Kandasnya sebuah hubungan bisa aja disebabkan oleh berbagai alasan. Permasalahan yang seakan tiada habisnya, perbedaan keyakinan yang nggak bisa disatukan, hingga restu dari orangtua yang tak kunjung datang, bisa menjadi sebuah alasan hubungan berakhir begitu saja. Segala upaya telah kamu lakukan, tapi apa daya hubunganmu harus berakhir pada perpisahan. Untuk hal-hal seperti itu mungkin kamu bisa mengategorikannya sebagai “dia memang bukan takdirku”.

Tapi jangan pernah kamu menjadikan perihal ini sebagai alasan untuk membuatmu tidak bertahan dalam suatu hubungan. Mungkin saja ada orang lain di luar sana yang menadahkan tangannya memohon kepada Tuhan untuk bisa memiliki hubungan yang ingin kamu sia-siakan.

1. Kamu merasa bosan, padahal hubungan yang kamu bangun belum lama berjalan

Sifatmu yang mudah bosan kerap kau jadikan alasan via techgirl.co.za

Mungkin ini adalah salah satu alasan yang paling nggak masuk akal saat kamu ingin memutuskan pasangan. Hubungan yang kamu jalin bukan hanya untuk main-main. Hubungan melibatkan perasaan. Kamu nggak bisa seenaknya mengakhiri hubungan kalian. Kamu harus paham saat memutuskan untuk memulai hubungan, itu bukanlah permainan. Yang ketika bosan, boleh berhenti dan pergi duluan. Jika kamu ingin putus karena bosan, bagaimana dengan perasaannya selama ini padamu yang mungkin setiap hari semakin menggunung? Bagaimana jika ada seseorang yang ingin berada di posisimu saat ini yang tak akan pernah menyia-nyiakan hubungan dengannya?

2. Jika masa lalunya nggak bisa kamu terima, kenapa di saat dia menyatakan cinta kamu lantas berkata iya?

Bukankah cinta berarti menerima apa adanya? via hdwallpapergirls.com

Advertisement

Saat kamu menerima cinta seseorang, kamu sudah memikirkannya matang-matang. Bagaimana sifatnya, sikapnya, hingga masa lalunya. Jika itu semua bisa kamu terima, barulah kamu mau mencoba menjalin hubungan dengannya. Sehingga ketika kamu ingin putus dengan alasan nggak bisa nerima masa lalunya, tentu itu jadi hal yang nggak masuk akal. Kalau kamu mempermasalahkan masa lalunya, kenapa nggak dari dulu aja sebelum kamu dan dia melangkah ke hubungan yang lebih jauh?

3. Alasan dia sibuk dengan pekerjaan selalu kamu jadikan perdebatan, bukankah kamu yang ingin segera dihalalkan?

Padahal dia sedang mengupayakan agar segera membawamu ke pelaminan via 40.media.tumblr.com

Nggak sedikit yang merasa ketika pasangannya mulai sibuk bekerja, maka ia seolah terpinggirkan. Padahal, jika kamu sedikit bersikap dewasa, hal itu sama sekali nggak bisa kamu jadikan alasan untuk menyelesaikan sebuah hubungan. Meski ia saat ini sibuk bekerja, bukankah dia masih menyempatkan waktu untukmu meskipun hanya di akhir minggu? Seharusnya kamu beruntung, dia yang mau bekerja keras jauh sebelum hubungan kalian serius. Bukankah hasilnya untukmu juga? Wanita yang ingin diajaknya untuk naik ke pelaminan bersama?

4. Hanya kabar burung dan bisikan dari telinga ke telinga, membuat kepercayaanmu luluh lantak begitu saja

Kamu lebih percaya omongan orang daripada pasangan via assets-a2.kompasiana.com

Cinta dibangun berpondasikan komitmen dan kepercayaan. Meskipun tak selalu bersama, kepercayaanmu akan dibawanya, ke manapun ia pergi. Begitu juga sebaliknya. Jika ada omongan-omongan di belakang, ataupun sekedar kabar burung belaka tentang keburukan dia, bukan lantas kamu percaya kabar itu begitu saja. Apalagi sampai kamu putuskan. Sama saja artinya bahwa kamu jauh dari makna dewasa. Ingat, kamu adalah orang yang paling tahu dia untuk saat ini. Kamulah yang merasakan, apakah ada yang sedang ia simpan, atau sesuatu yang sengaja ia sembunyikan, bukan desas-desus tak bertuan.

5. Kamu ingin hubungan kalian layaknya mereka yang manis dan romantis, padahal kau tahu bahwa semua hubungan tak bisa kamu samakan

Hubungan satu dan lainnya nggak bisa kamu samakan via static.pexels.com

Alasan ini juga kerap dijadikan segelintir orang untuk memutuskan hubungan. Jangan sampai kamu bagian dari mereka. Setiap hubungan tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Ada yang romantis tapi tak perhatian, ada juga yang cuek tapi punya perhatian yang dalam. Hubungan tak melulu manis dan romantis. Itu hanya relatif.

Kamu nggak bisa menyamakan hubungan temanmu dan pasangannya dengan hubunganmu dan pasanganmu. Kalian menjalani hubungan dengan orang yang berbeda. Bagaimana bisa mengharapkan hubungan yang sama? Lihat dia, dan semua usaha yang dia lakukan untuk membahagiakanmu. Mungkin saja dia punya cara sendiri untuk membuatmu merasa jadi orang paling beruntung di dunia. Buat apa romantis jika tak berujung bahagia pada akhirnya?

So ladies, jangan sampai kamu jadiin perihal ini untuk memutuskan pasanganmu ya! Kalau kamu menyesal di kemudian hari, mungkin bisa balikan lagi. Tapi ingat, perasaan yang dulu tak akan pernah sama kedua kali.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me