“Kapan nikah?”

Sebenarnya pertanyaan itu bukan momok yang menciutkan hatimu. Maski nyatanya selalu mengejar-ngejar di segala kesempatan. Wajar sih, sebab kamu sendiri sadar dengan umur yang sudah disandang, dan teman-teman sepantaran pun sudah banyak yang menikah bahkan punya anak.

Kadang ada orang yang bilang kamu itu terlalu santai menanggapi persoalan nikah. Padahal sebagai cewek nikah cepat itu keharusan, mengingat kamu punya tanggal kadarluarsa. Tapi lagi-lagi orang kadang tak pernah benar mengerti dengan apa yang kamu pikirkan dan rasakan. Sebab, meski terlihat santai di luar, ada banyak hal serius yang selih berganti terlintas di kepalamu. Dan kali ini mungkin orang perlu tahu apa saja yang pernah terlintas itu.

1. Kapan ya aku bisa ada di tahap itu?

Kamu juga ingin lah seperti temanmu itu via www.logancoleblog.com

Sambil menatap temanmu yang sedang berbahagia dengan pasangannya, kamu menghela napas panjang seperti menahan bongkahan es agar tak masuk ke dalam dadamu. Orang boleh berpikiran sikap tenangmu ini sama halnya dengan pikiranmu yang santai. Makanya mereka pun seringnya dengan santai melontarkan pertanyaan kapan nikah ke kamu. Membuatmu lagi-lagi harus menghela napas, dan tersenyum simpul.

Advertisement

Andai saja mereka tahu, dalam pikiranmu sedari tadi selalu saja terlintas pertanyaan yang hampir serupa dengan yang mereka tanyakan. “Kira-kira kapan ya aku bisa seperti pasangan yang berbahagia di hadapanku ini?” Pada akhirnya kamu cukup menjawab pertanyaan itu, dengan doain aja ya semoga cepat nyusul.

2. Aku juga pengen nikah, tapi sama siapa? Kok nyari pasangan aja susah ya

kamu di mana jodohku? via dylandsara.com

Dipikir kamu sampai sekarang sendiri karena masih belum ingin punya pasangan. Padahal kalau orang tahu, kamu saat ini ada dalam proses pencarian. Entah sudah berapa kali kamu bertemu orang baru, tapi nyata mereka buka the right person yang Tuhan gariskan untukmu. Berkali-kali pula kamu harus jatuh bangun menata perasaan, yang kadang terasa sangat sakit lagi saat orang dengan mudahnya bertanya, “kamu kapan nikah Nis? kok masih betah sendiri aja….

Kalau saja kamu tak mementingkan perasaan mereka, mungkin kamu akan menyahutnya dengan dingin dan sejujurnya.

“Ya, aku mau nikah, tapi sama siapa? Nyari jodohkan nggak kayak stop angkot di pinggir jalan, yang sekali melambaikan tangan langsung mau!”

Semua pertanyaan mereka seolah tak pernah bisa mengerti bagaimana perasaan dan pikiranmu saat ini.

3. Aku kurang apa, sampai belum juga dipercaya buat membangun rumah tangga

Bukannya aku baik-baik aja ya via www.logancoleblog.com

Sampai kadang pertanyaan “kapan nikah” mengharuskanmu kembali merenung di depan cermin. Menatap dalam-dalam dirimu sambil terus berpikir, Aku kurang apa sih? Kenapa sampai detik ini Tuhan belum juga memberikan aku kesempatan untuk berumah tangga?

Bukannya aku baik-baik saja. Mungkin memang belum waktunya juga aku harus maju ke pelaminan. Toh kalaupun bertemu dengan dia yang tepat sekarang, belum tentu nikahnya sekarang juga. Semua butuh proses, dan orang kadang lupa dengan hal itu.

4. Kenapa sih orang repot ngurusin urusan kapan aku nikahnya? Nggak bisa apa diam dan tinggal doain aja

orang-orang itu berisik sekali via www.logancoleblog.com

Tiap kali datang ke nikahan teman atau saudara pasti ditanyanya kapan nikah. Jangankan sedang kumpul, saat sedang ngobrol lewat pesan atau telpon dengan kerabat lama aja kadang yang ditanya ya hal yang sama. Sampai-sampai kamu berpikir, kenapa sih orang repot-repot sekali ingin tahu rencana hidupmu. Padahal yang menjalani kan kamu, mereka tinggal lihat dan kalau memang ingin bantu mungkin bisa lewat doa. Nggak perlu lah sering-sering tanya kapan nikah, yang buat pikiranmu lebih sibuk dari ragamu sendiri.

5. Terserah orang mau bilang apa, yang penting kamu senang dan tidak merepotkan mereka semua

Nikah itu ibadah, semakin cepat pastinya semakin baik.

Hati-hati, cewek itu ada kadaluarsanya lho.

Udah masuk umur, buru-buru nikah, biar nggak jadi perawan tua….

Berkomentar itu paling mudah, makanya nggak heran kalau suara di luar sana terdengar sangat berisik. Selain pertanyaan kapan nikah, setiap orang sibuk melontarkan pendapatnya masing-masing. Kadang kamu merasa muak, dan akhirnya hanya bisa marah-marah sendiri. Tapi kadang kamu bersikap cuek, masa bodoh dengan semua ucapan orang.

Ya ngapain juga mempedulikan omongan orang. Toh pada kenyataanya kamu selama ini masih bisa merasa senang-senang dan tak merepotkan orang lain.

6. Akhirnya kamu pun coba berpikir baik, mungkin ini memang kesempatan untuk berbenah sekaligus belajar lebih banyak

Saat kamu sudah mulai lelah dengan pertanyaan yang itu-itu aja. Akhirnya kamu sendiri merenung kembali apa yang selama ini kamu dambakan. Kamu layaknya cewek lain yang sudah pasti mengharapkan seseorang yang baik dari segi sifat dan sikap. Sedangkan pendamping itu seperti banyak nasehat, kalau sosoknya itu cerminan dari dirimu sendiri.

Mungkin kalau kamu belum bertemu sekarang, karena memang pribadimu sendiri belum benar siap. Tuhan masih memberikanmu kesempatan lagi untuk memperbaiki diri dan belajar lebih banyak lagi. Masa iya, kamu pengen punya jodoh penyabar tapi kamunya emosian. Atau kamu ingin punya suami yang pintar, tapi kamunya malas-malasan untuk belajar apapun. Kan kamu perlu menyeimbangkan sosoknya dengan hal yang sama, supaya kalian bisa saling melengkapi sampai lanjut usia.

7. Pasti ibu-bapak kepikiran terus sama aku yang sudah umur tapi belum juga ada yang halalin

Ibu yang sabar ya… via dylandsara.com

Kamu masih akan baik-baik saja meski orang tanya berkali-kali urusan “kapan nikah”. Tapi rasanya udah beda, ketika pertanyaan itu justru masuk ditelinga orang tuamu sendiri. Diam sejenak, sampai akhirnya berusaha tersenyum dan menjawabnya dengan bijak.

Meski kamu tahu, senyuman mereka tak lebih penutup beban di kepala. Membuatmu selalu tengiang, kira-kira saat itu apa yang ada dipikiran ayah atau ibu?

Apa mereka merasa malu sekaligus khawatir dengan aku yang tukunjung bikah di usia yang sudah matang ini. Bagaimana juga perasaan asli mereka saat memikirkanku?

Jangan dipikir, orang yang santai sikapnya, pemikirannya pun bisa santai. Orang kadang terlalu sibuk melihat penampakan luar, dan mementingkan pendapat pribadi dirinya sendiri. Sampai mereka sendiri tak peka dengan kenyataan sesungguhnya.

Urusan menikah juga sudah ada saatnya bagi setiap orang. Jodoh di tangan Tuhan kan harusnya dijemput dengan baik-baik. Bukan dengan seenaknya mengikuti nafsu semata.

Suka artikel ini? Yuk follow Hipwee di mig.me!