Artikel ini adalah hasil partnership antara Hipwee dan Tokopedia. Marketplace terpercaya tempatmu bisa menemukan segala kebutuhan di sana.

Kau paling pandai menumbuhkan perasaan tanpa mesti terjatuh-jatuh menggombal. Menciptakan kepercayaan, mempertahankan kesetiaan di balik tantangan yang silih berganti datang.

Sudah berapa lama kau dan aku bersama? Aku bukan tipe gadis romantis yang selalu menghitung jumlah hari yang sudah kita lalui berdua. Namun rasanya sudah lama sekali terjalin hubungan ini. Mungkin karena kau selalu mampu memberikan rasa nyaman, dan kehidupan sebelum dirimu sudah sulit kubayangkan.

Tak semudah itu mengakui hal semanis ini. Aku memang termasuk perempuan dengan gengsi tinggi, orang yang tak ingin terburu-buru menaruh hati. Tapi mau dilawan seperti apa lagi, kalau hati sudah mengamini dan logika meyakini?

Dari semua pria yang pernah mengisi hati, kau punya sisi unik tersendiri. Dirimu berbeda. Tak sembarangan mengutarakan janji dan lebih suka menunjukkan usaha. Tak kekanak-kanakan dan selalu bersikap dewasa. Tak mudah menyerah di hadapan masalah — mengajarkan aku untuk menciptakan peluang di balik sempitnya kemungkinan.

Kau adalah orang pertama yang membuatku sepenuhnya percaya. Latar belakangmu boleh saja sederhana, tapi aku tahu, masa depan bersamamu akan istimewa.

Tak seperti jutaan pria di luar sana, bagimu rayuan bukan senjata. Yang kau andalkan: sikap yang dewasa

Yang kau andalkan sikap nan dewasa via pixabay.com

Awalnya aku tak menyangka bisa mengenalmu sedalam ini kemudian jatuh cinta. Wajar saja, kau bukan pria yang terlihat mudah diajak bicara. Aku pun tak begitu mengenalmu pada awalnya. Asing dengan sosokmu sebagai teman — sebagai kekasih, lebih tak terbayangkan.

Tapi kau punya cara lain untuk mengambil hati: dengan kedewasaan dan dedikasi. Saat teman-temanmu bersantai-santai dengan urusan pekerjaan dan bolak-balik mencari sumber hiburan, kau telaten mengerjakan tugas dari atasan. Tak ada kata menunda-nunda ketika tenggat waktu sudah di depan mata. Kau tak pernah memamerkan dedikasi, karena dengan sendirinya mereka memberimu reputasi. Dan aku mulai mengenalmu dari sini.

Kalimat rayuan yang manis memang bukan senjatamu. Kau sudah punya sikap dan sifat yang dewasa, yang membuat orang lain mudah percaya. Tak perlu menjual kata-kata karena pribadimulah yang berbicara.

Kau kerap membuatku kagum, bahkan hingga sekarang. Bermacam tantangan tak membuatmu gentar — justru kau pandai menciptakan peluang

Kau menciptakan peluang sendiri

Sifatmu yang dewasa semakin terlihat, semakin kau dan aku dekat. Masih ingatkah dirimu ketika aku menangis nyaris menyerah karena deadline pengiriman tugas esai tinggal beberapa jam lagi sementara file-ku tiba-tiba rusak termakan virus? Kau jadi penenang, mengatakan bahwa aku masih punya empat jam. Kita membuat kembali esai itu dari awal, menyelesaikannya tepat 15 menit sebelum tenggat waktu awal.

Kedewasaanmu membuatku kagum, bahkan hingga sekarang. Tak kukenal orang lain yang lebih tahan dari dirimu terhadap penolakan dan tantangan. Alih-alih mundur teratur, kau berani maju dan bahkan menciptakan sendiri peluangmu agar yang kau inginkan bisa terwujud benar.

Ingatkah saat atasan menolak usulanmu untuk naik gaji? Kau terus bertahan dalam negosiasi, hingga beliau akhirnya sadar diri. Begitu juga ketika kau sadar bahwa tak semua hal bisa kau dapatkan dari tempat kerja yang sekarang. Kau dan teman-teman mengembangkan usaha jual beli online kamera bekas demi bersenang-senang sekaligus menambah pendapatan. Peluang bisa dicari, begitu prinsipmu selama ini. Dan jika memang tak bisa kau temukan, ciptakanlah peluangmu sendiri.

Keenggananku untuk menanggapimu di masa-masa awal pendekatan pun tak membuatmu patah arang. (Sudah kubilang bukan, meski dirimu kuhormati, aku bukan orang yang mudah jatuh hati?) Kau memahami keengganan ini dan mencoba mendekati perlahan-lahan. Caramu selalu tak terduga, tapi tulus dan apa adanya. Aku jatuh cinta pelan-pelan, kemudian total.

Bahkan saat tantangan menerpa kita, kau tetap setia. Opsi mudah untuk menyerah tak pernah membuatmu tergoda. Memilihmu adalah keputusan yang tak kusesali. Ada bahagia yang kurasa, selama ini.

Dengan latar belakang keluarga sederhana, kau belajar pentingnya berusaha. Itu kenapa kupercaya: kau partner terbaik menjalin masa depan bersama

Kau tahu arti penting berusaha

Yang kucari bukan lelaki manja yang hanya bisa membual. Tak melakukan apa-apa meski selalu omong besar. Ayolah, sudah terlalu banyak orang seperti itu di sekitar. Tak hanya omong besar, merayu pun mereka jagonya. Dan ketika kami para perempuan tak tertarik, mereka tersinggung luar biasa.

Kau — kau berbeda. Dibesarkan keluarga yang sederhana, kau tahu makna bekerja keras demi mendapatkan apa yang dicita-cita. Tak seperti anak-anak yang lain, dalam kamusmu tak ada frasa “tinggal minta”.

Untuk ada di posisimu sekarang, ada waktu pribadi sampai weekend yang harus kau korbankan. Demi menunjang penghasilanmu sekarang, kau berinisiatif membuka bisnis online bersama teman-teman. Dan supaya bisa membuatku senang, ada hadiah-hadiah kecil yang selalu kau selipkan meski aku tak pernah melayangkan permintaan.

Terima kasih untuk selalu berusaha tanpa banyak bicara. Terima kasih untuk selalu mengingatkanku pentingnya makna bekerja. Terima kasih untuk selalu menginspirasiku agar menjadi pribadi yang dewasa.

Dari seluruh pria lain, kau berbeda. Dan aku percaya, kau partner terbaik untuk menjalin masa depan bersama.

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya