Dulu kamu memang belum ingin menjalani hubungan. Karenanya kamu menutup hati dan memutuskan untuk fokus untuk hal-hal lainnya. Lalu orang akan sibuk menasihatimu untuk “membuka hati” agar bisa segera melepas masa-masa sendiri itu.

Sekarang kisahnya berbeda. Kamu mulai memikirkan untuk mencoba menjalani hubungan. Kamu pun merasa sudah membuka hatimu dan terbuka atas segela kemungkinan hubungan. Tapi, kenapa status jomlomu tak juga lepas? Apa sebenarnya yang salah? Barangkali beberapa hal ini yang menjadi penyebabnya.

1. Kesediaan membuka hatimu tak dibarengi dengan sikap yang sesuai. Sehingga dia yang datang pun tidak memilih untuk stay

balas chatnya galak banget 🙁 via www.freepik.com

Advertisement

Meski sudah mengaku membuka hati, apakah kamu sudah menunjukkan sikap yang menangkan pada orang yang sedang mendekati? Atau kamu masih malas-malasan membalas pesan sembari berharap dia tak akan menyerah dan terus melakukan berbagai cara untuk membuatmu luluh? Yah, jual mahal pun jangan berlebihan. Karena, bila segala sikap baik dan upaya PDKT yang dilakukan hanya berbuah sikap dingin yang kental akan keengganan, siapa yang betah?

2. Mungkin kamu menerapkan kriteria yang terlalu tinggi dan lupa bahwa tidak ada orang yang sempurna di dunia ini

tak ada sosok yang sempurna via unsplash.com

Wajar sih, semua ingin sosok yang baik untuk dijadikan pasangan. Pun, kriteria “yang baik” ini berbeda-beda setiap orang. Ada yang ingin punya pasangan tampan, mapan, setia, lucu, bertanggung jawab, romantis seperti oppa di drama Korea, pokoknya yang sempurna! Kita memang harus memiliki kriteria atas pasangan yang dicari. Namun, realistis saja. Sebab sosok yang sempurna hanya ada di komik dan novel. Di dunia nyata, kamu akan kesulitan menemukan sosok yang begitu tanpa cela.

3. Sebenarnya kamu tidak tahu apa yang kamu mau. Mungkin itu yang membuat hubungan berakhir sebelum ke mana-mana

belum mengenal diri sendiri via unsplash.com

Pernah nggak sih kamu mengalami hubungan yang berhenti sebelum dimulai. Rasa excited yang menggebu-gebu di awal saat PDKT mendadak lenyap saat dia menunjukkan gerak-gerik ingin menyatakan cinta. Entah kenapa, mendadak kamu merasa tak nyakin dan mundur perlahan. Lalu hubungan pun berakhir sebelum jadian. Hal ini bisa terjadi karena sebenarnya kamu tidak benar-benar tahu apa yang kamu mau. Karena itulah, mengenali dan memahami diri sendiri adalah sebuah keharusan, sebelum kamu memutuskan untuk menjalani sebuah hubungan.

4. Bisa juga karena kamu berharap pertemuan pertama selalu romantis dan istimewa. Padahal datangnya jodoh bisa dari banyak hal

merasa pertemuan pertama harus heboh spesial via unsplash.com

Advertisement

Status sendiri yang tak kunjung pergi bisa juga terjadi karena kamu berekspektasi terlalu tinggi. Maklumlah, kita banyak dicekoki kisah cinta yang begitu heboh dengan segala gemerlapnya. Lantas kamu pun merasa pertemuan pertama dengan si dia haruslah istimewa dan membuat hati mendadak langsung berdebar-debar, bersamaan dengan sebuah bisikan di hati “dialah the right one“. Jadi kalau yang pertemuannya biasa-biasa saja, memang tak akan istimewa. Padahal jodoh datangnya bisa dari banyak hal. Bukan tak mungkin jodohmu adalah sahabat yang selama ini ada di sisimu ‘kan?

5. Bisa juga kamu merasa rendah diri dan merasa tak patut mendekati seseorang. Ayo dong semangat~

merasa rendah diri via unsplash.com

Setelah membuka diri, kamu pun mendapati bahwa dirimu banyak kekurangan. Saat ada seseorang yang mendekati, kamu sibuk membuat persepsi bahwa kamu tak layak dicintai. Mungkin karena dia terlalu kaya, terlalu rupawan, atau terlalu keren untukmu yang biasa saja. Lalu kamu merasa bahwa dia bukan orang yang tepat untukmu, dan sebaiknya kamu mencari orang lain yang lebih satu level denganmu. Padahal, itu semua hanya ada dalam pikiranmu saja. Kamu juga keren kok. Ketika seseorang menyukaimu, berarti dia mendapati ada yang spesial darimu.

6. Pengalaman buruk di masa lalu membuatmu sangat berhati-hati. Mungkin itu yang membuatmu tanpa sadar sulit memercayai

lebih hati-hati melangkah via unsplash.com

Pengalaman yang buruk di masa lalu juga bisa memengaruhi sikapmu selama ini. Bisa jadi, sebenarnya kamu tak seterbuka yang kamu pikirkan. Kamu merasa sudah siap menjalani hubungan baru dan membuka hatimu, tetapi, kamu masih sulit untuk memercayai dia yang datang mendekatimu. Rasa takut disakiti lagi itu wajar kok. Apalagi kalau kamu sudah pernah mengalami sebelumnya. Namun, rasa itu tak perlu dipelihara terlalu lama. Ingat saja, sebuah hubungan memang punya kemungkinan berhasil atau gagal. Tapi kamu tak tahu juga sebelum mencobanya, bukan?

7. Waktunya memang belum tepat. Meski siap menjalin hubungan, kamu juga tak ingin sembarangan kan

Waktunya belum tepat via www.freepik.com

Terlepas dari semuanya, barangkali memang waktunya yang belum tepat. Soal jodoh dan pasangan kan memang tidak bisa dipukul rata apalagi dipaksakan. Kamu juga tak ingin mendapatkan pasangan secara sembarangan. Meski kamu sudah membuka hatimu, bukan berarti sembarang orang harus diperbolehkan masuk. Selain itu, bisa saja memang waktumu belum tiba. Kamu sudah siap menjalin hubungan serius, namun Tuhan belum mengizinkan. Ya sudah, ditunggu saja ya, sembari memantaskan diri sendiri.

Tenang saja, Tuhan sedang menyiapkan skenario yang paling sempurna untukmu. Kalau tidak sekarang, ya berarti nanti. Kelak, seseorang akan datang dan memasuki pintu hatimu kok.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya