Cowok aku tuh bawel banget deh!

Pernah nggak sih kamu merasa cowokmu ini terlalu protektif dan banyak sekali khawatirnnya. Sebentar-bentar SMS, chat atau telepon. Kadang kamu merasa dia seperti tak percaya dengan kemapuanmu untuk mengurus diri sendiri. Di satu sisi kamu bersyukur memiliki dia yang perhatian serta ngemong sekali. Tapi di sisi lain kamu pun tak bisa mengelak rasa risih.

Tapi lagi, sebelum terlanjur komplain kamu perlu tahu sisi baik di balik sikapnya. Jangan pikir sikapnya ini hadir karena egonya yang ingin mengatur-ngatur kamu. Lebih dari itu, sebenarnya dari kekhawatiran dia kamu bisa menakar kadar kesiagaan dia sebagai pasangan sekarang atau kelak ketika menjadi suami. Dan kira-kira kekhawatiran dia yang mana sih, yang bisa jadi penilaiannya? Semoga cowokmu salah satunya, ya!

1. Mengingatkanmu makan, bukan karena tak ada bahan obrolan. Dia tak ingin kesehatanmu terabaikan

Makan Yuk! via ginaandryan.com

Sayang, udah makan belum? Aku beliin burger mau, nggak?

Advertisement

Dari awal PDKT sampai sekarang sudah pacaran, dalam sehari pasti ada saja pesannya yang sekadar bertanya sudah makan atau belum. Terkadang pesannya diberi embel-embel “mau dibelikan sesuatu atau nggak”. Bukan sekadar basa-basi apalagi kehabisan bahan obrolan. Tapi memang dia tak akan segan datang tiba-tiba mengirimkanmu makanan ke kantormu.

Pertanyaan sudah makan atau belumnya ini pun bisa berujung nasehat, supaya kamu tak telat makan. Dia pun mengingatkanmu lagi supaya jangan sampai asam lambung atau maagmu kambuh. Intinya dia tak ingin kamu mengabaikan kesehatanmu sendiri.

2. Sebentar-bentar tanya “sudah sampai mana?” Dia percaya, tapi tetap butuh kepastian kamu aman di perjalanan

memastikan kamu aman via unsplash.com

Sudah sampai di mana, An? kamu jalan kaki atau naik ojek?

Dia memang tak akan memanjakanmu dengan ada atau menemaninya setiap saat kamu inginkan. Tapi dia tak lantas lepas kepedulian denganmu yang sedang berpergian sendiri. Justru dia akan jadi orang yang sama bawelnya seperti ayah atau ibumu, yang setiap saat bertanya mulai dari sudah sampai di mana, naik apa dan sama siapa, sampai bertanya kira-kira sampai di rumah jam berapa.

Kesannya memang terlalu protektif, tapi alasan dia bersikap seperti itu pun tak berbeda jauh dengan orangtuamu. Dia berkali-kali bertanya karena ingin memastikan kamu aman dan baik-baik saja di jalan. Siapa yang tahu kalau kamu tersesat di jalan, dan dia dari jauh sana bisa membantu memberi rute yang lebih mudah kamu pahami. Bukan tak mungkin juga dia akan tiba-tiba menjemputmu di tempat itu.

Dia membiarkanmu mandiri, tapi tak lantas lepas tangan dengan keadaanmu di sana.

3. Kalimat “jangan lupa istirahatny” kadang bisa jadi menjengkelkan, kalau saja kamu bekerja sampai lupa waktu

memintamu untuk istirahat via kelleyraye.com

Jam segini masih kerja! Istirahat lah, Yang…. jangan forsir badannya.

Mungkin ada dari kamu yang mengabaikan nasihatnya untuk istirahat. Mungkin juga ada yang justru kesal saat cowokmu bawel sekali mengingatkan untuk bekerja tahu waktu, rasanya di sini kamu seperti diatur-atur. Padahal niat cowokmu bukan ingin mengatur, dia lagi-lagi cuma ingin kamu peduli dengan kesehatan dirimu. Dia cemas kebiasaanmu kerja tak tahu waktu ini berdampak kurang baik untuk tubuhmu. Mengingat kamu sama seperti dia manusia yang perlu istirahat.

Bukan tak mungkin kalau dia mengulurkan tangan untuk membantu menyelesaikan pekerjaanmu semampunya. Kelak saat menjadi suami, dia pun tak akan pernah ragu untuk turun tangan membantumu mencuci piring, mengangkat jemuran, menyapu rumah, atau bergantian menjaga anak. Bukankah itu yang diam-diam diidamkan olehmu?

4. Saat LDR’an, menanyakan rencana kegiatanmu setiap hari sudah jadi kebiasaan. Dia hanya ingin adanya keterbukaan antara kalian

bertanya kegiatanmu via unsplash.com

Hari ini ada rencana mau ngapain ya, Yang?

Malas mau ngapa-ngapain nih, kangen kamu soalnya.

Lho…. kangen sih kangen. Tapi jangan malas beraktivitas dong!

Menjalin hubungan jarak jauh, membuat dia bukan tanpa alasan jika hampir setiap hari bertanya jadwal atau rencana kegiatanmu. Jangan pikir alasannya pun sebatas kecurigaan saja. Selain mejaga keterbukaan kalian. Dia bertanya karena ingin kamu tetap semangat menjalani hari-harimu, sekalipun kalian sudah lama sekali tak bertemu. Dia ingin rindu tak jadi penghalang kamu beraktivitas dan berkreasi. Dia ingin justru rindu yang jadi pemicu semangatmu setiap hari.

Dia terlalu khawatir, jika rindu membuatmu murung dan hilang semangat.

5. Momen sakitmu selalu jadi alasan dia untuk menelepon atau mengunjungimu setiap waktu

menjengukmu via kelleyraye.com

Kepalanya bagaimana, Yang? Masih sakit ‘kah?

Atau dia tiba-tiba datang ke rumahmu dengan membawa buah dan camilan sehat lainnya ke rumahmu.

Momen sakitmu memang selalu jadi alasan dia untuk menelepon atau berkunjung ke rumahmu. Tapi sikapnya itu bukan sekadar basa-basi juga. Dia menelepon atau sekadar mengirim chat, hampir setiap jam untuk bertanya mulai dari sudah periksa ke dokter atau belum, sudah minum obat atau belum, hingga bertanya keadaanmu sekarang. Kalau sedang tak sibuk, dia akan lebih memilih datang ke rumahmu untuk memastikan langsung konsidimu.

Bukan berlebihan, tapi ini jadi bukti sayangnya dia yang membuat dirinya selalu siaga dengan keadaanmu di sana.

6. Bukan menganggapmu tak becus mengurus keperluan sendiri, dia mengingatkan karena khawatir kamu lupa dengan kebutuhanmu ini

mengingatkanmu lagi dan lagi via kelleyraye.com

An, jaketnya jangan bawa cuma satu ya. Di sana pasti dingin.

Obat maagnya sudah dibawa?

Presentasi buat besok sudah disiapkan? Dokumennya jangan lupa dilengkapi semua.

Persis seperti ibu, yang selalu repot sendiri saat kamu sedang mengurus keperluanmu, entah untuk pergi ke suatu tempat, atau sekadar hari pertama persentasi dengan klien. Tenang, kamu nggak perlu komplain dengan kebawelannya ini. Toh ada kebaikannya juga dia mengingatkan kembali apa saja yang jadi kebutuhanmu. Siapa yang tahu juga kalau saking panik atau buru-burunya kamu terlewat dengan salah satu hal yang harus disiapkan.

Memang kelak bisa jadi dia jadi suami yang cukup bawel. Tapi kalau kebawelannya ini demi kebaikan kamu, dia dan anak-anakmu nantinya ‘kan tak ada salahnya. Mungkin saja kelak kekhawatirannya dia lebih banyak ke tindakan secara langsung. Tapi yang pasti dia akan jadi calon suami siaga untuk kamu dan keluarga kecil kalian.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya