“Kapan nikah?”

Pertanyaan tersebut seringkali kamu dapatkan saat sudah menjalin hubungan selama beberapa waktu. Entah saat kamu lagi datang ke kondangan teman, ketemu keluarga besar, sampai dalam obrolan dengan teman-teman kantor. Awal-awal ditanya kapan nikah sih biasa aja, seneng bahkan. Kamu jadi minta doa agar disegerakan menikah dan ikutan membayangkan betapa bahagianya nanti saat kamu dan pasanganmu menikah. Namun lambat laun kamu jadi sadar bahwa pertanyaan “Kapan nikah?” itu punya beban yang nggak sesederhana kedengarannya.

Bertahun-tahun bersama, akhirnya kamu mulai bertanya-tanya: mampukah kalian berdua menjawab pertanyaan tersebut dengan sebuah ikatan yang sah? Sementara saat kamu sudah mulai galau, pasanganmu masih terlihat selow.Kamu sampai bingung sendiri, kenapa cowokmu bisa se-selow ini. Nah biar cowokmu peka, kamu bisa loh ngasi dia kode yang ngena. Coba deh gunakan kode-kode di bawah ini pada pasanganmu. Siapa tahu kan cowokmu jadi paham kalau sebenarnya kamu udah pengen dilamar~

1. “By the way kita udah mau anniv yang kelima lho. Gila ya? Udah lama juga ternyata!”

Bentar lagi anniv lho! via www.unsplash.com

Mengingatkan sudah berapa lama kalian menjalin hubungan adalah kode pertama yang pasti udah pernah kamu sampaikan.Kode tentang lamanya hubungan kalian berjalan ini merupakan kode halus, tapi ngena. Masa iya pacaran udah selama ini tapi dia belum mau ngasi kepastian masa depan? Tapi daripada kamu bilang segamblang itu, mengingatkan berapa lama kalian sudah jadian bisa jadi jalan tengahnya.

2. “Yang, lihat deh foto teman kantorku pas bulan madu. Mukanya jadi keliatan lebih fresh gitu!”

Mereka udah bulan madu. Kita kapan? -_- via www.unsplash.com

Karena kode halus belum berhasil, kamu akhirnya meningkatkan level kodemu sedikit lebih tinggi. Kebetulan ada teman sekantormu yang baru pulang bulan madu. Lewat media sosialnya dia berbagi keseruan bulan madunya. Tak terlihat sama sekali raut muka tegang akibat persiapan menikah yang dulu sempat buatnya deg-degan nggak karuan. Kamu pun menunjukkan salah satu foto hasil bulan madu temanmu itu, berharap cowokmu akan lebih peka!

3. “Kesel deh sama adikku, Yang. Dia ngebet banget mau nikah padahal kuliah aja belum selesai,”

Aku nikah duluan ya mbak? via www.unsplash.com

Dalam budaya pernikahan di Indonesia, masih menganut paham pamali jika melangkahi kakak dalam satu keluarga untuk menikah. Kamupun juga demikian. Adikmu terus saja kode-kode ingin menikah padahal dia belum menyelesaikan kuliah. Kegelisahanmu yang terancam akan dilangkahi adikmu ini akhirnya kamu utarakan pada cowokmu. Sekalian sebagai kode agar jangan sampai kamu dilangkahi adikmu sendiri.

4. “Akhir-akhir ini banyak banget deh yang ngajakin aku ke wedding expo, Yang. Ya kali aku iyain? Di sana ntar aku ngapain?”

Ntar aku ngapain di sana? via www.unsplash.com

Kodemu semakin keras saja. Kini kamu berani untuk bilang sesuatu yang menyangkut pernikahan, seperti ajakan teman ke wedding expo ini. Kamu bercerita bahwa akhir-akhir ini banyak temanmu yang mengajak ke sana, tapi terpaksa ditolak. Meski begitu, dalam hati sebenarnya kamu pengen datang. Yah siapa sih cewek yang nggak pengen tahu soal penikahan? Sayang, cowokmu sampai sekarang belum pernah ngajakin ke sana.

5. “Ayah ibuku katanya udah kangen tuh sama kamu. Kapan main ke rumah lagi? Kalau bisa sih sekalian bawa mama papa kamu gitu~”

Tuh, ditungguin ayah buat main catur via www.unsplash.com

Meski kamu mengucapnya dengan nada bercanda, namun dalam hati kamu berharap dia menanggapi dengan serius. Kodemu ini tak hanya soal pernikahan, tapi udah bawa-bawa orangtua juga. Kini kamu berani mengundang cowokmu lebih sering datang ke rumah. Tentu saja dengan sedikit pancingan agar saat dia datang ke rumah, sekalian membawa kedua orangtuanya. Ya siapa tahu bakalan ada perbincangan tentang hari baik atau semacamnya gitu~

6. “Kapan ya, kita yang duduk di pelaminan? Duh, nggak sabar~”

Malah salah fokus ke fotonya 🙁 via www.unsplash.com

Saat kamu udah nggak sabar lagi, kalimat di atas menjadi kode pamungkas untuk mengetahui seberapa jauh keseriusannya kepadamu. Kamu nekat langsung bilang to the point saja tentang kapan dia akan segera menyeriusimu. Foto kamu sedang kondangan sendirian kamu kirimkan, lengkap dengan pertanyaan “Kapan ya kita yang duduk di pelaminan?”

Duh, kalau cowokmu peka pasti sudah paham bahwa kamu ingin segera dihalalkan. Apalagi dengan hasil foto super jernih hasil jepretan smartphone Advan A8 yang dilengkapi dual rear camera yang diadopsi dari kamera belakang Sony IMX258. 13MP kamera utama dan 5MP vice camera yang bisa menghasilkan gambar berkualitas tinggi dengan kedalaman persepsi. Bikin fotomu lebih jernih, detail, dan sempurna!

Kabar baiknya, Advan A8 juga dilengkapi dengan fitur Re Focus. Meski background foto tamu-tamu undangan yang berlalu lalang dan bergerak aktif, fotomu nggak akan kacau. Karena dengan keunggulan ala kamera SLR ini, kamu bisa mengatur ulang fokus foto yang sudah tersimpan di galeri. Kamu bisa memilih mau fokus ke kamunya atau pengantinnya. Kalau buat kode sih, mendingan ke pengantinnya ya? Hehehe

7. “Ih, bayinya lucu banget! Jadi ngebayangin gimana ya nanti kalau aku jadi ibu~”

Pengen bayi selucu ini via www.unsplash.com

Selain kirim foto pas ke kondangan, kirim foto bayi juga menjadi kode kerasmu yang selanjutnya. Selain memang dasarnya lucu, foto-foto bayi yang nggak sengaja kamu temukan di Instagram itu kamu gunakan untuk mengetahui seberapa dalam keseriusannya padamu. Kamu sih berharapnya dia merespons dengan tunggu ya, sebentar lagi kita pasti punya bayi selucu dia. Namun yang kamu dapatkan malah, heh itu anak siapa main comot fotonya?

Sabar…sabar…

Selain berharap agar cowokmu lebih peka lagi, dari kode-kode tersebut kamu jadi mengetahui seberapa serius cowokmu menganggap hubungan ini. Kalau keseriusan cowokmu udah bisa kamu ketahui, hubungan yang berujung ke pelaminan tak akan diragukan lagi. Meskipun waktunya masih nanti, yang penting kamu bisa sedikit lega sebab keseriusannya buatmu yakin kemana hubungan ini akan bermuara.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya