Kita terlalu sering lupa bahwa hubungan cinta tidaklah melulu berputar pada hal-hal yang manis dan menyenangkan. Seringkali cinta harus dipertahankan hingga hati baret-baret — kamu pikir kenapa putus bisa sesakit itu? Dan pada akhirnya, cinta itu bakal lenyap kalau kita tak cukup berusaha.

Berikut ini adalah perbedaan-perbedaan bayangan kita tentang pacaran dan hal-hal yang kita temui di dunia nyata. Karena cinta dalam film, novel, atau televisi belum tentu sama dengan cinta yang sebenarnya.

1. Cinta yang kamu butuhkan bukan yang megah dan bikin iri banyak orang. Dalam kenyataan, hubungan yang sehat sudah cukup kamu jadikan tujuan.

Hubungan yang sehat sudah cukup, kok. via galleryhip.com

Anak muda yang belum pernah menjalin kisah asmara pada umumnya berharap menemukan pujaan hati dan menjalin hubungan yang epik layaknya Noah dan Allie dari film The Notebook. Mereka juga mungkin percaya pada cinta ala-ala Jack dan Rose dari Titanic. Kayaknya semakin tragis dan pahit, semakin indah pula kisah cintamu. Lalu kamu berharap semua orang tahu kisah cintamu itu.

Tapi sebenarnya, kamu gak butuh hubungan di mana salah satu pihak berkorban sampai yang lain juga ikut menderita. Itu sih hubungan yang gak sehat namanya. Hubungan yang baik dan pantas buat kamu jalani adalah hubungan yang menghormati satu sama lain. Cinta yang baik itu bikin kita bahagia, bukan menderita!

2. Dalam hubungan cinta, susah-senang dibagi bersama. Tapi ingat juga, kamu atau pasanganmu tidak mungkin selalu ceria.

Advertisement

Bahagia milik semua pasangan via forcoloredgurls.com

Dari yang kamu lihat dari sinetron dan novel teenlit, cinta akan membawamu merasa sangat-sangat bahagia. Layaknya menemukan kembali potongan puzzle yang hilang, cinta seolah melengkapi dirimu seutuhnya. Hari yang selama ini membosankan kini menjadi berwarna. Duh, pokoknya serasa kamu pinguin paling bahagia di dunia ini.

Kenyataannya, ketika kamu punya pasangan, kamu gak akan merasa bahagia ketika pacarmu juga gak bahagia. Dalam hubungan, perasaanmu sebenarnya tergadaikan. Apa yang kamu rasakan akan lebih tergantung pada mood dan kondisi orang lain. Makanya, hati-hati dalam memilih pasangan. Jangan sampai dia menyeretmu pada ketidakbahagiaan.

3. Kamu dan pacarmu bukan satu kesatuan. Kalian tetap dua individu yang berlainan, dengan selera dan cita-cita yang tak mungkin persis sama.

Kamu dan dia tetap berbeda via crashcoursephotography.com

Kamu membayangkan selalu bisa pergi kemana-mana bersama pacar. Ketika diundang ke sebuah tempat, kalian datang sebagai satu kesatuan. Ada dia, ada kamu pokoknya. Di kepalamu, kamu membayangkan orang-orang akan heran jika salah satu dari kalian terlihat muncul sendirian. Untuk itu kamu akan selalu berusaha ada untuk dia, dan kamu menuntut dia selalu ada untuk kamu.

Namun kenyataannya, kalian berdua tetaplah dua manusia yang diciptakan. Kalian punya tubuh dan pikiran masing-masing. Nilai dan prinsip masing-masing. Yang akan membuat kalian langgeng bukanlah satu-tidaknya kalian, melainkan sinkron-tidaknya nilai kalian. Bukan berarti kalian gak bisa membangun hubungan yang kuat. Justru usaha dari kedua belah pihak yang bisa menjaga hubungan asmara tetap berlangsung.

4. Tak ada kisah cinta yang mulus-mulus saja. Ini realita, bukan salon perawatan kulit!

Bersatu kuat via weheartit.com

Jangan naif. Tidak semua hal akan baik-baik saja dalam hubungan kalian. Kalian akan melakoni pertengkaran, merasa cekcok, dan melalui kejenuhan. Itu bukan hal luar biasa, melainkan semacam kegiatan rutin. Tapi justru pada saat-saat buruk ini kalian harus lebih berusaha lagi. Pada saat seperti ini, cinta kalian akan diuji — apakah akan mengeratkan, atau justru menjengahkan?

5. Berhenti berharap dia berubah demi kamu. Semua orang berubah demi dirinya sendiri, dengan atau tanpa ada orang yang menemani.

Tidak ada yang bisa berubah demi orang lain via www.dennisyap.com

Kita semua punya kekurangan, tak terkecuali pacar kamu. Pada saatnya nanti kamu pasti berharap dia mau mengubah sikapnya demi keberlangsungan hubungan ini (baca: demi kamu). Berhenti merokok atau jadi lebih jago memasak, misalnya. Kalau dipikir-pikir apa sulitnya? Masa demi kamu saja gak bisa?

Tapi sesungguhnya, tidak ada orang yang bisa berubah demi orang lain. Kita semua akan berubah ketika kita sadar bahwa itu baik demi diri sendiri. Mungkin berkompromi untuk pacar biasa-biasa saja — tapi seperti yang sudah ditekankan sebelumnya, kalian berdua adalah dua individu yang berbeda.

Jika kamu mau dia berubah, tekankan bahwa itu untuk kebaikannya sendiri. Dan jangan lupa: kamu harus terima bahwa apa yang menurutmu baik untuk dia bisa berbeda dari apa yang menurutnya baik untuk dirinya sendiri.

6. Di saat-saat awal, kamu akan merasa pacaran adalah segalanya. Namun seiring waktu, kamu akan sadar kalau itu hanyalah salah satu aspek dari hidupmu.

Pacaran itu cuma pelengkap, bukan bahan utama dalam hidup via www.dennisyap.com

Pada saat panas-panasnya, kamu serasa gak mau pisah sedetik pun dari pacar. Pada 3 bulan pertama kamu yakin bahwa dia merupakan love of your life. Namun setelah sekian lama kamu akan sadar bahwa kamu juga punya prioritas, begitu juga dirinya. Dia akan kembali mengurus hidup sendiri, dan kamu juga kembali fokus belajar. Kamu akan kembali ingat kalau kamu juga punya keluarga, yang juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang dari kamu.

Penting bagi kamu untuk tetap menjalin silaturahmi dengan banyak orang. Jangan pernah menghabiskan harimu hanya dengan pasangan. Persahabatan dan dukungan yang kuat dari keluarga akan memastikan kamu akan tetap terlindungi dan ceria ketika suatu hal yang buruk terjadi pada hubungan kamu. Pacaran hanyalah salah satu dari berbagai hubungan yang bisa kamu jalani selama hidup. Kamu gak seharusnya terlena dengan satu hubungan saja.

7. Cinta hanyalah pondasi untuk membangun sebuah hubungan. Kamu butuh banyak hal lainnya agar hubungan itu tetap bertahan.

Cinta itu hanya pondasi saja via weaffair.com

Untuk bertahan, sebuah hubungan membutuhkan lebih banyak hal dari sekedar cinta-cintaan. Kepercayaan, usaha keras, pengertian, kesabaran, penghargaan, serta hal-hal duniawi seperti uang dan karir sebenarnya penting untuk dirundingkan.

Perasaan cinta yang menggebu-gebu perlahan-lahan akan pudar. Pada akhirnya, kamu akan memilih tetap bersama bukan karena mencintainya, melainkan karena menghormatinya.

Hubungan yang sehat menuntut kedua pihak yang terlibat untuk saling berkompromi. Di setiap detik, di segala kondisi. Gak selamanya pacaran itu soal cinta. Justru pacaran adalah sesuatu yang lebih besar: komitmen bersama untuk tumbuh jadi lebih bahagia.