminimalkan. Lumayan untuk menambah tabungan membeli tiket bertemu dengan pacar yang jauh di sana.

6. Kalau kangennya udah kebangetan, kamu bisa mendadak norak dengan mengunggah foto dia di sosial media

Upload tentang rindu via unsplash.com

Mendadak isi media sosialmu foto-foto dia, atau untaian kalimat-kalimat romantis yang berbau rindu. Nggak heran kalau akhirnya kamu pun jadi bahan ledekan teman-temanmu.

Cie, yang LDR-an lagi rindu-rinduan. Kasian jarang ketemuan…. 

7. Menghitung perbedaan waktu sampai menghafal kegiatan pacar, supaya kamu bisa menyesuaikan jadwal berkabar

nunggu waktu buat telepon dia via unsplash.com

Empat jam lagi bangunin aku, Yang. Aku mau lanjut ngetik.

Empat jam lagi berarti jam 10 malam di sini ya?

Iya, subuh di sini.

Biasanya saat satu kota, kamu dan dia tak pernah benar-benar memperhatikan waktu. Tapi selama menjalani hubungan jarak jauh dan beda negara, menghitung waktu jadi salah satu keahlian kalian. Sementara yang hanya beda kota paling hanya menyesuaikan jadwal berkabar saja, jangan sampai sewaktu salah satu dari kalian sibuk. Sebab komunikasi kalian harus benar-benar berkualitas. Bukan yang sekadar iseng-iseng karena sedang tak ada kerjaan saja.

Menjalani pacaran jarak jauh nggak melulu membuatmu menderita seperti yang diomongkan orang. Justru saat kamu sudah paham seninya LDR-an, kalian pasti akan sama-sama merasakan keseruannya.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya