Soal cinta, semua orang punya pegertian masing-masing. Sebagian besar setuju cinta adalah kasih sayang dan sejurus pengorbanan serta ratusan kerelaan-kerelaan yang harus dijalani dengan kesabaran. Di balik semua pengertian soal cinta dan kasing sayang, kamu nggak boleh lupa kalau ada saatnya rasa cinta itu menjad benci, atau paling tidak berubah jadi rasa kasihan. Ada benarnya rasa kasihan menyimpan banyak kebaikan, tapi beda artinya kalau soal rasa sayang dan cinta.

Nggak jarang dalam hubungan, ketika seseorang nggak lagi suka atau cinta dengan pasangannya, dia akan membohongi diri; pura-pura mencintai. Alasannya sungguh sepele tapi menyakitkan yaitu kasihan. Rasa kasihan yang semacam ini bisa menjerumuskan, sangat menyakitkan malah. Kamu nggak boleh begini, harusnya kamu bisa mencari sesuatu yang baik dan bisa kamu syukuri dari pasanganmu. Daripada terus-terusan membohongi diri dengan mengasihaninya, lebih baik tinggalkan dan biarkan dia mencari seseorang yang tulus mencintainya.

1. Baiknya tinggalkan saja, rasa kasihanmu tak bisa menyelamatkannya malah cuma bikin dia baper tanpa kepastian

Dia sudah terbawa perasaan, kamunya malah minggat! Awas ya! via unsplash.com

Advertisement

Bagaimana mungkin kamu tulus mencintainya kalau yang ada dalam dirimu cuma rasa kasihan. Rasa kasihan berarti, kamu memberikan pertolongan kepadanya, pertolongan yang sebenarnya nggak dilandasi dengan rasa sayang. Jangan biarkan dirimu selalu kasihan kepadanya, kalau kamu memang benar-benar kasihan tinggalkan saja dia dengan tenang. Jangan memicu pertengkaran dan berikan pengertian biar dia bisa mencari yang lebih cocok untuk dirinya.

2. Rasa sayang itu ambigu, ada kemarahan dan cinta yang lucu. Sedangkan, rasa kasihan cuma bikin hati ngilu

Harusnya rasa kasihan adalah bagian dari rasa sayang, tanpa dua hal itu kamu bisa melukainya via unsplash.com

Rasa sayang bisa berarti sangat banyak, apalagi kalau dikaitkan dengan sikap. Ada kemarahan yang berarti tanda sayang, ada juga kelucuan dan keakraban yang berarti tanda sayang juga. Kalau memang sayang, pasti kamu akan marah atau menuntut lebih kepada pasangan untuk bersikap lebih baik. Kalau sekadar kasihan, yang keluar justru sikap ‘ngalah’ yang nggak sehat dalam hubungan.

3. Rasa kasihanmu bikin kamu jadi pemberi harapan palsu. Penderitaannya sudah cukup sakit, jangan kamu tambah dengan rasa sayang palsu itu

Dia nggak mau dikasihani, dia mau ketulusan rasa cintamu via unsplash.com

Kamu mungkin sudah nggak sayang apalagi cinta ke dia, tapi kenapa kamu masih saja hadir di dekatnya? Rasa kasihanmu itu berbahaya, dia yang berharap banyak darimu pasti sedikit optimis, sementara kamu mungkin bisa menghilang begitu saja. Rasa kasihan yang kamu berikan kepadanya nggak didasari dengan cinta, dan lama kelamaan kamu pasti kehabisan tenaga untuk terus memberikannya perhatian karena kasihan itu.

4. Iya, kamu takut meninggalkannya karena kasihan melihat dia bersedih. Tapi kalau kamu tak pergi karena kasihan, kamu malah menyalakan bom waktu untuknya

Ibarat bom yang suatu saat bisa melukainya via unsplash.com

Advertisement

Rasa kasihanmu yang tak berdasarkan cinta malah bisa berarti bom waktu yang sewaktu-waktu bisa meledak melukainya. Mungkin kamu awalnya nggak tega meninggalkannya dan terpaksa berbohong untuk mencintainya lagi, tapi pasti ada batasnya, rasa kasihan yang kamu berikan pasti ada sesuatu yang mengganjal dalam hati. Lebih baik, jika memang memutuskan untuk menerimanya lagi, pastikan kamu bisa mencintainya dengan tulus dan penuh rasa sayang.

5. Rasa kasihan memang perlu, tapi tanpa didasari rasa sayang hanya akan membuatnya berharap banyak

Dia berharap banyak kepadamu via unsplash.com

Harapan adalah buah yang tumbuh dalam hubungan berpacaran, kamu dan pasangan bisa memetiknya suatu saat sebagai sebuah kebahagiaan. Tetapi, rasa kasihanmu yang menjerumuskan dia dengan penuh harapan malah bisa membuatnya merasa diberi harapan palsu. Kalau memang sudah tak ada lagi rasa cinta yang tersisa, jagan beranikan diri untuk memberi rasa kasihan berkedok cinta atau sayang. Biasakan diri untuk sendiri dulu, kalau kamu berniat kembali, kembalilah kepadanya dengan rasa cinta yang benar-benar ada dalam hatimu.

Banyak sekali alasan untuk mencintainya, jangan dulu menyerah sebelum kamu tahu celah yang bisa kamu jadikan jalan masukmu untuk kembali mencintainya. Kamu mungkin nggak suka dengan beberapa perilaku dan sikapnya, tapi dia pasti punya kelebihan yang jarang orang lain punya. Syukuri kebaikan yang ada padanya, jangan terburu meninggalkannya atau malah membohongi diri dengan memberikan rasa iba yang membutakan matanya. Dia berharap banyak darimu, jangan biarkan harapan itu usang dan abu-abu. Kamu masih bisa mencintainya dengan tulus. Rasa bosan cuma siklus.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya