Jika boleh memilih, mungkin tidak ada pasangan yang mau menjalani LDR. Pasalnya berbeda dari hubungan “normal”, Long Distance Relationship konon memang butuh lebih banyak perjuangan.

Tidak sedikit pasangan yang akhirnya menyerah dalam menjalani hubungan jarak jauh. Merasa penderitaan yang dirasa tidak sebanding dengan bahagianya, hingga memilih kata “putus” atau “bubar” sebagai penyelesaian.

Lalu, apakah menyerah dalam hubungan jarak jauh itu sah-sah saja? Sebenarnya, LDR seperti apa sih yang layak diperjuangkan?

1. Kalian saling percaya sampai tidak perlu sering bertanya, “Lagi apa? Lagi keluar sama siapa?”

saling percaya via www.logancoleblog.com

Menjalani LDR jelas bukan perkara mudah. Selain pertemuan yang terasa “mahal” harganya, kepercayaan adalah modal utama. Bisakah kalian sama-sama menjaga hati untuk saling percaya?

Hubungan LDR-mu layak diperjuangkan, jika kamu dan dia punya keyakinan yang sama. Tanpa perlu banyak bertanya yang terkesan menginterogasi, kamu percaya pasanganmu tidak akan menyakiti. Kepercayaan yang diberikan inilah yang akan membuat hubungan lebih ringan dijalani.

2. “Kamu mau susah dikit nggak sih buat nemuin aku?” kalian tahu kalau rindu penawarnya ya bertemu. Tapi nggak sesederhana itu

pertemuan harus diusahakan via www.logancoleblog.com

Bagi pasangan LDR, musuh paling jahat adalah rindu. Terpisah kota atau bahkan negara dengan pasangan, pastilah pertemuan yang kalian inginkan. Meski mungkin sulit, tapi sudahkah kamu dan dia memperjuangkannya?

Dia mungkin yang paling rajin berburu tiket pesawat promo. Sementara, kamulah yang getol mencari-cari kesempatan untuk bisa mengajukan cuti. Berdua, kamu dan dia sama-sama mewujudkan pertemuan, demi tabungan rindu yang menuntut segera dipecahkan.

3. “Udah ah, susah jelasin ke kamu!” Buatmu haram mengeluarkan tuduhan dia tidak memahamimu

salah paham itu biasa… via www.logancoleblog.com

Dalam hubungan jarak jauh, salah paham memang rentan terjadi. Salah satunya karena kalian hanya bisa mengobrol lewat aplikasi chat dan telepon saja. Padahal, banyak hal yang rasanya lebih afdol jika dibicarakan berdua sambil bertatap muka.

Namun, selama bisa bersabar sebenarnya salah paham tidak akan jadi masalah besar. Di titik ini, kalian hanya perlu saling memaklumi. Menyadari bahwa kesalahpahaman tidak perlu dibesar-besarkan, tapi justru diselesaikan dengan saling memaafkan.

4. “Kamu sayang nggak sih sama aku?” karena dia selalu berusaha perhatian padamu

rasa sayang butuh pembuktian via www.logancoleblog.com

Tidak selamanya pembuktian rasa sayang itu terlihat kekanak-kanakan. Khususnya dalam hubungan jarak jauh, sesekali membuktikan rasa sayang dengan kejutan atau perhatian justru perlu. Seberapa sering dia menghubungimu? Seberapa sering kamu meluangkan waktu untuk mendengarkan cerita tentang hari-harinya?

Sadarilah bahwa perhatian dan kejutan-kejutan kecil ibarat stimulus dalam hubungan kalian. Supaya rasa sayang dan cinta itu tetap terasa, demi bisa bertahan meski jauhnya jarak terasa menyiksa.

5. “Kapan kita nikah?” tidak sering muncul dalam obrolan. Kamu percaya dia sedang pelan-pelan menata masa depan

tentang masa depan via www.logancoleblog.com

Kamu dan dia mungkin tidak intens membicarakan perkara masa depan hubungan, apalagi soal pernikahan. Namun, tidakkah sebenarnya kalian sedang diam-diam mengusahakan. Coba lihat dia yang sekarang sudah mulai rajin menabung demi bisa dapat KPR. Sadarkah kalau kamu ternyata semakin perhitungan soal pengeluaran, karena mimpimu untuk punya kendaraan pribadi?

Jika diam-diam dia sedang mengusahakan rumah mungil untuk keluarga kecil kalian kelak, kamu pun sebenarnya menginginkan yang sama. Ya, kamu yang ternyata mendambakan mobil pribadi untuk kendaraan kalian nanti. Menikmati momen berangkat kerja berdua. Ada dia yang sedang serius menyetir di sisimu, hingga saatnya kelak ada suara-suara gaduh di kursi belakang Toyota New Agya kalian, saat anak-anak kalian mulai masuk sekolah. Sangat pas rasanya jika kamu kendarai sehari-hari bersama keluarga kecilmu kelak. Desain eksterior dan interior yang makin classy, membuat siapapun betah berlama-lama duduk di dalam New Agya ini. Kenyamanan dan keamananmu pun nggak perlu disangsikan lagi. 🙂

Kebanyakan pasangan yang menjalani hubungan LDR akan berorientasi pada masa depan. Ibarat, sekarang harus susah payah terpisah, kelak akan ada saatnya kalian bisa bersama-sama. Dan ketika saat itu tiba, kamu dan dia akan menemukan kebahagiaan yang berlipat-lipat rasanya.

Nah, bagaimana dengan hubungan jarak jauh yang sedang kamu jalani saat ini? Semakin mantapkan kamu dan dia menjalaninya hingga nanti?

Artikel Bermanfaat dan Menghibur Lainnya