“Bukannya matre mau cari yang mapan, tapi kita realistis aja dong sama kebutuhan…”

Percakapan soal hal yang harusnya dicari dari seorang pria membawa saya dan kawan pada sebuah kesimpulan ini. Kemapanan, kemampuan untuk mencukupi dan memberikan keleluasaan secara finansial adalah sebuah harga mati yang harus dicentang sebelum memutuskan berjalan dengan seseorang. Keyakinan ini bertahan hampir 2 tahun lamanya, sampai saya bertemu seorang kawan lain yang membawa banyak pertanyaan muncul di kepala. Dia seorang pria pekerja keras yang sampai sekarang belum menemukan pasangan.

“Harusnya kamu bukan cari kemapanan, tapi 6 kemampuan ini. Skill macam ini bisa bertahan lama dan lebih menjanjikan nanti!”

1. Lihat bagaimana saat dia marah. Amati caranya mengendalikan diri

Akan tiba masa hubungan kalian tidak selalu soal manis-manis saja. Setelah lewat fase bingung makan di mana atau mau nonton film apa, konflik bisa berputar pada perihal kenapa gaji bulan ini belum cukup untuk membayar semua tagihan. Kapan bisa menabung untuk liburan, kapan bisa mengganti mesin cuci yang sudah aus.

Semua masalah orang dewasa sebenarnya bisa diselesaikan dengan pengendalian diri. Amati cara dia menggerutu, perhatikan bagaimana emosinya meluap dan hal apa yang bisa menyebabkannya tenang. Kemudian tanyakan pada dirimu sendiri, apakah dengan orang macam ini kamu akan nyaman hidup sampai nanti?

2. Apa yang dia lakukan saat permintaanmu tidak bisa dipenuhi? Dari sini kamu bisa cek kadar egonya

Advertisement

Kawan saya mengambil gelas kopi di depannya, tangannya bergerak gugup sembari memutar cangkirnya. Kami sedang berbicara soal gadis yang pernah sangat dia cintai, tapi terpaksa harus dia lepaskan karena standar hidup gadis ini sudah sangat tinggi.

“Kamu tahu, patah hati pria paling paripurna itu waktu gadis yang dicintai minta sesuatu sementara kamu belum bisa mewujudkannya. Ego pria itu sesederhana itu kok sebenarnya..”

“Makanya, kalau menurutku sih nggak ada salahnya kamu coba minta sesuatu yang besar sama calon pasanganmu. Minta sesuatu yang belum bisa dia penuhi saat itu. Terus coba lihat bagaimana dia berusaha mencukupimu. Apakah dia terus berjuang mati-matian atau malah mundur karena merasa kamu out of league?”

3. Ini klise. Tapi pria yang baik memperlakukan ibunya juga akan sebaik itu pada istrinya

Saat pria-pria lain merasa gengsi memeluk dan dikecup Ibunya, terutama saat remaja, teman yang duduk dan bercerita panjang pada saya ini malah berbeda. Dia tidak keberatan bermanja-manja di depan umum ke Ibunya bahkan saat dia SMA. Ketika kebanggaan banyak pria lainnya adalah bisa menggandeng wanita paling cool di masanya dia malah sibuk menabung untuk membawa Ibunya liburan ke Turki. Waktu saya bertanya padanya apakah posisi Ibunya sepenting itu, sampai membuatnya merasa tidak perlu mengejar cinta dia menjawab dengan ringan tapi tajam: “Yaelah, aku bisa begini kan karena doa Ibu yang terkabul. Baik-baik dulu aja sama Ibu. Nanti doa Ibu juga yang bisa mendekatkan cewek yang terbaik untukmu.

4. Jangan minta dia mesra sesuai keinginanmu. Bebaskan dia dengan gayanya lalu cek apakah itu sesuai denganmu

Kebanyakan gadis ingin prianya bisa ekspresif dan mesra sesuai standar mereka. Kode-kode ke udara pun dikirim dengan gencarnya. Harus beli bunga di sini, kasih aku kado ini, jangan lupa ucapkan selamat se sweet ini waktu anniversary.

Padahal kamu tidak bisa mengatur seseorang seumur hidupnya. Akan tiba masa sifat aslinya muncul lalu kalian harus berkompromi untuk saling membahagiakan. Sedari awal, ujar teman saya itu, biarkan dia mencintaimu dengan gayanya. Dengan begitu kamu bisa tahu apakah kalian memang klik untuk bersama.

5. Hidup lebih indah bersama pria yang tidak terbatasi struktur gender. Cukup luweskah dia berbagi peran denganmu?

“Kalau kamu mau cari cowok provider yang kelihatannya macho dan bisa dibanggain di sosial media, aku bukan orangnya. Tapi kalau kamu mau cari cowok yang gak keberatan dititipin tisu atau sabun cuci piring yang habis maka aku bisa bilang kalau kamu nggak salah pilih orang.”

6. Lupakan dia yang memanjakanmu dengan hadiah dan bunga. Cari pria yang bisa mencukupkanmu dengan pelukannya

Hadiah, cokelat dan bunga akan usang pada masanya. Di akhir hari kamu lebih butuh dia yang bisa membuatmu merasa tenang dengan satu kali rengkuhan di pinggang. Dia yang kecup cepatnya sudah membuatmu merasa senang seperti efek kafein pada satu sloki espresso.

Cari dia yang bisa membuatmu bahagia tanpa memberi apa-apa. Cari dia yang membuatmu berhenti bukan karena apa yang bisa dia berikan, tapi perasaan macam apa yang bisa dia ciptakan.

Definisi kemapanan pada seorang pria ternyata bergeser selepas kita dewasa. Mana yang masih ingin kamu cari? Definisi kemapanan yang lawas atau yang lebih rasional ini?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya