Impian setiap pasangan yang sudah cukup dewasa dan tak ingin main-main lagi dengan hubungan mereka adalah menikah tanpa menunggu terlalu lama. Namun nyatanya, tak semua orang bisa naik ke pelaminan secepat harapan mereka. Banyak alasan dan kekhawatiran yang membuat sebagian dari kita memutuskan untuk menunda.

Salah satu biang kekhawatiran yang akhirnya mendorong banyak orang untuk menunda pernikahan adalah perihal rezeki atau uang. Banyak orang yang merasa belum cukup mapan untuk membiayai dirinya sendiri, apalagi anak dan istri. Namun ada juga yang percaya bahwa dengan menikah, pintu rezeki yang sudah ada akan jadi makin terbuka.

Advertisement

Jangan mengernyitkan dahi dulu ketika ada yang bilang bahwa pintu rezeki akan terbuka lebih lebar melalui pernikahan. Sesungguhnya pandangan ini bisa dijelaskan dengan logika. Seperti apa penjelasannya?

1. Setelah menikah kamu akan dipaksa untuk lebih giat bekerja. Tak boleh bermalas-malasan karena makanan untuk anak-istri jadi taruhannya

Kerja lebih keras

Kerja lebih keras via www.bloomberg.com

Dalam hidup sehari-hari, rasa suntuk serta bosan memang tak dapat dihindari. Apalagi urusan pekerjaan. Belum lagi ocehan atasan di kantor yang semakin membuatmu malas menyentuh pekerjaan-pekerjaan yang kian hari kian menumpuk.

Namun jika kamu sudah punya istri dan menanti anak, tak ada lagi alasan untuk bermalas-malasan. Kamu ingat bahwa kewajibanmulah untuk memenuhi nafkah keluarga. Bagaimana jika nanti kamu dipecat? Bagaimana jika nanti tak dapat bonus karena malas-malasan? Mau makan apa istri dan anakmu nanti?

Advertisement

Karena pikiran-pikiran yang menakutkan itu terus terlintas dalam kepalamu, kamu pun semakin giat bekerja dan berusaha. Apalagi kamu tak sekadar menginginkan hanya bisa memenuhi kebutuhan keluarga. Lebih daripada itu, bukankah kamu memiliki impian untuk membahagiakan istri dan anak tercinta? Memberi mereka makanan bergizi serta tempat tinggal yang layak huni adalah impian setiap kepala keluarga.

2. Dengan menikah, kamu sadar bahwa gajimu bukan hanya milik sendiri. Kebiasaan-kebiasaan borosmu pun bisa drastis kamu kurangi

Bisa lebih berhemat

Bisa lebih berhemat via militaro.com

Saat masih hidup sendiri, kamu mungkin beranggapan bahwa membeli barang untuk memuaskan hobi tak akan jadi masalah, toh kamu membeli itu semua menggunakan uang pribadi. Atau mungkin kamu menghamburkan uangmu untuk membeli sesuatu yang tak perlu seperti voucher game online — yang jika dikumpulkan pasti jumlahnya bisa mencengangkan kepala.

Ketika menikah, maka kamu sadar bahwa gaji dan uangmu saat ini bukanlah milikmu sendiri. Kamu sadar bahwa keuanganmu mesti dibagi dengan sang istri untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Alih-alih menghamburkan uang untuk memenuhi keinginan serta hobi, kamu bisa belajar berhemat agar tak kelimpungan saat akhir bulan nanti.

3. Setelah menikah, kebutuhanmu otomatis bertambah. Banyaknya cicilan yang harus dilunasi akan memaksamu pandai mengatur pundi-pundi

Pandai mengatur keuangan

Pandai mengatur keuangan via blog.credit.com

Tagihan listrik bulanan, uang kontrakan rumah, tagihan air, belum lagi urusan dapur seperti gas, dan beras harus selalu siap sedia. Kamu yang tadinya serampangan dalam membeli kebutuhan sehari-hari, mulai sekarang harus bisa lebih berhemat agar dapur di rumahmu bisa terus mengepul.

Jika tadinya kamu bisa mengeluarkan uang dengan serampangan, sekarang kamu dituntut jadi ahli dalam urusan finansial. Mencatat pemasukan dan pengeluaran, memprediksi biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk satu bulan ke depan, dan tentunya menyisihkan sebagian uang untuk disimpan dalam tabungan — ini semua sudah seperti bernapas: kalau kamu tak melakukannya, kehidupanmu terancam.

4. Pesta pernikahanmu juga bukan ajang senang-senang saja, tapi juga reuni dengan teman-teman lama. Siapa tahu ide bisnis dan networking bisa kamu dapatkan dari mereka?

Bertemu kawan lama

Bertemu kawan lama via stevekoophotography.com

Pesta pernikahan bisa berarti menjalin kembali tali silaturrahmi yang telah lama terpendam karena kesibukan. Apalagi, rezeki adalah suatu hal yang tak dapat disangka-sangka kedatangannya, bisa jadi rezekimu datang dari kawan lama yang datang di pesta pernikahanmu

Koneksi, adalah salah satu kunci agar rezekimu bisa lancar. Selain dapat mengadakan reuni kecil-kecilan, kamu juga bisa sekaligus saling bertukar pikiran dengan teman-teman lamamu. Bercerita dengan mereka mengenai pahit manis kehidupan, maupun bidang pekerjaan. Siapa sangka dari pertemuan kecil itu kamu akan mendapatkan inspirasi dari teman-teman lamamu yang telah sukses. Ide bisnis serta networking bukan sangat mungkin kamu dapatkan dari mereka.

5. Menikah berarti menyatukan dua keluarga yang berbeda. Bukan tidak mungkin rezekimu datang dari anggota keluargamu yang baru!

Keluarga besar

Keluarga besar via stevekoophotography.com

Bukan hanya dirimu dan diri pasanganmu yang menjadi satu. Keluargamu dan keluarga pasanganmu pun secara tak langsung melebur menjadi satu keluarga besar. Jika kamu menemui anggota keluarga istrimu yang telah sukses, tak ada salahnya kamu menimba ilmu dan belajar dari mereka.

Orang yang benar-benar sukses tak akan ragu membagi ilmunya kepadamu. Mereka tak akan takut menciptakan saingan baru hanya karena senang berbagi ilmu. Jangan terkejut jika ternyata kamu diminta untuk mengelola salah satu usaha bengkel paman isterimu misalnya. Bukankah itu merupakan rezeki yang tak disangka-sangka?

6. Dengan memiliki pasangan, kamu yang tadinya mengurus segala hal seorang diri sekarang memiliki partner untuk berbagi

Akan selalu ada pasangan yang mendampingi

Akan selalu ada pasangan yang mendampingi via www.joshuacophotography.com

Kamu mungkin biasa menyelesaikan segala kegiatan dan pekerjaan rumah seorang diri. Mulai dari bangun di pagi hari sampai tidur di malam hari semua kamu kerjakan sendiri. Beres-beres kamar, membeli makanan, bahkan mencuci pakaian, kamu kerjakan semuanya seorang diri. Tak heran jika pikiranmu menjadi terpecah antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Hal ini tentu berbeda sekali ketika kamu sudah memiliki pasangan. Segala kegiatanmu dapat terbagi dengan sang istri tercinta, sehingga kamu bisa fokus pada pekerjaan dan menambah pundi-pundi tabungan.

7. Dan jangan lupa, banyak perusahaan yang memfasilitasi karyawannya yang telah menikah dengan berbagai tunjangan

Fasilitas dan tunjangan khusus untuk karyawan yang telah menikah

Fasilitas dan tunjangan khusus untuk karyawan yang telah menikah via www.hrpeople.us

Jika kamu bekerja pada perusahaan yang cukup besar dan manajemennya bagus, bukan tidak mungkin kamu akan mendapatkan fasilitas-fasilitas dobel jika kamu sudah memiliki keluarga. Misalkan saja perusahaan yang menawarkan fasilitas asuransi kesehatan untuk istri dan satu anak, fasilitas pembiayaan kepemilikan kendaraan, rumah, maupun fasilitas beasiswa untuk anakmu kelak. Fasilitas tersebut tentunya tak akan kamu dapatkan jika kamu masih menyandang status sebagai manusia lajang.

8. Jika istrimu bekerja, pendapatannya tentu bisa membantu menambal kebutuhan kalian berdua dan membangun masa depan yang lebih baik nantinya

Tak ada salahnya mengizinkan isterimu bekerja selagi belum memiliki momongan

Tak ada salahnya jika istri bekerja via womenof.today

Saat ini sudah banyak wanita yang memilih untuk bekerja dan berkarier di luar rumah. Jika istrimu atau calon istrimu adalah salah satunya, tentu pendapatannya sebagai karyawan bisa membantu memenuhi kebutuhan di pos-pos tertentu yang penting dan tak terelakkan. Misalnya, jika gajimu digunakan untuk melunasi kredit mobil, gajinya bisa digunakan membayar biaya bulanan seperti air dan listrik serta kebutuhan makan. Pendapatan kalian berdua yang digabung pun juga bisa digunakan untuk melunasi KPR.

Jadi jangan hanya fokus memikirkan kebutuhan yang bertambah jika kamu menikah. Sebenarnya, seiring dengan kebutuhan yang bertambah, pendapatanmu pun akan bertambah pula. Inilah kenapa banyak orang mengatakan bahwa menikah akan membuka pintu rezeki.

Itulah beberapa alasan logis mengapa pernikahan akan membukakan pintu rezeki untukmu. Tentu tak dapat dipungkiri lagi bahwa ada campur tangan Dia yang ada di atas sana. Tugas kita adalah agar selalu percaya diri, optimis dalam menjalani kehidupan, serta selalu berdoa dan percaya akan pertolongan Tuhan.

Advertisement

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya