Generasi 90an pasti sangat familier dengan Jerry Yan. Anggota F4 ini pernah jadi cowok paling digilai-gilai di masa remaja, yang pesonanya tetap tak pudar meski sekarang sudah berusia 42. Namun, baru-baru ini warganet ikut bersedih. Pasalnya, pemeran Tao Ming Tse itu baru saja ditinggal nikah oleh sang mantan, Lin Chi Ling. Padahal, mereka menjalin hubungan sejak tahun 2000 dan putus-nyambung hingga tahun 2017 lalu. Saat ditemui wartawan, Jerry Yan mengaku terkejut dengan kabar pernikahan tersebut. Meski kesedihan terpancar di wajahnya, Jerry Yan tetap mendoakan yang terbaik untuk pernikahan sang mantan. Ya ampun, jadi 17 tahun ini jagain jodoh orang?

Perkara ditinggal nikah mantan memang rumit. Meski sekarang mengaku sudah move on, kabar pernikahan mantan bisa bikin nyesek. Seperti patah hati kedua rasanya. Tapi perasaan itu manusiawi kok. Karena toh entah sekarang atau nanti, kamu harus tetap merelakan. Biar lebih nyaman, coba deh ingat-ingat hal ini saat mantan mengirim undangan, supaya tetap tegar.

1. Rasa patah hatimu itu wajar. Bagaimana pun dia orang yang sama dengan yang pernah mengukir senang di hidupmu

mantan pernah berbagi bahagia via pixabay.com

Advertisement

Begitu rasa sesak di dada saat membaca undangan pernikahan mantan, mungkin kamu bertanya-tanya: Jadi ternyata selama ini aku masih sayang? Pun orang akan langsung menuduh “Ya elah, move on dong!” saat kamu terlihat bersedih atas pernikahannya. Tenang saja, itu reaksi yang wajar kok. Itu juga tidak selalu berarti kamu masih cinta. Gimana pun, mantan kan seseorang yang pernah mengukir tawa dan suka dalam hidupmu. Wajar bila kenangan itu membuat hatimu mendadak sendu.

2. Sedih boleh-boleh saja. Agar tak berlarut-larut, sibukkan dirimu dengan barbagai hal yang kamu mau

Tekuni hobi untuk lupakan patah hati via www.pexels.com

Karena rasa nyesek itu manusiawi, kamu memang boleh kok bersedih hati. Sebab dia yang pernah mengukir nama di hatimu kini sudah bersanding sah dengan yang lain. Namun, batasi kesedihan itu, sebab sedih berlama-lama juga tak akan mengubah apa-apa. Salah satu caranya adalah dengan menyibukkan diri dengan berbagai hal bermanfaat. Tekuni hobimu, atau perluas link pertemananmu. Dengan banyak kegiatan positif, kamu nggak hanya mengembangkan diri, tapi juga menghabiskan waktu agar tak kepikiran mantan melulu.

3. Setelah ini orang-orang akan menanyakan perasaanmu. Tak perlu menghindar, sekalian saja belajar terima kenyataan

orang-orang akan menanyakan perasaanmu via pixabay.com

Tak peduli berapa lama kalian sudah putus, teman akan tetap menanyakan perasaanmu saat mantanmu menikah. Baik-baik sajakah kamu? Patah hati nggak? Sedih nggak? Kapan kamu nyusulnya? Hal ini tak bisa dihindari sebab kamu juga tak bisa mengontrol sikap orang lain. Alih-alih menghindar, hadapi dengan santai saja. Cukup beri senyuman kalau memang kamu tak mampu menjawabnya. Sekalian belajar menerima kenyataan, meski mungkin sakitnya bukan kepalang. Apalagi jika benar kamu masih sayang.

4. Siklus patah hati memang begitu. Sekarang memang berdarah-darah, tak lama kamu akan jatuh cinta lagi kok

patah hati memang bagian siklus cinta via pixabay.com

Advertisement

Rasa patah hati itu kadang memang menjebak. Seolah-olah kita tak akan pernah lagi merasakan cinta, dan tak tahu bagaimana harus menjalani hidup selanjutnya tanpa dia. Tapi bila dipikir-pikir, bukankah siklus cinta memang demikian? Jatuh cinta – patah hati – move on – jatuh cinta lagi – dan seterusnya. Jadi ingat saja bahwa patah hati yang kamu rasakan ini hanya sementara. Tak apa bila kamu butuh waktu untuk bersedih dulu, tak lama kamu akan merasakan cinta yang baru.

5. Kamu yang paling tahu perasaanmu. Jangan merasa wajib memberi selamat bila hatimu memang tidak mampu

Tak perlu memasa memberi selamat via pixabay.com

Berat memang jika kita harus pura-pura baik-baik saja saat hati seperti tercabik-cabik rasanya. Demi dianggap keren dan sudah mengikhlaskan, kamu merasa perlu datang ke pernikahan mantan dan mengucapkan selamat. Padahal, hal itu optional saja. Kamu boleh melakukannya bila kamu merasa mampu, dan tak perlu memaksa bila memang tak bisa. Mengucapkan selamat ke mantan itu bukan kewajibanmu kok. Jadi, tak perlu bebani hatimu dengan hal-hal seperti ini. Paling-paling kamu hanya akan dianggap belum move on. Tapi, bukankah di dunia ini yang paling tahu soal kamu adalah dirimu sendiri?

6. Anggap saja ini adalah jawaban dari harapan semumu selama ini. Sudah saatnya kamu merelakan yang sudah pergi

saatnya move on beneran! via www.pexels.com

Walau kenyataan ini menyakitkan, kenapa tak mencoba memandang dari sisi yang lainnya? Selama ini barangkali kamu masih sering berkutat dengan harapan semu dan berbagai kalimat “seandainya begini…seandainya begitu…”. Apalagi kalau dia masih sendiri, mungkin kamu akan berpikir “Ah, kayaknya dia masih sayang juga”. Pernikahan mantan, bisa menjadi penanda bahwa harapanmu tak bisa diteruskan. Bahwa ini adalah jawaban tentang pertanyaan dia jodohmu atau bukan. Bahwa kini sudah saatnya kamu melanjutkan hidupmu dan membuka hati untuk yang baru.

7. Ingat saja kalian sudah sama-sama berjuang. Bila tak berhasil, berarti memang itulah jalan yang paling benar

sudah berjuang, tapi berpisah juga via www.pexels.com

Melihat mantan bersanding di pelaminan dengan orang lain, hatimu terasa berdarah. Kamu juga akan bertanya-tanya “Kenapa bukan aku yang duduk di sebelahnya?”. Tapi ingat saja bahwa posisi saat ini bukan tanpa alasan. Kalian sudah berjuang bersama sekuat tenaga. Bila akhirnya tetap tak bisa bersama, bukankah itu memang sudah jalannya? Mantanmu sudah menemukan orang lain yang bisa membuatnya bahagia. Kamu juga akan segera menemukan seseorang yang bisa membuatmu bahagia.

Kesedihan ditinggal mantan menikah bukan lagi soal cinta atau tidak cinta. Tapi yang namanya pernah sayang, biar sudah move on pun pasti bakal nyesek juga. Meski wajar, kesedihan itu jangan diberi panggung terlalu lama juga. Bila kamu sekarang sedang kesulitan mengikhlaskan seseorang, ingat saja bahwa semesta memang tak bisa diatur cara kerjanya. Yang sudah putus-nyambung 17 tahun pun bisa berpisah. Soal jodoh, memang nggak bisa dipaksakan, bukan?

Advertisement
loading...

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya